• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 10 Februari 2024 - 10:05
in Ekonomi
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan saat melaksanakan aksi penanaman pohon berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), di Pulau Pedang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Rabu (7/2/2023). Foto: PHR

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan saat melaksanakan aksi penanaman pohon berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), di Pulau Pedang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Rabu (7/2/2023). Foto: PHR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan turut serta dalam program pemulihan ekosistem gambut dan pelestarian lingkungan. Bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), PHR melaksanakan aksi penanaman pohon dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia di Pulau Pedang, Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Rabu (7/2/2024).

Pulau Pedang tersebut merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Provinsi Riau, dan berbatasan dengan Selat Malaka. Lokasi ini merupakan gugusan pulau yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti.

BacaJuga:

Geliatkan Wisata Minat Khusus, Kemenpar Dukung Geopark Run Series 2026-2027 Dongkrak Ekonomi Daerah

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Dalam aksi pelestarian lingkungan tersebut, hadir mewakili Menteri LHK yakni Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati, Kepala BRGM RI Hartono, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Job Kurniawan dan Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Randolph WH.

Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, program penanaman pohon ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia.

“Secara serentak penanaman dilaksanakan di Indonesia, kegiatan yang kita laksanakan ini merupakan upaya konkret dan strategis dalam penanganan triple planetary crisis: perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehati,” tuturnya.

Vivien menjelaskan, pohon memiliki manfaat multiguna bagi makhluk hidup dan alam. Sebagai garda terdepan perlindungan ekosistem, Kementerian LHK terus berkomitmen dalam mengurangi emisi dan menjaga ekosistem tetap lestari.

“Mari kita bangun harmoni dengan alam, mulailah menanam. Kami terima kasih dan apresiasi kepada Pemprov Riau, Pemda Meranti dan seluruh pihak yang mendukung penanaman pohon. Terima kasih juga atas kolaborasi PT Pertamina Hulu Rokan, dengan adanya PHR maka membantu terselenggaranya acara ini. Dan Alhamdulillah telah berjalan dengan sukses,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti PHR sebagai salah satu Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini juga sejalan dengan misi Pemprov Riau dalam menciptakan Riau hijau dan rendah karbon.

“Mudah-mudahan kita semua dapat terus berkolaborasi dalam mendukung kelestarian lingkungan khususnya di Provinsi Riau. Peran serta kita semua sangat berarti untuk alam,” kata Plt Kepala Dinas LHK Riau, Job Kurniawan.

Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto mengungkapkan, selain berfokus pada operasi dalam mendukung ketahanan energi, PHR juga terus berikhtiar dalam menjaga lingkungan.

“PHR memiliki program TJSL yang berfokus pada 4 pilar, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan. Penanaman pohon bersama KLHK ini merupakan salah satu upaya PHR untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga alam tetap lestari, saat ini dan hingga nanti,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, Kepala BRGM Hartono menyatakan lahan basah, termasuk gambut dan mangrove, memiliki manfaat yang sangat besar, sehingga perlu dikelola secara bijak.

BRGM dan Kementerian LHK bekerja sama dengan masyarakat dalam pelaksanaan penanaman di lahan gambut dan mangrove untuk mendorong keberlanjutan pengelolaan pada masa depan.

“Sagu yang kami tanam hari ini, selain bisa membantu dalam menahan air agar gambut tidak terbakar juga dapat mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi,” ujarnya.

Hartono menjelaskan, penanaman sagu di Pulau Pedang memiliki empat tujuan utama. Pertama; untuk mencegah kebakaran dan mengurangi emisi dari lahan gambut, baik yang disebabkan oleh kebakaran maupun dekomposisi gambut.

Kedua; sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar, karena sagu merupakan tanaman dengan nilai ekonomi yang tinggi. Dan ketiga; sebagai upaya untuk mencegah terjadinya bencana yang disebabkan oleh penurunan permukaan tanah (land subsidence).

Sekadar informasi, ekosistem lahan basah gambut dan mangrove di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan ekosistem gambut seluas 13,9 juta hektare (ha) dan mangrove seluas 3,36 juta ha. Kedua ekosistem tersebut memiliki peran penting dalam menyediakan berbagai manfaat nilai intrinsik dan fungsi kehidupan, seperti menyimpan cadangan karbon, memberikan perlindungan dari bencana alam, menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, serta memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang memiliki nilai ekonomi, termasuk dalam sektor eco-tourism.

Pada tanggal 2 Februari 2024, dunia merayakan Hari Lahan Basah dengan tema “Wetlands and Human Wellbeing,” yang menekankan pentingnya pelestarian dan pengelolaan lahan basah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sehari-hari.

Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan ekosistem gambut dan mangrove. (srv)

Tags: gambutHari Lahan Basah Seduniapertamina hulu rokanPHR

Berita Terkait.

Widiyanti-Putri-Wardhana
Ekonomi

Geliatkan Wisata Minat Khusus, Kemenpar Dukung Geopark Run Series 2026-2027 Dongkrak Ekonomi Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 08:19
BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak
Ekonomi

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

Senin, 25 Mei 2026 - 04:33
PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi
Ekonomi

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:57
Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi
Ekonomi

Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:37
Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara
Ekonomi

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:45
Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi
Ekonomi

Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:04

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    4573 shares
    Share 1829 Tweet 1143
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1827 shares
    Share 731 Tweet 457
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.