INDOPOSCO.ID – Laga Timnas Indonesia U-17 kontra Timnas Ekuador pada laga pembuka Piala Dunia U-17 berjalan lancar. Namun ada pemandangan kurang menyenangkan, para penonton berebut masuk shuttle bus di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (10/11/2023).
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi meminta, Local Organizing Committee (LOC) FIFA World Cup U-17 melakukan komunikasi dengan Panitia pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya agar mencegah berulangnya kejadian serupa pada lanjutan laga timnas Indonesia.
“Begitu banyak yang menyampaikan protes shuttle bus atau kendaraam yang mengangkut penonton. Yang kita bingung itu, kenapa tidak belajar sama panitia Persebaya,” kata Yunus Nusi melalui keterangan audio, Sabtu (11/11/2023).
Ia mencoba membandingkan laga domestik digelar di stadion yang berasal dari nama satu pahlawan, Bung Tomo itu cukup kondusif. Bahkan penonton menyemut di luar stadion.
“Kita pernah nonton di GBT, 65 suporter, di luar juga membludak biasa biasa saja. Ngga ada juga yang protes seperti ini,” ucap Yunus.
“Masuk dengan tanpa ada beban besar, kemudian pulang juga biasa-biasa saja ketika Persebaya main dengan Persib Bandung, ketika Persebaya main dengan Arema,” tambahnya.
Para penonton sempat lama menunggu shuttle bus yang mengangkut keluar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT)
Surabaya. Di sisi lain, Skuad Garuda Muda tampil mengesankan pada laga pembuka di Piala Dunia U-17 2023.
Garuda Muda bermain imbang 1-1 saat menghadapi Ekuador dalam laga pertama Grup A di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (10/11). Selanjutnya pasukan Bima Sakti bakal menghadapi Panama (13/11/2023) dan Maroko (16/11/2023). (dan)










