• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Lahan dan Kebutuhan Produk Pertanian Meningkat, BRIN Terapkan Smart Farming

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 3 Maret 2024 - 14:06
in Ekonomi
Ilustrasi sektor pertanian. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi sektor pertanian. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Smart farming diperlukan karena lahan pertanian terbatas dan kebutuhan produk pertanian semakin meningkat dengan kualitas yang tinggi.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Perekayasa Ahli Pertama, Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Haryo Prastono dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3/2024).

BacaJuga:

Catatkan Penjualan 71.387 Unit pada April 2026, Leapmotor Perkuat Posisi Nomor 1 Startup NEV

Tugu Insurance Tampil Resilien di Awal 2026, Ini Kuncinya

Rupiah Menguat di Tengah Drama Global, Pasar Sambut Sinyal Damai AS–Iran

Ia menjelaskan, Smart farming yang disebut juga dengan pertanian cerdas merupakan penerapan teknologi informasi dan komunikasi seperti sensor, Internet of Things (IoT), big data analytics, robotika, dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pertanian. Proses ini mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan.

“Smart Farming adalah konsep pertanian berbasis pada precision agriculture yang memanfaatkan otomatisasi teknologi, didukung oleh manajemen big data, kecerdasan buatan, dan IoT, demi meningkatkan kuantitas maupun kualitas produksi, dalam rangka mengoptimalkan sumberdaya lahan, teknologi budidaya, SDM,dan sumberdaya produksi yang lain,” jelas Haryo.

“Sistem ini bisa menjadi solusi semakin menurunnya ketersediaan lahan produktif yang tidak berbanding lurus dengan kebutuhan produk pertanian yang terus bertambah,” tambahnya.

Sementara itu Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Netti Tinaprilla mengatakan, pesatnya penduduk akan berdampak pada demand pangan, sulitnya regenerasi petani, dan keterbatasan lahan. Sehingga mengharuskan penggunaan teknologi yang semakin tinggi.

Menurut dia, teknologi smart farming saat ini tengah digaungkan oleh pemerintah karena mengarah ke pertanian 4.0 yang disinyalir dapat meningkatkan produktivitas juga kualitas.

“Penerapan smart farming dapat memberikan efisiensi biaya, waktu proses produksi,” kata Netti.

Selain itu, lanjut dia, beberapa riset juga menyimpulkan smart farming itu bisa meningkatan pendapatan serta peningkatan produksi dapat meningkat 20 persen, menurunkan penggunaan air sebesar 30 persen, mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia sebanyak 50 persen, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida sebanyak 10 persen. (nas)

Tags: BRINpertaniansmart farming

Berita Terkait.

LeapMotor
Ekonomi

Catatkan Penjualan 71.387 Unit pada April 2026, Leapmotor Perkuat Posisi Nomor 1 Startup NEV

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:25
Tugu
Ekonomi

Tugu Insurance Tampil Resilien di Awal 2026, Ini Kuncinya

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:44
uang
Ekonomi

Rupiah Menguat di Tengah Drama Global, Pasar Sambut Sinyal Damai AS–Iran

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54
ferry
Ekonomi

Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi di Luar KDKMP Tetap Menjadi Prioritas

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:57
patra
Ekonomi

Pendapatan Melonjak, Patra Jasa Kian Agresif Ekspansi Aset

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:45
norman
Ekonomi

Norman Ginting Jadi Plt Ketua METI, Fokus Genjot Ekosistem Energi Hijau

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.