INDOPOSCO.ID – DKI Jakarta, khususnya wilayah Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi sangat besar yang dapat dikelola untuk mensejahterakan masyarakat.
Namun, sebagai Ibu Kota Negara, DKI Jakarta belum terbebas dari masalah kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, yaitu per Maret 2023, melaporkan angka kemiskinan di DKI Jakarta sebesar 4,4 persen
“Saat ini, masih ada 477.830 warga Jakarta berada di jurang kemiskinan. Kemiskinan bukan hanya angka. Tetapi kita harus melihat bahwa ada keluarga ada seorang bapak, ibu, remaja, anak-anak yang hidup dalam kemiskinan setiap hari. Dan itu jumlahnya di Jakarta masih ratusan ribu orang,” jelas Calon Anggota Legislatif Daerah Pemilihan III DKI Jakarta Erwin Aksa, saat podcast bersama Indoposco channel di Jakarta, Selasa (12/12/2023)
Menurutnya, kemiskinan membuat seorang ibu tidak bisa memberikan susu dan makanan sehat bagi anaknya. Seorang bapak tidak bisa membiayai sekolah anaknya, anak muda tidak bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
“Dampaknya apa?” tanya Erwin.
Salah satu dampak dari kemiskinan, ucapnya, yaitu masalah perut dapat memicu tindakan kriminal, seperti kekerasan, pencurian, bahkan perdagangan orang.
Di sisi lain, Erwin Aksa mengatakan bukan berarti masyarakat membenarkan tindakan kejahatan dengan alasan kemiskinan. “Tidak, sama sekali tidak,” tegas EA, panggilan akrab Erwin Aksa.
Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis di DPP Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan Pemerintah dan legislator bekerja sama dengan masyarakat harus mencari akar persoalannya. Termasuk menemukan solusi dan menjalankan solusi tersebut.
Pada kesempatan itu, Erwin Aksa mengatakan solusi yang harus dilakukan adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Caranya dengan mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di DKI Jakarta.
Selain mencari investor, paparnya, harus diciptakan wirausaha-wirausaha baru dari kalangan masyarakat yang dapat mempekerjakan dirinya sendiri secara mandiri. Sekaligus mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Investasi, jelasnya, akan diupayakan untuk berbagai bidang. Tidak hanya sektor bisnis murni, tetapi juga investasi yang dapat mengatasi masalah-masalah publik. Contohnya, investasi di bidang air bersih, seperti diketahui Jakarta masih menghadapi masalah klasik kekurangan sumber air bersih.
Contoh lain, adalah investasi untuk pengelolaan sampah seperti teknologi pengelolaan sampah untuk digunakan kembali. Daur ulang sudah sangat berkembang di tambah manajemen yang kuat dan besarnya dukungan masyarakat.
Dengan demikian, masalah sampah di Pantai, di kawasan permukiman, termasuk di hutan mangrove Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, akan dapat diatasi.
Tekad Kuat Sejahterakan Masyarakat
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2008-2011 itu, menyatakan optimistis target tersebut dapat dicapai.
Dia mengatakan jika terpilih menjadi legislator, akan mendampingi masyarakat Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu meningkatkan kesejahteraannya hingga terbebas dari kemiskinan.
Memastikan kesejahteraan warga Kota Jakarta, ujarnya, tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh warga yang saat ini masih di bawah angka kemiskinan. Tetapi juga akan dirasakan seluruh warga kota karena akar persoalan yang menyebabkan kekerasan dan sejumlah persoalan lain dapat diatasi.
“Dengan demikian kesejahteraan Kota Jakarta tidak hanya akan dirasakan oleh sebagian orang, tetapi kesejahteraan Kota Jakarta untuk semua warga Jakarta,” tutup pria kelahiran Makassar, 7 Desembwr 1975 ini. (dil)










