• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Menikmati Permandian Wakante sembari menunggangi kuda

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 1 Mei 2023 - 06:31
in Daerah
Kuda-Tunggang
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Asyiknya menunggangi kuda mengelilingi permandian mata air Wakante dapat melepas lelah, usai mengendarai sepeda motor selama kurang lebih 30 menit dari Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Saat momen libur hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri ataupun libur lainnya, tentu banyak masyarakat mengisi waktu dengan mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di daerah atau kampung halaman masing-masing.

BacaJuga:

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

Salah satu objek wisata yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi bersama keluarga, orang tercinta ataupun kerabat lainnya adalah Permandian Mata Air Wakante.

Salah satu permandian yang menjadi favorit dan bagus untuk dikunjungi itu terletak di Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Muna.

Tak hanya menjadi andalan bagi masyarakat setempat, daya tarik wisata ini sudah tersohor di luar Kabupaten Muna Barat, sehingga selalu ramai dikunjungi, apalagi di momen hari libur. Pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua cukup membayar Rp2.000 dan Rp5.000 bagi roda empat di pintu masuk.

Baca Juga : Ada Jasad Misterius di Objek Wisata Pantai Minajaya, Sukabumi

Permandian berbentuk kolam, namun tampak berukuran besar ini sangat indah dipandang, dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi, membuat wisatawan merasa nyaman ketika berada di objek wisata ini.

Permandian ini jauh dari hiruk pikuk dan kebisingan knalpot dan padatnya kota yang tak jarang membuat pikiran terganggu. Pengunjung dibuat nyaman, apalagi senyum sapa ramah warga setempat.

Menariknya, permandian ini bak menghipnotis pengunjung karena suguhan dan pemandangan alam serta airnya yang membuat badan tak sabar untuk masuk ke dalam air yang sejuk.

Ketika wisatawan berada di objek wisata ini, pengunjung bisa menikmati sejuknya air permandian Wakante yang sumbernya keluar dari akar pohon yang menjulang tinggi.

Pengunjung pun tak perlu risau jika tidak pintar berenang karena di permandian ini disediakan jasa penyewaan ban oleh warga asli setempat.

Bahkan, jika wisatawan merasa lapar ataupun dahaga, tak perlu khawatir ataupun harus pergi keluar dari tempat tersebut, karena terdapat lapak dari pelaku usaha mikro yang merupakan warga desa setempat. Mereka mengais rejeki di pinggir-pinggir permandian.

Sejumlah dagangan yang ditawarkan para pelaku usaha mikro di permandian ini berupa mi instan, aneka kue pabrik dan sejumlah makanan lainnya, termasuk jika pengunjung ingin menyeruput kopi.

Selain menikmati sejuknya air, jarang juga wisatawan datang di tempat ini hanya duduk atau sekadar berswafoto bersama orang terdekat.

Permandian Wakante

Permandian Wakante yang sudah tersohor hingga di luar Muna Barat ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna.

Kepala Desa Latugho, Amiruddin, bercerita Wakante dibuka pada tahun 1973. Saat itu lokasi tersebut masih hutan belantara.

Masyarakat datang dari kampung lama membuka lahan baru di Desa Latugho karena di tempat lama mereka kekurangan air. Desa Latugho kini dihuni sekitar 2.000 warga dari 480 lebih kepala keluarga yang mayoritas pekerjaanya petani.

Awalnya, masyarakat Desa Latugho melihat potensi Pemandian Wakante untuk dijadikan tempat wisata. Pada 2010, ada bantuan anggaran dari pemerintah bernama PNPM LMP. Lewat bantuan tersebut, dibuat talut di sekeliling Wakante.

Setelah dibuat, pemerintah daerah mulai melirik. Masuklah dana dari pemerintah untuk membuat gazebo, paving block, dan lainnya. Kemudian pada tahun 2015, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna Barat kembali mengucurkan dana untuk membuat gazebo besar serta pengerasan jalan dari jalan poros menuju Wakante.

Pemerintah desa setempat lalu membuat jalan masuk dan jalan keluar bagi kendaraan roda dua maupun roda empat menggunakan Dana Desa pada 2018.

“Wakante ini kan ramai kalau musim tahun baru, atau hari keagamaan biasanya macet. Oleh karena itu kami buatkan jalan masuk dan keluarnya,” tutur Amiruddin kepada ANTARA.

Ada banyak potensi yang perlu dikembangkan di Wakante, di antaranya pembuatan kolam renang baru untuk anak-anak. Pihaknya akan melengkapi fasilitas berupa kolam renang yang lebih efektif karena kolam sebelumnya cukup berbahaya untuk anak-anak. Sehingga dengan demikian mereka nyaman berenang di sekitaran Wakante.

Selain kolam, pihaknya juga akan membuat flying fox karena aliran sungainya cukup panjang, serta lapangan perkelahian kuda.

Menunggangi kuda

Selain dapat merasakan sejuknya air atau pun berswafoto di sejumlah titik yang disuguhkan Permandian Wakante, para pengunjung juga dapat menguji nyali untuk menunggangi kuda.

