• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pembelian Pesawat Rafale untuk Bangun Kekuatan Pertahanan RI

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 17 Februari 2022 - 22:55
in Nasional
jet tempur Rafale

Dokumentasi - Suasana di bagian perakitan jet tempur Rafale untuk Angkatan Udara India di pabrik produsen pesawat Prancis Dassault Aviation di Merignac dekat Bordeaux, Prancis, Selasa (8/10/2019). Antara/Reuters/Regis Duvignau/tm

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Donny Ermawan Taufanto mengatakan rencana pembelian 42 pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis dan pesawat F-15 EX buatan Amerika Serikat merupakan upaya untuk membangun kekuatan pertahanan udara.

“Rencana pengadaan pesawat tempur, baik Rafale maupun F-15 EX beserta persenjataannya, merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah, yang harus dilihat dalam konteks pembangunan kekuatan komponen utama khususnya matra udara,” kata Donny dalam webinar” Menyongsong Pesawat Rafale” di Jakarta, Kamis (17/2/2022), seperti dilansir Antara.

BacaJuga:

Komoditas Kedelai Bergantung Impor, Wamendiktisaintek: Butuh Pendekatan Berbasis Riset dan Inovasi

PDC Perkuat Industri Migas lewat Layanan Outsourcing Terintegrasi

Sinergi KKP Tingkatkan Kualitas Ekosistem Karbon Biru di Pesisir Jakarta

Menurut dia, kondisi kesiapan pesawat tempur di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami kemunduran.

Pesawat tempur F5 Tiger tidak lagi dioperasionalkan dalam beberapa tahun terakhir dan belum ada penggantinya hingga saat ini. Begitu pun, pesawat Hawk 100/200 yang sudah berusia lebih dari 25 tahun, tambahnya.

“Dalam kondisi tingkat kesiapan yang rendah tentunya akan memasuki masa purna tugas beberapa tahun mendatang,” tukasnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia hanya mengandalkan 33 pesawat F-16 AM, BM, C dan D, yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, serta 16 pesawat Sukhoi 27 dan 30 dengan usia hampir 20 tahun sebagai pesawat tempur utama.

“Keterbatasan beberapa suku cadang pesawat serta keterbatasan jenis dan jumlah peluru kendali juga menyebabkan kesiapan tempur pesawat F16 dan Sukhoi 27 dan 30 tidak maksimal,” jelasnya.

Dengan kondisi yang demikian, maka menjadi kewajiban Kemhan untuk merencanakan pesawat tempur, yang akan bertugas di tahun 2030 dan 2040-an.

Proses pengadaan pesawat tempur beserta persenjataannya yang cukup panjang waktunya paling cepat 5 tahun mengharuskan pemerintah untuk mengadakannya pada Renstra 2020-2024, bila pesawat tempur tersebut akan dioperasionalkan pada tahun 2030-an.

“Kegagalan untuk mengadakan pesawat tempur beserta persenjataannya pada renstra ini akan menyebabkan semakin berkurangnya jumlah skadron udara yang siap tempur,” katanya.

Dengan demikian, Rencana Strategis 2020-2024 merupakan periode kritis dalam upaya mempertahankan kesinambungan kemampuan skadron udara tempur.

Alasan pemilihan Perancis sebagai produsen Rafale, katanya, karena alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Prancis kualitasnya tidak kalah dengan alutsista buatan negara maju lainnya; terlebih, Prancis mempunyai posisi tawar cukup netral.

“Posisi tawar Prancis di kancah internasional dan politik luar negerinya yang relatif lebih netral dibandingkan dengan negara Eropa, ini menjadikan Perancis menjadi satu pilihan sumber pengadaan alutsista bagi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Purn. Chappy Hakim mengatakan pembelian 42 pesawat tempur generasi 4,5 dapat dikatakan memecahkan rekor jumlah pembelian pesawat terbang tempur sepanjang sejarah Indonesia pascatahun 1965.

Menurut Chappy, pembelian pesawat tempur Rafale itu merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan Indonesia.

“Pesawat itu merupakan salah satu sub sistem dari sebuah sistem besar pertahanan udara,” katanya.

Dengan demikian, proses pengadaan pesawat tempur pada hakikatnya sebuah upaya meningkatkan kemampuan sistem pertahanan udara nasional.

Chairman Pusat Studi Air Power Indonesia ini pun mengingatkan soal kontrak pembelian pesawat Rafale itu. Dia mengatakan perlu dipelajari terkait pengadaan yang sedikit bermasalah saat India melakukan pembelian Rafale pada tahun 2016.

Ketika itu, tambahnya, dicapai perjanjian dalam proses pengadaan sejumlah 36 pesawat Rafale oleh India.

Persetujuannya 50 persen dari nilai kontrak akan menjadi nilai offset yang menjadi kewajiban pihak Dassault Aviation sebagai pabrik pesawat terbang Rafale.

Namun, sengketa yang mencuat itu belum begitu jelas terekspos di media. (mg3)

Tags: AlutsistaDassault RafaleKemenhankementerian pertahananpesawat tempurPrancis

Berita Terkait.

Fauzan
Nasional

Komoditas Kedelai Bergantung Impor, Wamendiktisaintek: Butuh Pendekatan Berbasis Riset dan Inovasi

Rabu, 29 April 2026 - 12:44
Perwira
Nasional

PDC Perkuat Industri Migas lewat Layanan Outsourcing Terintegrasi

Rabu, 29 April 2026 - 12:24
Tanam-Pohon
Nasional

Sinergi KKP Tingkatkan Kualitas Ekosistem Karbon Biru di Pesisir Jakarta

Rabu, 29 April 2026 - 11:33
Molis
Nasional

Clean Energy Day: Langkah Kecil Pegawai PLN EPI, Dampak Besar untuk Bumi

Rabu, 29 April 2026 - 11:23
Mendikdasmen
Nasional

Posko Pendampingan TKA, Pastikan Pelaksanaan Secara Nasional Tertib

Rabu, 29 April 2026 - 10:42
Irene-Umar
Nasional

Kementerian Ekraf Siap Bawa Pegiat Ekraf Mendunia Bersama Meta

Rabu, 29 April 2026 - 08:40

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2541 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.