• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Polda NTB Buru Cukong Perekrut PMI Korban TPPO ke Libya

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 27 Juli 2023 - 22:33
in Nusantara
Dirreskrimum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan. Foto: ANTARA

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memburu cukong perekrut dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Libya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa cukong tersebut berinisial FT asal Kota Mataram yang kini telah berstatus tersangka bersama dua orang lainnya.

BacaJuga:

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Di Gubuk Tak Berpenghuni, Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai

“Iya, dari kasus ini salah seorang dari tiga tersangka sudah kami tahan. Untuk dua lainnya, termasuk FT masih kami buron,” kata Teddy seperti dikutip Antara, Kamis (27/7/2023).

Selain FT, dua tersangka lain berinisial B dan HS. Tersangka B berperan sebagai petugas lapangan yang merekrut korban di Pulau Sumbawa. Untuk tersangka B kini telah menjalani penahanan di Rutan Polda NTB.

Sedangkan, HS berperan sebagai pengirim kedua korban dari Pulau Lombok menuju lokasi penampungan milik FT di Jakarta. HS bersama FT yang kini masuk dalam DPO kepolisian.

“Jadi, untuk FT ini kami kesulitan untuk menjemputnya, karena yang bersangkutan kerja di negara Timur Tengah, kalau tidak salah ada Arab Saudi atau di Libya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Teddy meyakinkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga yang punya peran dalam persoalan PMI, baik dengan Kementerian Tenaga Kerja RI maupun BP2MI.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa lokasi penampungan korban TPPO di Jakarta ini masih ditelusuri melalui keterangan korban.

“Itu yang masih kami cari. Sementara ini korban mengaku tidak tahu dan lupa dimana penampungan itu dan siapa orang yang menampung. Katanya penampung-nya ini ibunya FT,” ucap dia.

Dalam proses pemberangkatan ke luar negeri, kedua korban turut terungkap menggunakan paspor orang lain. Salah seorang korban pun terungkap mengalami buta aksara.

“Karena model muka korban dengan yang di paspor itu hampir sama, jadi lolos saja pas pemeriksaan imigrasi,” kata Teddy.

Proses perekrutan oleh jaringan FT pun dipastikan Teddy tidak melalui prosedur yang legal. Melainkan, FT merekrut dan memberangkatkan korban secara perorangan tanpa memiliki legalitas Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Dua PMI yang menjadi korban TPPO di Libya ini terungkap setelah mengunggah rekaman video curahan hati ke media sosial. Rekaman video itu kemudian sampai ke telinga Pemerintah Indonesia dan langsung mendapatkan perhatian khusus.

Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Tripoli menindaklanjuti rekaman video itu dengan melacak keberadaan kedua korban yang terungkap di wilayah Benghazi.

Setelah keberadaan-nya terlacak, KBRI Tripoli bersama Kementerian Luar Negeri Libya dan Libya Labor Agency berhasil melakukan pemulangan kepada kedua PMI asal NTB tersebut ke Indonesia pada akhir Juni 2023. (wib)

Tags: Korban TPPOLibyaPekerja Migran IndonesiaPMIPolda NTBTPPO

Berita Terkait.

Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40
BC-Entikong
Nusantara

Di Gubuk Tak Berpenghuni, Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai

Selasa, 7 April 2026 - 09:30
KAI
Nusantara

Evakuasi Rampung, 2 Jalur KA di Lintas Bumiayu Dapat Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan

Selasa, 7 April 2026 - 09:20
Nanas
Nusantara

FKPK: Audit BPK Jadi Syarat Tetapkan Kerugian Negara dalam Penanganan Perkara Tipikor

Selasa, 7 April 2026 - 09:10
bc
Nusantara

Operasi di Jalur Distribusi, Bea Cukai Madiun Tindak 120.000 Batang Rokok Ilegal

Senin, 6 April 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.