INDOPOSCO.ID – Dewa United Banten FC kembali bersiap menatap laga krusial pekan ke-30 Super League 2025/26. Kali ini, tim berjuluk Banten Warriors akan menjamu Persijap Jepara di Stadion Internasional Banten, Serang, Rabu (29/4/2026) malam WIB.
Bermain di kandang sendiri, Dewa United tak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga momentum di tengah ketatnya persaingan papan atas klasemen.
Di tengah jadwal yang padat, pelatih Jan Olde Riekerink memastikan timnya tetap berada dalam kondisi siap tempur. Waktu persiapan yang terbatas disebut bukan alasan untuk tampil di bawah standar.
“Kami memang memiliki waktu persiapan yang sangat singkat. Namun, saya pikir kami selalu mampu mengatasinya. Kami memiliki kelompok pemain yang luar biasa, kebersamaan tim sangat baik, kemampuan mereka untuk menerima arahan juga sangat baik, dan saya selalu senang dengan sikap yang mereka tunjukkan. Jadi, menurut saya, waktu yang singkat bukanlah alasan untuk tidak siap menghadapi pertandingan,” ujar Riekerink.
Pelatih asal Belanda itu juga mengungkap bahwa pengalaman di laga sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. Saat menghadapi Madura, Dewa United sempat berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.
“Kami juga bisa mengambil pelajaran besar dari pertandingan terakhir. Tentu saja, setelah lima menit, kami sudah tertinggal 0-1 dari Madura. Dalam situasi seperti itu, rencana apa pun yang disusun akan sulit dijalankan karena lawan akan cenderung bertahan. Itulah gambaran pertandingan saat itu,” jelasnya.
Kini, tantangan berbeda menanti. Persijap yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi diprediksi akan tampil habis-habisan, dengan pendekatan permainan yang lebih disiplin dan defensif.
“Sekarang kami akan menghadapi tim-tim yang berada di zona degradasi, sehingga mereka pasti akan berjuang keras. Kami memahami hal itu. Mereka akan bertahan, dan kami juga sudah mengantisipasinya,” jelasnya.
Di sisi lain, Riekerink menegaskan bahwa ambisi timnya belum berubah. Target finis di papan atas masih menjadi prioritas utama, bahkan dengan bidikan yang lebih tinggi.
“Namun di sisi lain, persaingan di klasemen juga sangat ketat, terutama di posisi empat hingga delapan. Kami ingin setidaknya finis di posisi enam, tetapi saya pikir kami harus menargetkan posisi keempat di akhir musim,” sambungnya.
Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa laga ini akan ditentukan oleh kualitas eksekusi, bukan sekadar semangat.
“Kami memiliki tujuan kami, begitu pula mereka. Jadi, menurut saya, ini bukan tentang motivasi, melainkan tentang bagaimana kami mengeksekusi permainan di lapangan,” tutupnya.(her)










