• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ibu Kota Negara Selalu Menjadi Incaran Para Kombatan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 1 Maret 2022 - 03:33
in Nasional
ikn

Ilustrasi bagian dari desain ibu kota negara. Foto : Kementerian PUPR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keamanan nasional menempati kedudukan vital dalam perkembangan perekonomian dan sosial suatu negara. Salah satu isu yang paling penting dalam keamanan nasional adalah keamanan ibu kota negara.

Melihat dari berbagai strategi peperangan, ibu kota negara selalu menjadi incaran para kombatan. Hal ini dikarenakan ibu kota negara memiliki peran yang strategis sebagai pusat gravitasi dari pemerintahan, ekonomi, serta instrumen militer.

BacaJuga:

Arunala Dorong Penguatan Sistem Perawatan Lansia untuk Hadapi Penuaan Penduduk Indonesia

Bakom Ganti Kepempinan, Akademisi Optimistis Komunikasi Prabowo Makin Efektiif di 2 Tahun Pemerintahan

Dukung Demokrasi Sehat, KSPI Imbau Aksi Buruh 28 Oktober Berjalan Damai Tanpa Anarkis

Dengan demikian, ibu kota negara menjadi objek vital strategis yang harus dilindungi oleh segenap kekuatan militer suatu negara.

Penting bagi Indonesia untuk mengantisipasi berbagai serangan yang menargetkan ibu kota, baik dalam bentuk serangan yang datang dari udara, darat, laut, maupun siber.

Perbincangan mengenai pertahanan dan gangguan keamanan ibu kota baru tak luput dari diskusi publik. Bahkan, diskusi publik telah ramai berlangsung sejak sebelum Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara disahkan. Apalagi, perpindahan ibu kota negara menuju Kalimantan Timur membawa ibu kota Indonesia menjadi lebih dekat dengan Malaysia.

Perpindahan ibu kota negara dari Pulau Jawa menuju Pulau Kalimantan mengakibatkan pergeseran pusat gravitasi dari pemerintahan Indonesia. Strategi pertahanan negara pun mengalami perubahan akibat pergeseran ini.

Potensi Ancaman

Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas RI Bogat Widyatmoko mengungkapkan berbagai potensi ancaman pertahanan dan gangguan keamanan yang mengintai ibu kota negara baru Indonesia, yakni Ibu Kota Nusantara.

Ancaman pertama adalah lokasi ibu kota negara yang berbatasan darat dengan Malaysia. Perbatasan darat dengan Malaysia terbentang sepanjang 2.062 km. Menurut Bogat, hal ini merupakan pintu masuk untuk ancaman pertahanan dan gangguan keamanan.

Apalagi, Indonesia dan Malaysia acap kali terlibat dalam perselisihan mengenai batas-batas wilayah, baik darat maupun lautan. Guna menghindari kondisi tersebut pada masa depan, diplomat Indonesia harus lebih piawai dalam menjalankan diplomasi kepada Malaysia.

Pecahnya konflik dengan Malaysia yang mungkin terjadi pada masa depan dapat menjadi ancaman serius bagi Indonesia karena letak ibu kota yang kini berbatasan langsung dengan Malaysia.

Tidak hanya itu, Bogat juga memaparkan bahwa posisi Ibu Kota Nusantara dikelilingi oleh aliansi-aliansi pertahanan, seperti Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang melibatkan Malaysia, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris, serta aliansi keamanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat atau AUKUS.

Di sisi lain, Ibu Kota Nusantara juga dihimpit dengan keberadaan Belt and Road Initiative (BRI) yang merupakan strategi pembangunan global oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Strategi pembangunan ini tentunya melibatkan pembangunan infrastruktur dan investasi di 152 negara.

Dampak dari himpitan aliansi keamanan yang sarat akan dukungan blok Barat, berikut dengan BRI yang merupakan inisiatif Tiongkok sebagai salah satu negara saingan terkuat Amerika Serikat, kata Bogat, mendatangkan sebuah tantangan geostrategi baru bagi Indonesia.

Terlebih, dengan posisi Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri nonblok.

Terlepas dari netralitas Indonesia, terdapat ancaman lain yang tak kalah berbahaya. Ancaman tersebut adalah ancaman yang datang dari udara. Memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur mengakibatkan letak ibu kota Indonesia menjadi lebih dekat dengan Flight Information Region (FIR) Singapura, Kinibalu (Malaysia), dan Manila (Filipina).

