• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bangunan Candi di Situs Srigading Miliki Ciri Khas Jawa Tengah

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 7 Maret 2022 - 21:25
in Nusantara
cagar

Seorang anggota tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur membersihkan material tanah pada area pondasi bangunan candi yang ada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (7/3/2022). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyatakan bahwa bangunan candi pada situs Srigading yang ada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki ciri khas bangunan bergaya Jawa Tengah.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho di Kabupaten Malang, Senin mengatakan bahwa hingga pelaksanaan ekskavasi tahap ketiga, bukti-bukti yang ditemukan pada situs tersebut memperkuat dugaan bahwa candi itu memiliki ciri khas bangunan gaya Jawa Tengah.

BacaJuga:

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

“Sampai di sini, dari tahap ketiga ini, semakin memperkuat bahwa candi di situs Srigading memang sesuai dengan hipotesis, bergaya Jawa Tengahan atau Mataram Kuno,” kata Wicaksono.

Wicaksono menjelaskan, selama proses ekskavasi yang dilakukan sejak awal Februari 2022, temuan-temuan yang ada pada situs yang terletak di tengah perkebunan tebu itu memperkuat dugaan bahwa bangunan candi itu berasal dari era Mataram Kuno atau abad ke-10.

Menurutnya, bukti-bukti yang ditemukan berupa batu bata yang memiliki ukuran panjang 35-38 centimeter, lebar 22-25 centimeter dan ketebalan 10-12 centimeter, lebih besar dari ukuran batu bata yang ditemukan pada situs Trowulan yang dibangun pada era Majapahit.

“Ini memperkuat dugaan kita, bahwa batu bata pada situs Srigading berasal dari abad ke-10 Masehi. Berbeda dengan batu bata yang berasal dari era Majapahit,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan ciri khas arsitektur bangunan, candi pada situs Srigading memiliki profil pondasi persegi empat dengan ukuran 10×10 meter yang ditampakkan menonjol di sekeliling bangunan.

Di atas profil kaki bangunan tersebut, menurutnya, berbentuk half moon atau sisi genta yang menonjol dan merupakan penanda atau ciri khas dari bangunan bergaya Jawa Tengah atau era Mataram Kuno.

“Ada profil kaki yang berbentuk half moon atau sisi genta yang menandakan ini ciri dari gaya Jawa Tengahan atau Mataram Kuno,” tambahnya seperti dikutip Antara, Senin (7/3/2022).

Selain itu, hipotesis itu juga diperkuat dengan adanya temuan sejumlah arca seperti arca penjaga candi, Mahakala dan Nandiswara serta arca Agastya pada situs tersebut. Arca-arca tersebut, meskipun kondisinya rapuh, namun memiliki keunikan yakni berkilau jika terkena sinar.

“Data lain yang menunjukkan gaya Mataram Kuno, adalah relief. Fragmen relief yang kita temukan menggambarkan bas relief, tidak seperti gaya Jawa Timuran,” ujarnya.

Saat ini tengah dilakukan ekskavasi tahap ketiga situs Srigading yang berfokus pada penggalian bagian “sumuran” atau tengah candi, melakukan pembersihan sisi utara candi, menampakkan halaman asli situs dan melakukan pendokumentasian candi termasuk hasil temuan.

Situs Srigading pada awalnya dikenal dengan sebutan Cegumuk oleh warga sekitar, yang berarti sebuah gundukan. Situs tersebut ditemukan kurang lebih pada tahun 1985 dengan yoni dan sejumlah arca yang berada di atas gundukan tersebut. (mg1)

Tags: CandiCiri KhasJawa TengahSitus Srigading

Berita Terkait.

Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40
BC-Entikong
Nusantara

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

Selasa, 7 April 2026 - 09:30
KAI
Nusantara

Evakuasi Rampung, 2 Jalur KA di Lintas Bumiayu Dapat Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan

Selasa, 7 April 2026 - 09:20
Nanas
Nusantara

FKPK: Audit BPK Jadi Syarat Tetapkan Kerugian Negara dalam Penanganan Perkara Tipikor

Selasa, 7 April 2026 - 09:10
bc
Nusantara

Operasi di Jalur Distribusi, Bea Cukai Madiun Tindak 120.000 Batang Rokok Ilegal

Senin, 6 April 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.