• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kenali Gejala Diabetes pada Anak untuk Antisipasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 9 September 2023 - 01:11
in Gaya Hidup
diabet

Dokter spesialis anak divisi endokrinologi RS Cipto Mangunkusumo dr. Ghaisani Fadiana Sp.A (K) dalam diskusi diabetes melitus pada anak secara daring, Jumat (8/9/2023) (ANTARA/Fitra Ashari)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Orang tua perlu mengenali gejala diabetes melitus pada anak sehingga ketika ditemukan kasus maka bisa ditangani sejak dini.

Secara umum ada tiga gejala diabetes melitus pada anak yang disebut dengan 3P, yaitu poliuri atau sering pipis di malam hari, polidipsi atau sering merasa haus, dan poliphagi atau mudah lapar, kata dokter spesialis anak dari Divisi Endokrinologi RS Cipto Mangunkusumo dr. Ghaisani Fadiana Sp.A (K).

BacaJuga:

Agensi ADOR Buka Suara Soal Rumor Kembalinya Minji Bersama NewJeans.

Kakak Perempuan Byeon Woo Seok Jadi Perbincangan Warganet, Ada Apa

Member BTS, Jungkook Kembali Catat Capaian Baru di Tingkat Global

Biasanya 3P disertai salah satu hal lagi yang khas, yaitu berat badannya tidak naik atau malah turun, dan itu cukup banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja dengan diabetes,” kata Ghaisani pada diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Dokter di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM ini mengatakan gejala lain yang dialami anak dengan diabetes melitus adalah cepat lelah dan tidak bisa mengikuti aktivitas yang sedang sampai berat.

Sebagian kecil anak dengan kelainan diabetes juga akan ada infeksi berulang, seperti infeksi paru dan jamur berulang.

Untuk mengetahui anak terindikasi diabetes melitus, orang tua harus memahami beberapa gejalanya. Selain melalui 3P, rutin cek kadar gula darah juga termasuk deteksi dini untuk mengetahui apakah anak terindikasi diabetes atau tidak.

Jika gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl, ditambah ada gejala 3P, maka sudah bisa dipastikan kemungkinan besar anak mengalami DM.

Sayangnya, seringkali orang tua terlambat membawa anaknya ke rumah sakit dan datang sudah dalam kondisi yang berat, seperti sesak napas, dehidrasi bahkan sampai penurunan kesadaran.

Ghaisani mengatakan sebagian besar diabetes melitus pada anak merupakan tipe 1, di mana ada masalah di pankreas sehingga tidak bisa memproduksi insulin untuk tubuh dalam keadaan yang cukup.

Berbeda dengan diabetes melitus pada orang dewasa yang kebanyakan adalah tipe 2, dengan pankreas bisa memproduksi insulin namun insulin tersebut tidak bisa mengontrol gula darah dalam tubuh.“

Akibatnya pasti akan berbeda pada tatalaksana dan terapinya pada anak-anak, karena sebagian besar DM tipe 1 yang badannya tidak bisa menghasilkan insulin maka yang harus dilakukan sebagai terapi adalah terapi suntik insulin,” katanya.

Suntik insulin diwajibkan untuk mencegah komplikasi yang berat itu dan risiko komplikasi yang lebih kecil jika rajin suntik insulin sesuai anjuran.

Anak yang sudah mendapatkan terapi insulin, gula darahnya tetap harus diperiksa secara berkala dalam satu hari untuk mengetahui kecukupan dosis insulin dan pengaturan makannya.

Idealnya anak perlu periksa gula darah setiap sebelum makan dan 2 jam setelah makan atau paling tidak 3-4 kali sehari, dengan tujuan untuk mengetahui apakah makanan yang diberikan sudah cukup memenuhi kadar gula darah dalam tubuhnya.

“Tapi kalau kondisi demam sebaiknya diperiksa lebih sering karena kalau pada kondisi sakit itu akan berisiko terjadi peningkatan atau gula darah yang lebih rendah,” kata Ghaisani menjelaskan.

Selain suntik insulin, anak dengan diabetes juga perlu dijaga pola makannya, diet seimbang, hindari asupan kadar gula tinggi, dan yang mengandung pemanis buatan seperti permen dan soda.

Namun, tetap harus memperhatikan asupan karbohidratnya karena prinsipnya anak yang mengalami diabetes melitus masih memerlukan karbohidrat untuk bertumbuh dan berkembang.

Dokter yang juga praktek di RS Pondok Indah ini mengatakan anak dengan diabetes melitus harus tetap melakukan aktivitas fisik yang berintensitas sedang hingga berat. Aktivitas fisik ini direkomendasikan dilakukan 3-4 kali seminggu.

“Yang jelas anak dengan DM tidak bisa berjalan sendiri, harus butuh satu support system yang lengkap, keluarganya mendukung, gurunya mendukung itu sebetulnya harus kita edukasi,” ucap Ghaisani.

Anak dengan diabetes melitus masih bisa mengonsumsi makanan manis namun yang bersifat gula kompleks seperti buah-buahan. Jika didapati gula darah anak rendah, penanganan mandiri yang bisa dilakukan yaitu memberikan karbohidrat yang kerja cepat seperti air gula, teh manis, permen atau kismis. (bro)

Tags: anakantisipasiDiabetesgejala diabetes

Berita Terkait.

agensi
Gaya Hidup

Agensi ADOR Buka Suara Soal Rumor Kembalinya Minji Bersama NewJeans.

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:40
woo
Gaya Hidup

Kakak Perempuan Byeon Woo Seok Jadi Perbincangan Warganet, Ada Apa

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:03
bts
Gaya Hidup

Member BTS, Jungkook Kembali Catat Capaian Baru di Tingkat Global

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:20
ador
Gaya Hidup

Unggahan Tentang Minji, Picu Spekulasi ADOR Kembali ke NewJeans

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:11
KKV
Gaya Hidup

KKV Gebrak Indonesia, Konsep Belanja Estetik Langsung Diburu Anak Muda

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:30
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Gaya Hidup

LUCY Tampil Live Pesona Menyegarkan di ‘Killing Voice’

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:33

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3696 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.