• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

LPDB-KUMKM Terus Perkuat Kolaborasi dan Business Matching Antar Kopontren di Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 4 Februari 2022 - 15:45
in Ekonomi
Business Matching

Acara Business Matching Koperasi Pondok Pesantren, yang diselenggarakan di Kuta, Bali, Jumat (4/2)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus melakukan inovasi untuk menemukan pola dan ekosistem bisnis yang bisa memperkuat dan memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan pondok pesantren, khususnya Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), di Indonesia.

“Saya meyakini, bila semua potensi besar tersebut kita kawinkan, bakal menciptakan bisnis yang semakin efektif bagi pondok pesantren,” ungkap Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, pada acara Business Matching Koperasi Pondok Pesantren, yang diselenggarakan di Kuta, Bali, Jumat (4/2).

BacaJuga:

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

539 Anak Muda Terpilih, Pertamina Buka Pintu Menuju Dunia Kerja

Terlebih lagi, LPDB-KUMKM mengemban dua amanah utama dari Menteri Koperasi dan UKM yang salah satunya adalah fokus dan konsentrasi membesarkan bisnis syariah di Kopontren.

“Saya meyakini kita semua memiliki visi yang sama untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” jelas dia.

Dalam tahap awal ini, LPDB-KUMKM menghadirkan beberapa Kopontren yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diperluas pangsa pasarnya. Yaitu, Kopontren Al Ittifaq (Bandung, Jabar), Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren/KSBP Sunan Drajat (Lamongan, Jatim), Kopontren An Nur 2 (Malang, Jatim), dan Kopontren Nurul Jadid (Probolinggo, Jatim).

Baca Juga : LPDB-KUMKM Gandeng Kemenparekraf Perkuat Desa Wisata di Bali Dalam Wadah Koperasi

Bahkan, tak ketinggalan juga pertemuan ini menghadirkan PT BGR Logistics Indonesia, sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jasa logistik dan pergudangan.

“Bisnis Kopontren ini harus beriringan dengan Hub Trend saat ini. Karena, bisnis yang ada pondok pesantren itu besar dan harus besar. Komoditinya apa, sehingga bisa saling terhubung dengan efektif,” kata dia.

Supomo mencontohkan KSBP yang memiliki anggota sebanyak 17 pondok pesantren, yang masing-masing memiliki jumlah santri tak kurang dari 10 ribu orang.

“Kebutuhan santri itu sangat banyak. Tak hanya terkait pangan dan sandang saja, tapi kebutuhan lainnya juga sangat besar,” ucapnya.

Dari satu sisi saja, misalnya seragam santri, Supomo akan menghubungkan kebutuhan bahan baku kain dengan pihak lain, yakni bisa antar Kopontren ataupun dengan pabrikan.

“Itu potensi besar, termasuk bagaimana mendistribusikannya,” imbuh Supomo.

Begitu juga dengan Kopontren Al Ittifaq yang menurut Supomo membutuhkan banyak mitra untuk mengembangkan dan memasarkan produk-produk hortikultura (sayuran) yang memang menjadi core business-nya selama ini.

Saat ini, Al Ittifaq baru mampu memproduksi sayuran sebanyak 7 ton perhari, sedangkan kebutuhannya sebesar 40 ton. Diharapkan nanti dengan terbangunnya Green House, akan meningkatkan produksi sayuran Al Ittifaq menjadi 10 ton perhari.

Untuk Nurul Jadid, Supomo melihat potensi garmen yang bisa terus dikembangkan produk dan pemasarannya.

“Untuk An Nur 2, saya akan fokuskan di holdingisasi, khususnya dalam memasarkan komoditi gula,” tutur Supomo, seraya menyebutkan bahwa KSBP Sunan Drajat saat ini memiliki produksi garam yang cukup besar.

“Jadi, pertemuan strategis ini diharapkan akan memunculkan banyak kerjasama bisnis antar Kopontren, hingga sharing session. Bisa saling meniru atau melengkapi yang sudah ada,” tambahnya.

Nantinya, Supomo berharap, bisnis pondok pesantren akan terlihat dan tergambar bisnisnya dalam satu titik yang kuat dan saling terhubung.

