• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kualitas Udara Bandung Sedang, DLH : Warga Harus Kenakan Masker

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 21 Agustus 2023 - 05:25
in Nusantara
kawasan-hulu-Sungai-Cikapundung

Situasi pagi di kawasan hulu Sungai Cikapundung di Utara Kota Bandung, Jabar. Foto : Pemkot Bandung for indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) mengimbau warga setempat untuk menggunakan masker hingga tidak membakar sampah, dalam menyikapi kondisi udara Bandung dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori Sedang.

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama oleh warga Bandung untuk menjaga diri dan memulihkan kualitas udara di Kota Bandung, yakni mulai menggunakan masker dan tidak membakar sampah,” kata Kepala Seksi Pemantauan Lingkungan DLH Kota Bandung Irene Irmamuti di Bandung, Minggu (20/8/2023).

BacaJuga:

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Ia mengatakan, dalam menjaga diri dan memulihkan kondisi udara Bandung, ada empat hal yang bisa dilakukan, yang pertama, masyarakat Bandung diharapkan menggunakan masker apabila berada di area padat lalu lintas, dan area luas yang kering agar terlindungi dari debu.

Kemudian yang kedua, kata dia, melaksanakan penanaman pohon serta pemeliharaannya, karena pohon berfungsi sebagai pereduksi polusi udara.

Yang ketiga, lanjut dia, selalu memelihara kendaraan bermotor, di antaranya melalui tune up rutin dan melakukan uji emisi kendaraan.

“Dan yang keempat, tidak membakar sampah rumah tangga di halaman rumah karena asap dan baunya dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar,” katanya.

Empat hal ini, kata dia, diharapkan sedikit banyak memperbaiki kualitas udara di Bandung di mana angka ISPU dalam satu pekan terakhir menunjukkan tertinggi pada angka 93, dan terendah pada angka 67 untuk parameter PM2,5.

“Jadi memang sejauh ini di Bandung kategorinya sedang, yakni kualitas udara masih dapat diterima pada manusia, hewan dan tumbuhan (51-100). Idealnya kualitas udara itu terbagus pada kategori baik yang berarti sehat, yakni ISPU di angka 0-50,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi, kata dia, karena PM2,5 yang merupakan partikulat yang dapat bersumber secara alami dari debu, asap kendaraan bermotor, serta asap cerobong pabrik, terproduksi cukup banyak.

“Untuk sekarang ini kondisi tersebut karena cuaca ekstrem di Kota Bandung yakni musim kemarau, dan juga karena posisi Kota Bandung yang berada pada cekungan menyebabkan akumulasi polusi lebih lama,” ujarnya.

Sebagai solusi selain imbauan pada masyarakat yang juga melibatkan unsur kewilayahan untuk sosialisasi, katanya, DLH Kota Bandung saat ini sedang melakukan beberapa upaya agar kualitas udara di Kota Bandung meningkat, seperti dengan melaksanakan pembinaan kepada pelaku usaha yang kegiatannya dapat mencemari kualitas udara.

Sosialisasi juga dilakukan kepada unsur pemerintahan, masyarakat, kalangan akademisi dan pelaku usaha tentang eco driving, serta bimbingan teknis kepada pelaku usaha dalam upaya pengendalian pencemaran udara.

“DLH Kota Bandung juga melaksanakan pemantauan kualitas udara secara kontinyu untuk mengetahui kondisi kualitas udara,” ujar Irene Irmamuti dilansir Antara. (aro)

Tags: bandungjabarudara

Berita Terkait.

mentrans
Nusantara

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Kamis, 9 April 2026 - 08:56
bc3
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 14:04
bc2
Nusantara

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Rabu, 8 April 2026 - 12:22
bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.