• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Dilarang Main di Wimbledon, Petenis Rusia Merasa Didiskriminasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 22 April 2022 - 10:24
in Olahraga
rusia

Arsip foto - Petenis Rusia Andrey Rublev beraksi selama pertandingan babak keempat Wimbledon melawan petenis Hungaria Marton Fucsovics di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, pada 5 Juli 2021. (ANTARA/REUTERS/Jed Leicester)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Petenis peringkat delapan dunia Andrey Rublev menyebut larangan Wimbledon terhadap petenis Rusia dan Belarus “sepenuhnya diskriminasi,” sementara federasi tenis Belarus mengatakan keputusan itu hanya akan “menghasut kebencian.”

“Alasan yang mereka (Wimbledon) berikan kepada kami tidak masuk akal, itu tidak logis,” kata Rublev di sela acara ATP Beograd, dikutip dari AFP, Jumat.

BacaJuga:

Bhayangkara FC vs Persib: Maung Bandung Usung Pesan Lugas

PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

Hasil Super League: Borneo Kudeta Persib, Madura-Dewa United Menang Identik

“Apa yang terjadi sekarang adalah sepenuhnya diskriminasi terhadap kami.”

Wimbledon, Rabu, melarang semua petenis Rusia dan Belarus untuk ambil bagian dalam turnamen Grand Slam tersebut tahun ini sebagai tanggapan atas invasi Ukraina.

Keputusan itu membuat Rublev serta rekan senegaranya peringkat dua dunia Daniil Medvedev dan peringkat keempat putri Aryna Sabalenka dari Belarus absen dalam turnamen yang akan digelar pada 27 Juni- 10 Juli itu.

“Melarang petenis Rusia atau Belarus…tidak akan mengubah apa pun,” ujar Rublev, yang mengatakan mengalihkan dana hadiah Wimbledon, yang tahun lalu berjumlah 35 juta poundsterling (Rp655 miliar), akan memiliki efek yang lebih positif.

Baca Juga: Djokovic Kembali Berkompetisi di Monte Carlo

“Memberikan semua hadiah uang untuk bantuan kemanusiaan, kepada keluarga yang menderita, kepada anak-anak yang menderita, saya pikir itu akan berdampak sesuatu.”

“Tenis akan, dalam hal ini, menjadi olahraga pertama dan satu-satunya yang menyumbangkan uang sebanyak itu dan itu adalah Wimbledon sehingga mereka akan mendapat semua pujian.” seperti dikutip Antara, Jumat (22/4/2022).

Federasi Tenis Belarus (BTF) menyebut pejabat pemerintah Inggris “tidak kompeten dan tidak tahu.”

“BTF dengan tegas mengutuk keputusan yang diambil oleh penyelenggara Wimbledon untuk menskors pemain tenis Belarus dan Rusia,” kata BTF dalam sebuah pernyataan.

“Tindakan destruktif seperti itu sama sekali tidak berkontribusi pada penyelesaian konflik, tetapi hanya menghasut kebencian dan intoleransi secara nasional.”

Badan tenis tersebut menambahkan bahwa saat ini kepemimpinan BTF tengah berkonsultasi dengan firma hukum internasional terkait hukum olahraga.

“Strategi sedang dikembangkan yang ditujukan untuk melindungi, pertama-tama, pemain tenis Belarus di seluruh dunia, dan tenis di dunia. Republik Belarus secara keseluruhan.”

Pelopor tenis AS Billie Jean King, pendiri WTA pada 1973, mengatakan dia “tidak dapat mendukung” keputusan Wimbledon.

“Salah satu prinsip dasar pendirian WTA adalah bahwa petenis putri di mana pun di dunia, jika dia cukup bagus, akan memiliki tempat untuk berkompetisi,” kata juara Wimbledon enam kali itu.

“Saya mendukung itu pada 1973 dan saya mendukung itu hari ini. Saya tidak dapat mendukung larangan atlet individu dari turnamen apa pun, hanya karena kebangsaan mereka,” ujarnya menambahkan. (mg2)

Tags: diskriminasipetenis RusiaRusiaWimbledon

Berita Terkait.

Pemain-Persib
Olahraga

Bhayangkara FC vs Persib: Maung Bandung Usung Pesan Lugas

Kamis, 30 April 2026 - 12:13
Pemain-PSIM
Olahraga

PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

Kamis, 30 April 2026 - 11:02
Hasil Super League: Borneo Kudeta Persib, Madura-Dewa United Menang Identik
Olahraga

Hasil Super League: Borneo Kudeta Persib, Madura-Dewa United Menang Identik

Rabu, 29 April 2026 - 23:05
Atletico vs Arsenal: Tekad The Gunners Tabrak Tembok Kokoh Los Colchoneros
Olahraga

Atletico vs Arsenal: Tekad The Gunners Tabrak Tembok Kokoh Los Colchoneros

Rabu, 29 April 2026 - 20:31
Stefano-Lilipaly
Olahraga

Dewa United vs Persijap: Duel Ambisi di Tengah Tekanan Berbeda

Rabu, 29 April 2026 - 13:25
Pemain-Persik
Olahraga

Persik vs Borneo FC: Macan Putih Andalkan Kolektivitas dan Usung Mental Final

Rabu, 29 April 2026 - 11:43

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1580 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1226 shares
    Share 490 Tweet 307
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.