“Harus diingat juga, saat ini, kualitas SDM para santri pondok pesantren itu sangat tinggi. Digitalisasi bukan lagi hal asing bagi mereka. Ada beberapa pondok pesantren yang jaringan IT-nya dibikin para santrinya sendiri,” papar dia.

Ke depan, ketika pola dan ekosistem bisnis antar Kopontren sudah terbentuk dan terjalin, Supomo akan melihat dimana posisi LPDB-KUMKM. Intinya, ke depan apa rencana bisnis para Kopontren dan apa kebutuhannya. Sehingga, LPDB bisa mengetahui harus berada di posisi yang mana.

“LPDB-KUMKM ini tidak sekadar hanya menyalurkan pembiayaan dana bergulir, tapi juga melakukan pendampingan usaha para mitra kami. Kami bisa masuk ke pola dan ekosistem itu dalam bentuk working capital,” ungkap dia.

Halal Value Chain

Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Ari Permana menambahkan, langkah ini juga untuk memperkuat Halal Value Chain berbasis pondok pesantren.

“Ini juga akan memperkuat ekosistem keuangan syariah, khususnya yang dilakukan pondok pesantren, di Indonesia,” kata Ari.

Selain itu, Ari juga berharap bisnis-bisnis di pondok pesantren bisa memperbesar market share ekonomi syariah dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita akan terus melakukan perkuatan permodalan Kopontren berbasis Business Plan. Sehingga, produktifitas bisnis Kopontren akan terus meningkat, seiring dengan perkuatan permodalan,” ulas Ari.

Dalam pertemuan tersebut, CEO Kopontren Al Ittifaq Agus Satria Irawan, Gus Anas Alhifni (KSBP Sunan Drajat), Ma’ruf Mubarok (Kopontren An Nur 2), dan Faizil Syamwil atau Gus Faiz (Kopontren Nurul Jadid), menyambut baik dan atusias menyambut lengkah business matching tersebut.

Irawan menyebutkan bahwa pihaknya sudah bermitra dengan ribuan petani di Jabar, Lampung, dan Riau, serta 10 pondok pesantren. Bahkan, ada sekitat 70 pondok pesantren lainnya yang akan bermitra untuk membangun ekosistem bisnis.

Bagi Irawan, ini merupakan potensi besar dalam Halal Value Chain.

“Mereka akan fokus dalam budidaya tanaman sayuran, kita dalam hal lainnya termasuk distribusi ke pasar-pasar moderen di Bandung dan Jakarta. Hanya saja, saya akui, urusan logistik itu terbilang cukup rumit,” kata Ustad Irawan.

Begitu juga dengan Gus Anas yang mengungkapkan kebutuhannya akan pergudangan dan distribusi bagi produk garam yang dihasilkannya.

“Kami mengirim garam hingga ke Palembang, Sumatera Selatan. Kami juga membutuhkan gudang besar untuk menampung garam,” ucap Gus Anas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan, SDM, dan Business Support PT BGR Logistics Indonesia Energy mengatakan, pihaknya bisa menjalin kerjasama dalam bentuk apapun untuk membesarkan bisnis Kopontren di Indonesia.

“Kita memiliki tiga bisnis utama, yakni warehousing, logistics services, hingga Supply Chain Management atau SCM Profider,” ujarnya.(son)

Tags: kopereasi pondok pesantrenLPDB-KUMKM

Berita Terkait.

epson
Ekonomi

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20
jotun
Ekonomi

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:30
Muhammad Aryomekka Firdaus
Ekonomi

539 Anak Muda Terpilih, Pertamina Buka Pintu Menuju Dunia Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:23
gadai
Ekonomi

Makin Praktis, Kini Cicil Emas Bisa Langsung Lewat Aplikasi BRImo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:03
ferry
Ekonomi

Kemenkop Gandeng KLH Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon dan Ekonomi Sirkular

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:35
elnusa
Ekonomi

Menengok Dapur Energi Elnusa, Teknologi Vibroseis Jadi Salah Satu Andalan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:22

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3690 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.