Selain itu, ancaman udara juga meningkat akibat letak ibu kota yang baru berada di dalam radius jelajah intercontinental ballistic missile (ICBM), serta berada dalam radius rudal hypersonic milik negara tertentu.

Ancaman ini yang kemudian menjadi catatan penting bagi pertahanan Indonesia, khususnya pertahanan udara, untuk meningkatkan kapasitas mereka, baik meningkatkan kapasitas sumber daya manusia maupun meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana.

Potensi ancaman lainnya adalah Pulau Kalimantan yang kini sering kali menjadi lokasi dan jalur kejahatan transnasional berlangsung, seperti penyelundupan orang dan penjualan narkotika.

Lebih dari itu, lokasi Ibu Kota Nusantara juga berdekatan dengan terrorist transit triangle, yakni Sulu, Sabah, dan Poso.

Ancaman ini menunjukkan bahwa ketidakstabilan yang dapat terjadi di Ibu Kota Nusantara tidak hanya diakibatkan oleh ancaman yang datang dari luar negeri, seperti perbatasan, aliansi militer, dan radius misil, tetapi juga datang dari dalam negeri.

Menilai dari gentingnya ancaman-ancaman yang mengintai Indonesia pasca perpindahan ibu kota negara, Pemerintah menciptakan sistem pertahanan dan keamanan nasional yang terbaru.

Smart Defense

Untuk mengamankan negara, kata Bogat, Indonesia mengadopsi smart defense. Smart defense merupakan kombinasi dari hard defense atau pertahanan militer, dengan soft defense atau pertahanan nirmiliter.

Terkait dengan pertahanan hard defense atau militer, Indonesia akan berfokus pada penguatan teknologi dalam pertahanannya. Misalnya, meningkatkan kapasitas alutsista dengan teknologi tinggi.

Terkait dengan soft defense, Indonesia akan memberdayakan kearifan lokal. Berdasarkan pengalaman, kata Bogat, penduduk Kalimantan memiliki kecintaan yang sangat lekat terhadap Indonesia sejak zaman Dwikora hingga saat ini.

Kolaborasi antara hard defense dan soft defense akan menghasilkan penguatan pertahanan Indonesia dalam wilayah darat, laut, udara, hingga siber.

Berdasarkan indikator kota layak huni yang dimuat di dalam The Economist, stabilitas keamanan menempati peringkat teratas dan merupakan indikator yang paling penting untuk menjamin suatu kota merupakan tempat yang layak huni.

Adapun pelayanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur menempati urutan selanjutnya di bawah stabilitas keamanan seperti dilansir Antara.

Lemahnya pertahanan dan keamanan akan menjadi beban transaksi terhadap pembangunan, baik dari sisi waktu, risiko, maupun biaya. Seluruh pembangunan dan capaian di bidang ekonomi dapat runtuh seketika bila suatu negara digempur habis-habisan. Oleh karena itu, stabilitas keamanan menjadi variabel utama dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. (aro)

Tags: Ibu Kota NegaraIKNkalimantan

Berita Terkait.

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Nasional

Arunala Dorong Penguatan Sistem Perawatan Lansia untuk Hadapi Penuaan Penduduk Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:30
Bakom Ganti Kepempinan, Akademisi Optimistis Komunikasi Prabowo Makin Efektiif di 2 Tahun Pemerintahan
Nasional

Bakom Ganti Kepempinan, Akademisi Optimistis Komunikasi Prabowo Makin Efektiif di 2 Tahun Pemerintahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:43
Dukung Demokrasi Sehat, KSPI Imbau Aksi Buruh 28 Oktober Berjalan Damai Tanpa Anarkis
Nasional

Dukung Demokrasi Sehat, KSPI Imbau Aksi Buruh 28 Oktober Berjalan Damai Tanpa Anarkis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:22
Kendalikan Inflasi, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Optimalkan Pemanfaatan BTT
Nasional

Kendalikan Inflasi, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Optimalkan Pemanfaatan BTT

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:04
Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta
Nasional

Demo 28 Oktober 2026, Presiden KSPN Ristadi Imbau Jaga Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:30
KSPSI Imbau Demo Mahasiswa Besok Berlangsung Damai
Nasional

KSPSI Imbau Demo Mahasiswa Besok Berlangsung Damai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:49

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5042 shares
    Share 2017 Tweet 1261
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.