• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tekan Kematian Ibu di Semarang, BKKBN Lakukan Melalui Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 14 Mei 2023 - 02:02
in Nusantara
stunting

Warga melintas di samping spanduk cegah stunting saat Sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Balai Desa Banjar Agung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (30/1/2023). Foto : Antara/Oky Lukmansyah/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berupaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Semarang, Jawa Tengah, melalui pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi dokter dan bidan.

“BKKBN terus berupaya meminimalkan AKI, di antaranya melalui program Keluarga Berencana (KB) dengan layanan berkualitas yang aman, berkelanjutan, kesertaan sukarela, tidak diskriminatif, dan informed choice. Pelayanan KB yang berkualitas sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia,” kata Direktur Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BKKBN Eka Sulistia Ediningsih di Jakarta, Sabtu (13/5/2023).

BacaJuga:

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Eka menuturkan pelatihan pada para dokter dan bidan itu dilatarbelakangi oleh data milik Dinas Kesehatan Jawa Tengah, yang menunjukkan AKI di wilayah setempat mencapai 84,6 per 100.000 kelahiran hidup atau 485 kasus kematian ibu sepanjang tahun 2022.

Angka itu terpantau mengalami penurunan dari 199 per 100.000 kelahiran hidup atau 1.011 kasus kematian ibu pada tahun sebelumnya. Melalui Pokja Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) BKKBN, pelatihan dibagi menjadi enam angkatan pelatihan yang digelar mulai Februari hingga September 2023.

Eka menjelaskan pelatihan dibagi dalam dua model yakni daring dan klasikal untuk lebih meningkatkan kompetensi pemasangan alat kontrasepsi. Pelatihan menghadirkan narasumber yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, PD IBI Provinsi Jawa Tengah, dan POGI.

Selama masa pelatihan peserta dibekali dengan mata pelatihan meliputi kebijakan dan strategi pelayanan keluarga berencana, etika dan keselamatan pasien (patient safety) dalam pelayanan KB, serta konsep pelayanan kontrasepsi.

Sementara mata pelatihan dasarnya meliputi konseling keluarga berencana, kontrasepsi pada kondisi khusus, pelayanan kontrasepsi, rujukan pelayanan KB, pencegahan pengendalian infeksi, pencatatan dan pelaporan pelayanan KB, dengan mata pelatihan penunjang meliputi building learning commitment, antikorupsi, dan rencana tindak lanjut.

“Peserta diharapkan mampu menjadi tenaga medis yang punya nilai kompetensi dasar pelayanan KB. Dengan demikian, para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut mampu melakukan pelayanan kontrasepsi di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku,” katanya dilansir Antara.

Ia menilai capaian pada Angka Kelahiran Total (TFR) dan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) bisa tercapai, bila para akseptor memakai kontrasepsi.

Pelayanan kontrasepsi yang dilakukan oleh provider tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap menurunnya TFR dan unmet need jika dilakukan kepada para akseptor yang telah memakai kontrasepsi, terutama melalui pelayanan KB pasca persalinan.

“Melalui pelatihan ini BKKBN beserta rekan dan mitra kerja diharapkan mampu menambah akseptor KB baru, baik MKJP, implan, maupun IUD. Sehingga risiko stunting bisa diminimalkan dan diatasi,” ujarnya. (aro)

Tags: bkkbnstunting

Berita Terkait.

bc3
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 14:04
bc2
Nusantara

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Rabu, 8 April 2026 - 12:22
bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.