• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Presiden Tunisia Upayakan Perluasan Kekuasaan Dalam Konstitusi Baru

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 1 Juli 2022 - 15:09
in Internasional
Presiden Tunisia

Arsip - Presiden Tunisia Kais Saied berpidato pada upacara pengambilan sumpah pemerintah di Istana Carthage di luar Tunis, Tunisia, 27 Februari 2020. Antara/Fethi Belaid/Pool via Reuters/as

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Tunisia Kais Saied menerbitkan sebuah rancangan konstitusi baru pada Kamis (30/6), yang akan digunakan untuk mengadakan referendum bulan depan.

Saied memperluas kekuasaannya sendiri dan membatasi peran parlemen dalam pemungutan suara yang sebagian besar partai politik telah menolak.

BacaJuga:

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Maroko Buka 50 Beasiswa untuk Indonesia, DPR Sambut Positif Kerja Sama Pendidikan

Saied telah memerintah melalui dekret sejak Juli, ketika dia mengesampingkan parlemen dan konstitusi demokratis 2014 dalam langkah yang disebut musuhnya sebagai kudeta.

Saied bergerak menuju pemerintahan satu orang dan berjanji untuk menata ulang sistem politik, dilansir Antara.

Baca Juga : KBRI Promosikan, Dorong Ekspor Kopi Indonesia ke Tunisia

Intervensinya pada musim panas lalu telah mendorong Tunisia ke dalam krisis politik terbesarnya sejak revolusi 2011 yang menggulingkan mantan otokrat Zine al-Abidine Ben Ali dan memperkenalkan demokrasi.

Para pemilih akan diminta untuk menyetujui konstitusi baru dalam referendum 25 Juli. Tingkat partisipasi minimum untuk referendum itu tidak ditentukan.

Dengan sebagian besar kekuatan politik menentang langkahnya dan mendesak pendukung mereka untuk memboikot pemungutan suara, para analis mengatakan referendum itu kemungkinan akan berlangsung, tetapi dengan keterlibatan publik yang terbatas.

Banyak orang Tunisia jauh lebih fokus pada krisis ekonomi yang berkembang dan ancaman terhadap keuangan publik yang telah menyebabkan penundaan gaji dan mengancam kekurangan barang-barang bersubsidi utama.

Rancangan konstitusi yang diterbitkan dalam lembaran resmi Kamis (30/6) malam itu mengatakan Saied akan terus memerintah dengan dekret sampai pembentukan parlemen baru melalui pemilihan yang diharapkan pada Desember.

Konstitusi baru itu juga akan memungkinkan dia untuk mengajukan rancangan undang-undang dan memiliki tanggung jawab tunggal untuk mengusulkan perjanjian dan menyusun anggaran negara, kata lembaran itu.

Konstitusi baru itu akan menciptakan ‘Dewan Daerah’ baru sebagai kekuatan politik kedua parlemen.

Sebelumnya, kekuasaan politik lebih langsung dijalankan oleh parlemen, yang mengambil peran utama dalam pengangkatan pemerintah dan pengesahan undang-undang.

Di bawah konstitusi baru itu, pemerintah akan bertanggung jawab ke presiden, bukan parlemen, meskipun majelis itu dapat menarik kepercayaan dari pemerintah dengan mayoritas dua pertiga.

Presiden dapat menjabat dua periode masing-masing lima tahun dan berhak membubarkan parlemen.

Undang-undang pemilu terpisah yang mengatur bagaimana pemungutan suara akan bekerja di bawah sistem politik baru akan diterbitkan kemudian, kata rancangan konstitusi itu.

Namun, hakim, polisi, tentara dan petugas bea cukai tidak akan memiliki hak untuk mogok. Hakim baru-baru ini mogok selama berminggu-minggu sebagai protes atas langkah Saied untuk membatasi independensi peradilan.

Dalam sebuah langkah yang mungkin ditentang oleh kaum konservatif, Islam tidak akan lagi menjadi agama negara, meskipun Tunisia akan dianggap sebagai bagian dari negara Islam yang lebih luas.

Namun, Saied telah mempertahankan sebagian besar konstitusi 2015 yang menyebutkan hak dan kebebasan, termasuk kebebasan berbicara, hak untuk berorganisasi dan hak untuk berkumpul secara damai.(mg2)

Tags: Kais SaiedkonstitusiPresiden TunisiaTunisia

Berita Terkait.

iran
Internasional

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11
Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis
Internasional

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:17
DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil
Internasional

Maroko Buka 50 Beasiswa untuk Indonesia, DPR Sambut Positif Kerja Sama Pendidikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:12
Johnny-Eddizon-Isir
Internasional

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:04
Prajurit
Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:23
vance
Internasional

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1693 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1634 shares
    Share 654 Tweet 409
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar
Olahraga

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Editor Juni Armanto
Senin, 29 Juni 2026 - 17:35

INDOPOSCO.ID - Timnas Jepang akan menghadapi tantangan berat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim Samurai Biru dijadwalkan menantang...

SelengkapnyaDetails
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.