Jasa untuk menunggangi kuda ini disediakan di permandian ini oleh sejumlah pemuda desa setempat yang telah menjadi joki. Wisatawan dapat menunggangi kuda cukup dengan membayar Rp15.000.

Tak perlu khawatir, joki kuda akan mendampingi sehingga akan terasa aman. Joki akan mendampingi dengan memegang tali kuda sembari berjalan di depan, atau ikut menunggangi kuda jika penyewa merupakan anak-anak.

Salah satu joki kuda, La Ode Muhammad Tahir yang ditemui ANTARA di sela menawarkan jasa menunggang kuda mengatakan, ia bersama sejumlah kawannya sudah menjadi joki sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Pria kelahiran Desa Latugho Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, 31 Maret 1995 ini menawarkan jasa menunggangi kuda sejak pukul 10.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA.

Pria yang akrab disapa Tahir ini menyebut pengunjung dapat menikmati sensasi menunggangi kuda dengan waktu selama kurang lebih 10 menit. Di tangan pria yang ramah dan murah senyum ini, kuda terlihat tenang dan begitu patuh.

Menunggangi kuda mengelilingi areal permandian tidak menggunakan ukuran waktu, melainkan hanya satu kali putaran atau sekitar 5 sampai 10 menit, lengkap dengan dengan berfoto-foto.

Kuda yang ditawarkan Tahir untuk ditunggangi pengunjung merupakan kuda pamannya. Dalam sehari di momen hari libur, ia bersama rekan-rekannya bisa mengumpulkan uang dari pengunjung yang menyewa jasa menunggangi kuda kurang lebih Rp1 juta.

Seluruh uang yang didapatkan diserahkan ke pemilik kuda. Tahir mengaku uang tersebut kemudian dibagi oleh pemilik kuda ke sejumlah joki sebanyak empat orang. Imbalan yang didapat Tahir digunakan untuk belanja sehari-hari dan tak jarang juga ditabung.

Selama menjadi joki, ia terus mendampingi pengunjung jika menunggangi kudanya, baik orang dewasa ataupun anak-anak. Hal itu dilakukan Tahir sebagai bentuk layanan prima dan bentuk memberi kenyamanan kepada pengunjung.

Anak kedua dari tiga orang bersaudara ini mengaku senang menjadi joki kuda karena bagian dari budaya, dimana Kabupaten Muna Barat dikenal dengan budaya “Tarung Kuda”.

Sembari mengingat-ingat, ia mengaku bisa menjadi joki sejak duduk di bangku kelas 2 SMP setelah Tahir kecil diajari oleh senior-senior yang ada di kampungnya untuk menjadi penunggang kuda yang andal.

Menurutnya, budaya “Tarung Kuda” yang telah melekat di Kabupaten Muna Barat mendorong dirinya untuk menjadi joki. Tak ada larangan dari kedua orang tuanya untuk menunggangi kuda, bahkan justru dukungan yang ia dapatkan.

Pria yang hobi bermain sepak bola ini rupanya tidak ingin menjadikan joki kuda sebagai mata pencarian utama hidupnya. Ia bercita-cita mengabdikan diri pada negara dengan menjadi seseorang dosen.

Saat ini Tahir sedang menempuh pendidikan S2 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, di Kota Kendari, agar bisa mewujudkan cita-cita mulianya.

Meski demikian, Tahir mengaku bahwa menjadi seorang joki akan terus ia lakoni ketika dirinya pulang kampung atau pun saat berada di tanah kelahirannya.

Baginya menjadi joki kuda merupakan bagian dari hal yang harus terus melekat di dirinya, meski tidak rutin dilakukan karena hal itu merupakan bagian dari merawat warisan budaya daerah tersebut.

“Setiap libur Idul Fitri saya pasti jadi joki, karena pasti saya di kampung terus dan momenya di situ ada,” ucap Tahir, menutup perbincangan di siang itu.

Berwisata ke Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, jangan lewatkan mengunjungi Pemandian Wakante, salah satu objek wisata favorit di daerah itu. Selain memiliki air yang sejuk, pengunjung juga dapat menguji nyali menunggangi kuda. (bro)

Tags: HBKNIbu Kota Kabupaten MunaPermandian WakanteRahaSulawesi Tenggara

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Daerah

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026

Selasa, 22 September 2026 - 20:04
Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal
Daerah

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Selasa, 22 September 2026 - 17:05
Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group
Daerah

Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

Selasa, 22 September 2026 - 16:16
bc4
Daerah

Bea Cukai Fakfak Dukung Proyek Strategis Nasional melalui Pelayanan Importasi Tangguh UCC Project

Selasa, 22 September 2026 - 13:53
bc3
Daerah

Gandeng Pemkab Malang, Bea Cukai Amankan 5.100 Batang Rokok Ilegal dari Dua Kecamatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:43
banten
Daerah

Wujudkan Pemerintahan Modern, Gubernur Banten Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan

Selasa, 22 September 2026 - 13:23

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.