• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Civitas Academica Ramai Kritik Jokowi, Pengamat: Persatuan Dosen dan Mahasiswa Bisa Terjadi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 7 Februari 2024 - 23:13
in Nasional
ikrarco

Pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti. (Dok. LIPI)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti mengungkapkan bahwa meskipun situasi politik saat ini belum menunjukkan ke arah aksi seperti pada tahun 1998, namun tidak dapat dipastikan bahwa kemungkinan terjadinya aksi serupa masih ada.

Menurutnya, aksi tahun 1998 lalu berhasil melengserkan Presiden Soeharto tidak hanya melibatkan dekan atau rektor kampus, tetapi juga melibatkan para guru besar senior.

BacaJuga:

Apresiasi Imbauan BKN soal TPP ASN, Komisi II: Kesejahteraan Harus Berbanding Lurus dengan Kinerja

Buka Raker APPSI, Wamendagri Bima Minta Gubernur Perkuat Koordinasi, Integritas, dan Kepemimpinan Daerah

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas

“Saat itu tidak hanya dekan atau rektor yang turun, melainkan juga sejumlah guru besar senior yang bersatu dengan mahasiswanya,” katanya dalam acara diskusi Menyoal Langkah Mitigasi KPU Cegah Delegitimasi Hasil Pilpres 2024, Rabu (7/2/2024).

Ikrar mengamati bahwa para guru besar dari berbagai kampus masih berada dalam posisi pengingat.

“Langkah ini diambil untuk mengawal dan menjaga proses pemilu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan seperti aksi tahun 1998 belum mencapai tahap tersebut, karena para guru besar dan dosen masih fokus pada pengawalan pemilu.

“Sebagai contoh, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengumumkan kekhawatirannya terkait kondisi demokrasi Indonesia, khususnya dalam kritik terhadap Presiden Jokowi,” tandasnya.

“Keresahan yang diungkapkan oleh UGM kemudian diikuti oleh kampus-kampus terkemuka lainnya di berbagai kota di Indonesia, yang semuanya merasa gelisah menghadapi situasi politik menjelang Pemilu 2024,” imbuhnya.

Ikrar menyampaikan pandangannya bahwa jika terjadi kecurangan dalam pemilu di masa mendatang, kemungkinan adanya aksi atau gerakan yang lebih keras dari kalangan akademisi kampus masih tetap ada.

“Persatuan antara dosen dan mahasiswa dapat terjadi, menghasilkan gerakan mahasiswa yang lebih aktif dan proaktif dalam respons terhadap situasi politik saat ini,” pungkasnya. (fer)

Tags: Civitas AcademicaKritik JokowimahasiswaPengamatPersatuan Dosen

Berita Terkait.

aher
Nasional

Apresiasi Imbauan BKN soal TPP ASN, Komisi II: Kesejahteraan Harus Berbanding Lurus dengan Kinerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:08
arya
Nasional

Buka Raker APPSI, Wamendagri Bima Minta Gubernur Perkuat Koordinasi, Integritas, dan Kepemimpinan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:47
haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37
ribka
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dampingi Wamen PU Tinjau Infrastruktur Strategis di Papua Selatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:27
wiyagus
Nasional

Di KPPD Lemhannas, Wamendagri Wiyagus Ajak Kepala Daerah Bangun Kemitraan Strategis

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:17
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ruang Berbagi dan Mencari Inspirasi bagi Kepala Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:55

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12370 shares
    Share 4948 Tweet 3093
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2739 shares
    Share 1096 Tweet 685
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1271 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.