• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Moderasi Beragama Masyarakat Suku Badui Sangat Tinggi

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:33
in Nusantara
Badui
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masyarakat suku Badui di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menganut kepercayaan Sunda Wiwitan. Sunda Wiwitan  adalah kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur yang bersatu dengan alam.

Ada yang berpendapat bahwa Sunda Wiwitan juga memiliki unsur monoteisme purba, yaitu di atas para pangersa dan hyang dalam pantheonnya terdapat dewa tunggal tertinggi maha kuasa yang tak berwujud yang disebut Sang Hyang Kersa yang setara dengan Tuhan Yang Maha Esa.

BacaJuga:

Gempa Bumi Guncang Wilayah Jember di Jawa Timur, Pusat Episenter di Darat

Batik Sekar Rinambat Curi Perhatian di Wastra Batik Festival 2026, Bukti UMKM Binaan PEPC Makin Berdaya Saing

Jelang Subuh, Bandar Lampung Dihantam Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,9

Pemerhati masyarakat Badui Uday Suhada mengatakan kepercayaan Sunda Wiwitan yang dianut suku Badui diwariskan secara turun temurun oleh leluhur mereka lewat tradisi lisan bukan tulisan. Cara tokoh adat Badui mewariskan nilai-nilai kepercayaan Sunda Wiwitan adalah dengan keteladanan (teladan hidup) bukan diajarkan secara tertulis.

Baca Juga : Mantan Kades di Tangerang Jadi Tersangka Pungli

“Mereka percaya keseimbangan alam, berdamai dengan alam, menghormati leluhur akan membawa kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan. Karena itu, dalam setiap upacara Seba Badui, mereka selalu berpesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Karena merusak lingkungan dan hutan sama artinya merusak kedamaian dan keharmonisan kehidupan,” ujar Uday kepada indopos.co.id, Kamis (8/12/2022).

Uday yang pernah melakukan penelitian di komunitas suku Baduy ini mengatakan, hutan dan lingkungan di kawasan Badui terjaga dengan baik karena mereka memegang kepercayaan Sunda Wiwitan.

“Mereka sangat menjaga keseimbangan alam. Hutan lindung di kawasan Badui terjaga dengan baik. Mereka membuka kebun di lahan yang memang sudah ditetapkan tokoh adat untuk berkebun. Sedangkan kawasan yang dilindungi tidak pernah tersentuh,” katanya.

Terkait relasi dengan agama lain dalam hal ini Islam, Kristen dan Budha, masyarakat Badui sangat terbuka dan ramah.

“Mereka terbuka menerima siapapun yang datang ke kawasan Badui tanpa memandang latar belakang agama, suku, bahasa dan lain-lain. Masyarakat Badui itu sederhana, jujur, tulus dan ramah dalam menerima siapapun yang berwisata ke sana,” ungkap Uday.

Uday mengungkapkan, memang ada sejumlah warga Badui yang berpindah ke agama Islam, kristen dan Budha tetapi jumlahnya tidak signifikan. Masyarakat Badui yang pindah agama ini, tidak lagi tinggal di komunitas Badui tetapi bergabung dengan masyarakat lainnya di luar Badui.

“Saya memiliki pengalaman pribadi dengan masyarakat Badui. Mereka selalu mengingatkan saya untuk salat. Mereka tidak menggunakan jam tangan dan suara azan tidak terdengar di sana tetapi mereka tahu waktunya untuk salat. Jadi kalau berbicara soal moderasi beragama, mereka sangat moderat. Mereka sangat taat pada kepercayaan dan adat mereka tetapi mereka tidak fanatik berlebihan dan menutup diri terhadap orang lain. Mereka terbuka dan ramah dengan orang lain apa pun agamanya,” katanya.

Menurut Uday, akhlak dan perilaku masyarakat suku Badui, sangat mulia. Orang Badui sangat memanusiakan manusia, antikekerasan, berdamai dengan alam dan lingkungan sekitar.

“Kita berharap keberadaan masyarakat suku Badui harus tetap terjaga dengan baik dan dilindungi oleh pemerintah. Ada banyak nilai yang diajarkan oleh masyarakat Badui, salah satunya keseimbangan alam dengan cara menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Uday. (gin)

Tags: Desa KanekesKabupaten LebakKecamatan LeuwidamarMasyarakat suku BaduiProvinsi BantenSunda Wiwitan

Berita Terkait.

Gempa-Jember
Nusantara

Gempa Bumi Guncang Wilayah Jember di Jawa Timur, Pusat Episenter di Darat

Senin, 29 Juni 2026 - 08:29
Batik
Nusantara

Batik Sekar Rinambat Curi Perhatian di Wastra Batik Festival 2026, Bukti UMKM Binaan PEPC Makin Berdaya Saing

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:04
Gempa-Lampung
Nusantara

Jelang Subuh, Bandar Lampung Dihantam Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,9

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:17
ntb
Nusantara

Krisis Air Meluas, Kemarau Bikin Ribuan Warga di Jateng dan NTB Menjerit

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:19
Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Nusantara

Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:14
Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Petani di Perkebunan Agrinas, DPR Minta Proses Hukum Transparan
Nusantara

Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Petani di Perkebunan Agrinas, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:01

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1693 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1633 shares
    Share 653 Tweet 408
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Selebrasi
Olahraga

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Editor Ali Rachman
Senin, 29 Juni 2026 - 10:41

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Kanada Jesse Marsch menyanjung, penampilan timnya setelah menang dramatis 1-0 atas Afrika Selatan di 32 besar...

SelengkapnyaDetails
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.