• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Seharusnya Pemerintah Intervensi Harga Minyak Goreng

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 22 Maret 2022 - 09:20
in Ekonomi
indopos
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat ekonomi dari Universitas Maritim Maritim Raja Ali Haji, Dodi Dermawan berpendapat pemerintah harus intervensi harga minyak goreng dan memastikan bahan pokok itu tersedia sesuai dengan kebutuhan.

“Pengawasan barang dan harga masih belum maksimal sehingga melahirkan permasalahan. Pemerintah tidak boleh melepaskan harga minyak goreng sesuai harga pasar, melainkan harus intervensi sehingga tidak menimbulkan gejolak,” kata Dodi, di Tanjungpinang, Senin.

BacaJuga:

Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi

Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi

Menkop Ferry Juliantono: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif Nasional

Dodi mengatakan kondisi sekarang menimbulkan kesan pemerintah menyerahkan harga minyak goreng ke pasar. “Ketika diserahkan ke pasar, yang terjadi seperti sekarang ini, muncul gejolak pasar di berbagai daerah, termasuk Kepri,” ucapnya.

Ia minta pemerintah hadir dalam mengatasi permasalahan minyak goreng ini, karena gejolak pasar potensial semakin tinggi menjelang Idul Fitri. Pemerintah harus mengawasi distribusi dan perdagangan minyak goreng.

Pengawasan terhadap distribusi minyak goreng dibutuhkan untuk memastikan tidak ada spekulan di tengah kesulitan masyarakat. Pemerintah harus memastikan para pedagang tidak menggali keuntungan yang berlebihan saat terjadi gejolak pasar.

Contohnya, pedagang seharusnya tidak menaikkan harga minyak goreng kemasan jika komoditas itu dibeli sebelum terjadi permasalahan minyak goreng.

“Kalau stok lama seharusnya menggunakan harga yang lama, bukan dinaikkan sampai 100 persen. Biasanya, warga bisa membeli Rp24.000-Rp30.000/bungkus (2 liter), seharusnya tidak dinaikkan sampai Rp100.000 lebih seperti yang terjadi sekarang,” ujar Dodi.

Dodi mengatakan persoalan minyak goreng jangan dikaitkan dengan “panic buying” karena itu merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat tetap akan membeli minyak goreng, meski harga mahal.

“Kalau bukan kebutuhan pokok, (harganya) tidak apa-apa tidak diintervensi pemerintah. Tetapi persoalan sembako ini memang harus diawasi karena berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat dan daya beli. Ini juga memberi efek terhadap inflasi,” tegasnya.

Penggantian minyak goreng kemasan ke minyak goreng curah juga perlu dilakukan secara bijak. Pengawasan dari pemerintah dan aparat yang berwenang perlu dilakukan untuk memastikan minyak goreng curah tersebut higienis.

Harga minyak goreng curah Rp14.000/liter, jauh lebih murah dibanding minyak goreng kemasan. Minyak goreng curah potensial menjadi pilihan masyarakat jika minyak goreng kemasan yang memiliki label BPOM tidak terkendali menjelang puasa hingga lebaran.

“Perlu libatkan BPOM untuk mengawasinya, jangan sampai ada yang memanfaatkan kondisi pasar dengan mengoplos minyak goreng sehingga tidak higienis,” ujarnya. (bro)

Tags: harga minyak gorengindopos

Berita Terkait.

Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi
Ekonomi

Pertamina Percepat Transformasi Digital, Implementasi AI Tembus Seluruh Rantai Energi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:37
Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi
Ekonomi

Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:04
Menkop Ferry Juliantono: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif Nasional
Ekonomi

Menkop Ferry Juliantono: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:34
Dannif-Utojo-Danusaputro
Ekonomi

PHE Gandeng Elnusa dan Mitra Global, Lelang Migas 2026 Masuk Babak Strategis

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:46
Penelitian
Ekonomi

Pertamina Drilling Ajak Gen Z Desa Ciptakan Coating Anti Karat dari Limbah Makanan

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:45
Nixon-LP-Napitupulu
Ekonomi

BTN Ungkap 6 Juta Rumah untuk Desil 3, Skema KPR 40 Tahun Sedang Dikaji

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    3732 shares
    Share 1493 Tweet 933
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1675 shares
    Share 670 Tweet 419
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1533 shares
    Share 613 Tweet 383
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1197 shares
    Share 479 Tweet 299
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.