• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perjenjangan Buku untuk Meningkatkan Kecintaan Membaca

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 14 Juli 2023 - 15:15
in Nasional
mendikbud
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemendikbudristek) berkomitmen memperkuat literasi, sebagai keterampilan dasar yang penting dimiliki siswa Indonesia. Untuk menumbuhkan kecintaan siswa dalam membaca buku, Kemendikbudristek terus menyosialisasikan kebijakan Perjenjangan Buku kepada sekolah dan pegiat literasi.

“Perjenjangan Buku merupakan sebuah upaya memberikan bahan-bahan bacaan yang
disesuaikan dengan tahap kemampuan, perkembangan, dan minat pembaca. Disesuaikan dengan tingkat kesulitan, kompleksitas, dan konten yang cocok untuk memastikan pembaca dapat mengakses, memahami, dan menikmati isi buku dengan baik,” ujar Kepala Pusat Perbukuan (Kapusbuk), Supriyatno, dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar bertema “Perjalanan Membaca di Balik Perjenjangan Buku,” Kamis (13/7/2023).

BacaJuga:

Polisi Dalami Aktor Intelektual di Balik Kelompok Tertangkap saat May Day

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Perjenjangan Buku, lanjut Supriyatno, penting untuk membantu membangun keterampilan
membaca; meningkatkan pemahaman; memicu imajinasi dan kreativitas; memperluas
pengetahuan; serta membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif para siswa.

“Dengan memilih buku yang tepat, perjenjangan buku membantu membentuk minat baca yang kuat, memperluas wawasan, dan membantu pembaca dalam pengembangan pribadi serta perkembangan kognitif dan emosional mereka,” tuturnya.

Kapusbuk pun menjelaskan bahwa terdapat dua karakteristik buku yang mendukung Perjenjangan Buku, di antaranya buku ramah cerna (decodable book) dan buku berjenjang (leveled book). “Perlu dipahami bahwa rentang usia bukan acuan atau patokan utama dalam program ini, namun patokannya adalah kemampuan membaca anak. Bisa jadi kelompok anak di suatu daerah memiliki kemampuan membaca yang lebih, atau justru sebaliknya,” jelasnya.

Maka dari itu, untuk memudahkan klasifikasi jenjang, diciptakanlah lima tingkat implementasi Perjenjangan Buku. “Dimulai dari Jenjang A untuk Pembaca Dini hingga jenjang E untuk Pembaca Mahir,” kata Supriyatno.

Tiga narasumber lain yang turut hadir dalam webinar antara lain Pegiat Literasi, Sofie Dewayani; Penggiat Komunitas SIDINA-Ibu Penggerak, Susi Sukaesih; dan Kepala Sekolah SD Negeri Iyameli, Alor, NTT, Via Wata Legimakani.

bud

Sofie Dewayani menjelaskan bahwa literasi adalah kecakapan untuk berpikir yang berangkat dari kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi dan merefleksi teks bacaan. Untuk menjadikan anak literat, maka harus diawali dari menumbuhkan motivasi atau minat membacanya terlebih dahulu. “Tidak mungkin seseorang mampu membaca apabila tidak ada minat. Maka dari itu, Perjenjangan Buku ini sangat bermanfaat karena setiap anak dengan kemampuan membacanya akan mendapatkan buku yang tepat untuknya. Setelah itu, anak-anak pun akan senang datang ke sekolah; serta senang untuk melihat-lihat dan memilih buku sendiri, sehingga motivasi belajarnya pun meningkat,” ujarnya.

Sejalan, Susi Sukaesih menjelaskan pentingnya minat membaca dan cara meningkatkan minat membaca anak untuk menunjang program Perjenjangan Buku. Menurutnya, kecintaan membaca itu penting ditanamkan sejak dini karena merupakan modal dan faktor kunci seseorang untuk memahami beragam informasi. “Untuk mendorong minat baca anak, banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai orang dewasa. Pertama-tama kita harus menjadi contoh yang menunjukkan bahwa kita suka dan menikmati proses membaca, kita pun bisa mengajak anak membaca buku bersama dan menanamkan pemahaman bahwa buku itu bermanfaat dan membaca buku itu menyenangkan,” jelasnya.

