• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Isu Keamanan Siber Agenda Utama Organisasi di ASEAN

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 25 Maret 2022 - 12:11
in Internasional
keamanan siber

Ilustrasi. (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hasil survei terbaru Palo Alto Networks mengungkapkan sebanyak 92 persen organisasi di Asia Tenggara meyakini bahwa keamanan siber merupakan prioritas bagi para pelaku bisnis, menyusul perubahan yang diakibatkan pandemi Covid-19.

“Pandemi telah menjadi katalis bagi para pemimpin bisnis di ASEAN untuk memberi perhatian lebih besar pada langkah-langkah pertahanan keamanan siber mereka,” kata Field Chief Security Officer Palo Alto Networks, Ian Lim, melalui keterangannya, seperti dikutip Antara, Jumat (25/3/2022).

BacaJuga:

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

“Lebih lagi dalam mengelola tenaga kerja jarak jauh di tengah-tengah era yang mengutamakan digital, keamanan siber harus diintegrasikan secara horizontal di seluruh aspek bisnis dan turut dilibatkan dalam setiap kegiatan korporasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, para pemimpin bisnis juga telah mengambil tindakan nyata untuk meningkatkan kemampuan keamanan siber organisasi mereka, dengan 96 persen organisasi memiliki tim IT internal khusus yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko keamanan siber.

Selain itu, lebih dari dua pertiga (68%) berencana meningkatkan anggaran keamanan siber mereka pada tahun 2022, didorong oleh adopsi teknologi keamanan generasi berikutnya (48%), kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan keamanan siber yang ada (46%), dan kebutuhan untuk mengoptimalkan operasi (44%).

Di Indonesia sendiri, bisnis juga memiliki keprihatinan khusus mengenai anggaran keamanan siber mereka saat ini, sehingga 67 persen pelaku bisnis di Indonesia berencana untuk meningkatkan anggaran keamanan siber mereka pada tahun 2022.

Lebih lanjut, kerja jarak jauh membawa tantangan keamanan siber baru.

Responden survei melaporkan bahwa, tantangan paling besar di Indonesia adalah kebutuhan untuk mendapatkan solusi keamanan siber yang lebih luas untuk melindungi diri mereka dari ancaman siber (63%) dan peningkatan transaksi digital dengan pemasok dan pihak ketiga lainnya (57%) .

Mayoritas organisasi di ASEAN sebesar 94 persen dari mereka mengakui bahwa mereka mengalami peningkatan jumlah serangan siber pada tahun 2021, sementara 18 persen organisasi di Indonesia mengalami lebih dari 50 persen peningkatan serangan siber disruptif.

Selain itu, dibandingkan dengan organisasi lain di ASEAN, organisasi di Indonesia memiliki tingkat risiko ancaman siber yang relatif tinggi (41%).

Organisasi di ASEAN memprediksi satu tren keamanan siber baru yang perlu diperhatikan pada tahun 2022, yaitu bagaimana serangan siber dapat mempengaruhi keselamatan pribadi.

“Dalam upaya mempersiapkan diri untuk dunia pasca pandemi, organisasi di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan gangguan dan mengantisipasi segala bentuk ancaman siber yang muncul,” kata Country Manager of Indonesia Palo Alto Networks Adi Rusli.

Berikut beberapa praktik terbaik dan rekomendasi perusahaan untuk tetap berada di depan ancaman keamanan siber.

Lakukan evaluasi keamanan siber untuk memahami, mengontrol, dan memitigasi risiko.

Lalu, Mengadopsi kerangka kerja zero-trust demi mengatasi ancaman keamanan siber saat ini dan merancang arsitektur dengan pola pikir “assume-breach”.

Serta, memilih mitra bukan produk. Mitra keamanan siber yang baik dapat memberikan intelijen ancaman terbaru dan menawarkan saran praktis tentang cara membangun arsitektur siber tangguh di semua lingkungan (lokal, cloud, edge). (mg2)

Tags: ASEANasia tenggarakeamanan siber

Berita Terkait.

Shehbaz-Sharif
Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29
Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05
Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41
Esmail-Baghaei
Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6785 shares
    Share 2714 Tweet 1696
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1739 shares
    Share 696 Tweet 435
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.