• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Pengusaha Tahu di Kediri Kurangi Produksi Imbas Harga Kedelai Mahal

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 16 Februari 2022 - 04:37
in Nusantara
tahu

Pekerja memotong tahu siap jual di gudang pabrik tahu CV Gudange Tahu Takwa (GTT) di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/2/2022). Foto: Antara/Asmaul Chusna

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengusaha tahu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengurangi produksi menyusul harga kedelai yang semakin mahal dan imbas PPKM, guna menekan kerugian yang semakin besar.

“Kami kurangi produksi, karena untuk mengurangi kerugian. Kalau di hari normal sehari bisa hingga 400 kilogram. Saat ini, rata-rata 300 kilogram, bahkan hari ini 200 kilogram,” kata Pemilik CV Gudange Tahu Takwa (GTT) Gatot Siswanto di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jatim, Selasa (15/2/2022).

BacaJuga:

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Ia mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 memang mengurangi produksi. Hal ini karena sejumlah gerai di sejumlah daerah tutup seperti di Surabaya dan Malang.

Namun, pada November 2021, produksi sudah mulai ada peningkatan lagi menyusul status level PPKM yang turun. Hingga, kini ada kenaikan level PPKM lagi, membuat usahanya juga semakin sulit.

Baca Juga: Hampir Separuh UMKM Milik Perempuan Terjerat Utang

“Bulan November 2021 itu, ekonomi mulai normal lagi, hingga ada imbauan dari pemerintah ada penutupan lagi, omzet turun lagi,” kata dia Selasa (15/2/2022), seperti dikutip Antara.

Ia juga menambahkan, selain PPKM, harga kedelai sebagai bahan baku utama produksi tahu di usahanya juga mahal.

Sejak dua pekan lalu, harga kedelai Rp11 ribu per kilogram, bahkan pernah di harga Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp9.500 rupiah per kilogram.

Kondisi ini membuat UMKM seperti dirinya harus memutar otak agar biaya produksi tidak mengalami kerugian terus.

Ia pun mengaku tidak berani mengurangi kualitas bahan baku, sebab akan mengurangi hasil produksinya. Untuk saat ini, yang bisa dilakukannya adalah berencana menaikkan harga.

“Kami tidak berani untuk pengurangan bahan baku, karena akan mengurangi kualitas produksi. Dengan harga kedelai saat ini, tentu saja harga jual produk kami berupa tahu terpaksa juga kami naikkan. Semula harga per biji tahu Rp900, sekarang naik menjadi Rp1.000,” ujar dia.

Ia juga mengaku hingga kini tetap mempertahankan para pekerja. Walaupun saat ini tidak seramai sebelum pandemi Covid-19, para pengusaha juga tetap masuk.

“Untuk tenaga kerja, tidak ada PHK hanya pengurangan jam kerja saja. Untuk di bagian produksi ini ada 25 orang kerja mulai jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Produknya ada banyak, tahu takwa, stik tahu, tahu bulat,” kata dia.

Ia pun berharap pemerintah mempunyai kebijakan khusus terkait dengan kedelai ini. Saat ini, hampir 100 persen perajin tahu seperti dirinya mengandalkan bahan baku kedelai impor.

Untuk itu, diharapkan harga kedelai bisa stabil, sehingga UMKM seperti dirinya bisa bertahan dan para pekerja tetap bisa bekerja.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengaku pihaknya terus komunikasi intensif dengan pemerintah pusat terkait dengan harga kedelai ini.

Ia pun menambahkan, harga kedelai impor di pasaran mahal, sebab impor pun harganya sudah mahal.

“Kami komunikasi terus dengan teman-teman di pusat, kalau nanti memang harus berkirim surat kami siap. Kalau kedelai, karena memang impornya sudah mahal,” kata Tutik. (mg1)

Tags: Kabupaten KediriKedelaiTahutempe

Berita Terkait.

bc3
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 14:04
bc2
Nusantara

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Rabu, 8 April 2026 - 12:22
bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.