“Kita juga bisa membacakan buku secara nyaring kepada anak, mengajak anak berpartisipasi aktif dalam proses memilih buku, mengajak anak berdialog tentang buku yang dibaca, dan menata buku semenarik mungkin,” imbuh Susi.

Dalam pelaksanaan Perjenjangan Buku, Kepala Sekolah SD Negeri Iyameli, Alor, NTT, Via Wata Legimakani merasakan dan menyaksikan dampak dari program ini secara langsung di sekolah yang dikelolanya. “Dengan adanya program Perjenjangan Buku ini, saya rasa akan ada perubahan baik di daerah terpencil, khususnya di daerah saya,” ujarnya.

Untuk mendapatkan dampak secara maksimal, Via menerapkan strategi peningkatan minat baca melalui pendekatan dari guru ke murid, serta dari orang tua ke anaknya yang disesuaikan dengan minat dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari segi bahasa pengantar, kami menggunakan bahasa bahasa ibu atau bahasa daerah agar anak-anak lebih tertarik dan lebih terangkul. Dari segi teknis, guru dan orang tua tidak langsung fokus pada teks, namun pertama￾tama mengajak anak untuk melihat-lihat gambar ditambah dengan perantara objek nyata seperti hewan dan tumbuhan. Pendekatan dari guru ke siswa,” jelasnya.

Perjenjangan Buku diatur dalam Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 30 Tahun 2022. Aturan tersebut juga merupakan salah satu wujud implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan Nasional.

Dalam aturan ini dijelaskan bahwa Buku Berjenjang adalah Buku yang berisikan materi
teks/gambar dan bahasa yang meningkat secara bertahap dari yang sederhana hingga lebih rumit sebagai tantangan membaca. Jenjang A atau Jenjang Pembaca Dini adalah jenjang pembaca yang baru kali pertama mengenal buku yang memerlukan Perancah (scaffolding) untuk mendampingi anak membaca. Jenjang B atau Jenjang Pembaca Awal adalah jenjang pembaca yang memerlukan Perancah (scaffolding) dan mampu membaca teks berupa kata/frasa dengan kombinasi bunyi huruf, klausa, dan kalimat sederhana.

Jenjang C atau Jenjang Pembaca
Semenjana adalah jenjang pembaca yang mampu membaca teks secara lancar berbentuk
paragraf dalam satu wacana. Jenjang D atau Jenjang Pembaca Madya adalah jenjang pembaca yang mampu memahami beragam teks dengan tingkat kesulitan menengah.

Sedangkan Jenjang E atau Jenjang Pembaca Mahir adalah jenjang pembaca yang mampu membaca secara analitis dan kritis berbagai sumber bacaan untuk menyintesis pemikiran secara lebih baik.

Supriyatno berharap bahwa pelaksanaan pelaksanaan program Perjenjangan Buku ini dapat berjalan dengan baik dan penuh kesadaran. “Program ini diharapkan tidak semata-mata dilaksanakan karena regulasi, namun karena kesadaran masyarakat bahwa anak-anak kita memerlukan buku-buku yang sesuai dengan tahap kemampuannya. Sehingga mereka dapat menikmati perjalanan membaca yang bermanfaat dan menyenangkan, hingga kemudian akan berdampak positif pada budaya membaca dan program pengembangan budaya literasi ke depan,” pungkas Kapusbuk. (adv)

Tags: bukuMembacaPerjenjangan Buku

Berita Terkait.

aktor
Nasional

Polisi Dalami Aktor Intelektual di Balik Kelompok Tertangkap saat May Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:08
Irene-Umar
Nasional

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:04
Sudjatmiko
Nasional

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43
Brian
Nasional

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:23
gadai
Nasional

Hari Buruh, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masjid di Ambalawi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:13
Kemenpar memperkuat standar keamanan destinasi nasional dengan menyiapkan 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk menjalankan Program Keselamatan Wisata 2026. Foto: istimewa
Nasional

Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi Jalankan Program Keselamatan Wisata 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3373 shares
    Share 1349 Tweet 843
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1585 shares
    Share 634 Tweet 396
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1252 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.