• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Semen Merah Putih Berkomitmen Kurangi Jejak Emisi Karbon Industri Konstruksi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 2 November 2023 - 03:03
in Ekonomi
cemindo

PT Cemindo Gemilang Tbk yang lebih dikenal sebagai produsen semen Merah Putih di Indonesia tercatat di bursa pada 8 September 2021 dengan menggunakan kode saham CMNT. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih, berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon industri konstruksi melalui strategi-strategi berkelanjutan di sepanjang proses produksi semen.

“Ada empat inisiatif utama yang bisa kita lakukan. Pertama, efisiensi energi. Kedua, alternatif barang baku atau bahan bakar. Ketiga, teknologi yang inovatif. Dan keempat, menurunkan rasio klinker terhadap semen,” kata Head of Technical Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk Syarif Hidayat dalam diskusi bersama media di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (1/11/2023).

BacaJuga:

Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

Berlaku 1 Juni, Airlangga Minta Investor Asing Tak Perlu Khawatirkan Kebijakan DHE

Daya Beli Tertekan, IDEAS: Jumlah Hewan Kurban di 2026 Diprediksi Turun

Dalam produksi satu ton semen, jelas Syarif, emisi karbon yang dihasilkan mencapai total 925 kg per ton. Emisi karbon ini bisa ditekan dengan menurunkan rasio klinker mengingat bahan utama tersebut berkontribusi 92 persen terhadap total produksi semen.

“Jadi, hampir satu banding satu. Itu (klinker) yang jadi kontributor utama emisi di industri semen,” ujar Syarif.

Dia mengatakan, penurunan rasio klinker tersebut nantinya dapat diimbangi dengan penambahan material-material substitusi. Dengan demikian, upaya tersebut dapat berefek secara langsung terhadap penurunan emisi karbon.

Menurut Syarif, perusahaan telah menurunkan rasio klinker dari tahun ke tahun total 14,8 persen di pabrik Semen Merah Putih secara nasional. Berdasarkan data perusahaan, pengurangan rasio klinker dapat menurunkan emisi karbon sebesar 112 kg per ton produksi semen.

Selain pengurangan rasio klinker, strategi lain yang dijalankan perusahaan yaitu penerapan metode injeksi atau menanam karbon dalam proses produksi beton.

Dengan penggunaan teknologi, nantinya karbon dapat diubah menjadi kristal kalsium karbonat dalam ukuran nano dan ditanamkan di dalam beton. Metode ini masih dalam tahap eksperimen pendahuluan (pilot project) di pabrik Cikarang.

Terkait produk, hingga saat ini perusahaan masih memproduksi semen berjenis ordinary portland cement (OPC). Meski begitu, Syarif menyebutkan pihaknya juga telah memasarkan produk semen yang dinilai lebih ramah lingkungan seperti portland cement composite (PCC), semen hidrolis, dan semen portland slag (SPS).

Menurut Syarif, sebanyak 80 persen konsumen telah memilih produk semen berjenis non-OPC yang lebih berkelanjutan. Dia tidak memungkiri bahwa industri semen masih menghadapi tantangan untuk memasifkan pemasaran semen non-OPC.

Syarif mengatakan, transisi menuju penggunaan semen non-OPC tidak mudah, apalagi semen berjenis non-OPC telah lebih dikenal karena sudah eksis sejak tahun 1824. Oleh sebab itu, tegas Syarif, pihaknya akan terus bekerja sama dengan asosiasi dan pemerintah untuk mengintensifkan penggunaan semen non-OPC di proyek-proyek infrastruktur strategis. (dam)

Tags: Emisi Karbon Industri KonstruksiSemen Merah Putih

Berita Terkait.

hasim
Ekonomi

Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:10
langga
Ekonomi

Berlaku 1 Juni, Airlangga Minta Investor Asing Tak Perlu Khawatirkan Kebijakan DHE

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:10
sapi
Ekonomi

Daya Beli Tertekan, IDEAS: Jumlah Hewan Kurban di 2026 Diprediksi Turun

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:53
pgtc
Ekonomi

Pertamina Sambangi Kampus Lewat PGTC 2026, Mahasiswa Diajak Siap Hadapi Industri Energi

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:43
pgn
Ekonomi

PGN Tancap Gas di IPA Convex 2026, Amankan Pasokan Energi Jangka Panjang

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:45
bank jakarta
Ekonomi

Bank Jakarta Raih Penghargaan Indonesia Best CSR in Bank Sector 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:35

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2825 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1216 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.