• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

RI-Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan Bilateral

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 8 September 2023 - 21:12
in Ekonomi
korselco

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (keempat dari kiri) mengadakan pertemuan puncak yang diperluas dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kedua dari kanan) di istana kepresidenan di Jakarta, Indonesia, Jumat (8/9/2023). Foto: The Korea Herald

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Korea Selatan dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan pertahanan bilateral di berbagai bidang, yang mencakup upaya kolaboratif dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan jet tempur.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu untuk pertemuan puncak secara langsung di Istana Presiden di Jakarta pada hari terakhir kunjungan empat hari Presiden Yoon ke Indonesia.

BacaJuga:

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

“Keduanya membahas inisiatif kerja sama yang berwawasan ke depan dan substansial yang dimaksudkan untuk membentuk masa depan selama 50 tahun ke depan,” kata Kantor Kepresidenan Korea Selatan dalam pernyataan tertulis, yang dikeluarkan setelah pertemuan puncak bilateral ketiga antara Yoon dan Jokowi tahun ini, seperti dilansir The Korea Herald, Jumat (8/9/2023).

Yoon dan Jokowi sepakat mengenai perlunya lebih memperkuat kerja sama ekonomi, yang menjadi landasan pengembangan hubungan bilateral.

Kedua pemimpin memuji peningkatan kolaborasi antara Korea Selatan dan Indonesia, khususnya di bidang kendaraan listrik, baterai, dan kota pintar (smart city), serta mengakui upaya bersama mereka dalam menciptakan prospek pertumbuhan di masa depan.

Selain itu, mereka berjanji untuk secara proaktif meningkatkan perdagangan dan investasi di berbagai sektor, dengan memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang mulai berlaku awal tahun ini, antara kedua negara.

Lebih lanjut, kedua pemimpin menyampaikan apresiasi atas penandatanganan nota kesepahaman yang mencakup berbagai sektor, seperti ekosistem kendaraan listrik dan pangan halal. Misalnya, nota kerja sama di bidang pangan halal bertujuan untuk membangun landasan yang kuat bagi perluasan ekspor pangan Korea Selatan ke Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat mengenai kerja sama yang erat untuk memfasilitasi partisipasi sejumlah perusahaan Korea Selatan dalam proyek pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur pada tahun 2045 oleh Presiden Joko Widodo, dengan anggaran besar sekitar $32 miliar.

Proyek ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kerja sama bilateral dalam pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan fasilitas pengolahan air netral karbon, sistem pasokan air, infrastruktur pembuangan limbah, dan terowongan.

Yoon dan Jokowi juga sepakat tentang pentingnya meningkatkan kerja sama industri pertahanan dan persenjataan untuk memperdalam kemitraan strategis khusus mereka.

Indonesia tidak hanya menjadi negara tujuan ekspor pertama pesawat tempur Korea Selatan seperti KT-1 dan T-50, namun juga menjadi penerima eksklusif ekspor kapal selam Korea Selatan. Selain itu, negara ini juga mempunyai keunggulan sebagai mitra ekspor pertahanan utama di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Tenggara.

Kedua pemimpin memberikan penekanan khusus pada perlunya kolaborasi erat agar berhasil menyelesaikan proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21.

Proyek KF-21 memerlukan penelitian kolaboratif dan pengembangan jet tempur generasi 4,5 oleh Korea Selatan dan Indonesia. Terdapat kontroversi di masa lalu mengenai kontribusi yang belum dibayar dari pihak Indonesia terkait dengan proyek ini. Pengembangan jet tempur generasi 4,5 ini menelan biaya sebesar 8,8 triliun won, dengan kontribusi Indonesia sebesar 20 persen dari total biaya.

Kunjungan Yoon ke Indonesia terutama bertujuan untuk berpartisipasi dalam KTT tahunan ASEAN. Selama KTT dan berbagai pertemuan di sela-sela rapat, ia secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap potensi perdagangan senjata antara Korea Utara dan Rusia.

Ia juga mendesak Tiongkok dan Rusia, yang memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB, untuk secara aktif terlibat dalam upaya kolaboratif yang bertujuan mengatasi meningkatnya ancaman rudal dan nuklir yang berasal dari Korea Utara.

Selain tujuan diplomatik, kunjungan ini juga mempunyai arti penting sebagai acara peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia.

Setelah KTT di Indonesia, Yoon berangkat ke New Delhi untuk berpartisipasi dalam KTT G-20. Di antara para pemimpin KTT G-20 adalah Amerika Serikat dan Jepang. Yoon diperkirakan akan melakukan diplomasi berorientasi nilai pada pertemuan puncak tersebut, yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dengan negara-negara yang berpikiran sama.

Yoon juga dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, dengan diskusi seputar strategi untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan keamanan. (dam)

Tags: kerja sama ekonomiPertahanan BilateralRI-Korsel

Berita Terkait.

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:01
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:31
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:31
Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis
Ekonomi

Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:01
Death Toll Among Prospective KDMP Managers Rises; DPD Member Calls for Program Suspension
Ekonomi

Purbaya Tegaskan APBN Harus Jadi Motor Pertumbuhan, Bukan Sekadar Penjaga Stabilitas

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:31
Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing
Ekonomi

Dukung Layanan Haji, Indo Artha Multitek Perkenalkan Teknologi Smart Health dan Sistem Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:16

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.