• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

LPDB-KUMKM Gandeng Kemenparekraf Perkuat Desa Wisata di Bali Dalam Wadah Koperasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 3 Februari 2022 - 14:40
in Ekonomi
lpdb

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara LPDB-KUMKM dengan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Kuta, Bali, Kamis (3/2)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Bali, sebagai provinsi yang memiliki kekuatan ekonomi di sektor pariwisata, menjadi salah satu yang terdampak. Hal ini akibat menurunnya jumlah wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Untuk itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong perkuatan kembali sektor pariwisata, khususnya melalui desa wisata dengan memberdayakan koperasi dan UKM.

BacaJuga:

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Rumah Tangga lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026

Viralitas Media Sosial sebagai Jembatan Pemasaran Hasil Pertanian

“Langkah ini merupakan tindaklanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani, antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang pengembangan koperasi, dan UMKM bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucap Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara LPDB-KUMKM dengan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Kuta, Bali, Kamis (3/2).

Di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Penjajakan Potensi Ekonomi Desa Wisata dan Persampahan Melalui Wadah Koperasi itu, Supomo menambahkan bahwa sudah banyak Kementerian/Lembaga menggulirkan aneka programnya agar pariwisata Bali bisa bangkit kembali.

“Kita akui, Bali merupakan pusat unggulan pariwisata Indonesia. Bali juga memiliki daya tarik tersendiri, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Maka, sangat tepat bila LPDB-KUMKM juga lakukan sesuatu di Bali,” papar Supomo.

Baca Juga : Akselerasi Kinerja 2022, 18 Pejabat LPDB-KUMKM Dilantik

Menurut Supomo, industri pariwisata, khususnya di Bali, memang harus diperkuat karena memiliki banyak impact ke hampir seluruh sendi ekonomi masyarakat.

“Ada desa wisata, kuliner, kerajinan khas daerah, toko oleh-oleh, yang hampir semuanya dijalankan pelaku koperasi dan UMKM,” imbuh Supomo.

Dengan begitu, lanjut Supomo, kehadiran pemerintah akan sangat dirasakan masyarakat pariwisata, khususnya di Bali. “Pemerintah, swasta, dan seluruh stakeholder terkait bergerak bersama untuk menata kembali sektor pariwisata di Indonesia,” tukas Supomo.

Lebih dari itu, Supomo juga menekankan bahwa dampak besar Covid-19 saat ini harus dijadikan pengalaman dan pelajaran berharga. Dengan begitu, ke depan, kita harus lebih siap dan tangguh mengantisipasi kondisi seperti ini.

“Kita juga menggelar FGD dengan menghadirkan seluruh stakeholder di Bali untuk dapat menjajaki potensi-potensi pengembangan yang bisa dikerjakan secara bersama-sama,” papar Supomo.

Selain desa wisata, industri persampahan juga memiliki aspek penting. Hal ini sejalan dengan topik utama yang diangkat Indonesia dalam Presidensi G20, salah satunya adalah Transisi Energi. Dalam rangka transisi energi, pemerintah berencana akan membuat prototipe atau percontohan, termasuk dalam hal dukungan finansialnya.

“Melalui diskusi ini, kita juga berharap dapat menggali potensi-potensi yang dapat dikembangkan dari aspek pengolahan persampahan, dalam rangka mendukung program pemerintah,” kata Supomo.

Berdasarkan kajian Bappenas, nilai investasi dari industri daur ulang plastik di Indonesia mencapai Rp20 triliun, dengan perkiraan penyeraan tenaga kerja sebanyak 100 ribu orang.

“Hal ini merupakan potensi yang dapat ditangkap, baik oleh koperasi maupun UKM yang bergerak di sektor persampahan,” tegas Supomo.

Alternatif Pembiayaan

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Fajar Hutomo menegaskan bahwa pengembangan Desa Wisata di seluruh Indonesia merupakan program prioritas yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Ada sekitar 244 Desa Wisata yang bakal dikembangkan dan diperkuat melalui aneka program lintas Kementerian/Lembaga.

“Karena, potensi Desa Wisata itu sangat besar dan masih bisa untuk dikembangkan. Disana ada wisata alam, wisata budaya, hingga produk-produk unggulan khas daerah masing-masing,” ungkap Fadjar.

Bagi Fadjar, perjanjian kerjasama dengan LPDB-KUMKM bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi pelaku koperasi dan UMKM yang mengelola Desa Wisata.

Saat ini, pemerintah pusat tengah menjalankan program fasilitasi akses pembiayaan. Terutama, bagi pelaku usaha pariwisata yang bergerak di masing-masing desa wisata tersebut. Dicontohkan seperti program pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan skema pinjaman tanpa jaminan mencapai Rp100 juta.

“Kemudian, kami juga membantu memperluas akses pembiayaan,” imbuh Fadjar.

Kemenparekraf, menurut Fadjar, akan menjamin akses pembiayaan dan penyiapan infrastruktur bagi 244 Desa Wisata di seluruh Indonesia. Untuk itu, daya saing desa wisata perlu ditingkatkan.

Salah satunya dengan meningkatkan kredibilitas dan kapasitas pemberdayaan bagi unit usaha yang bergerak di Desa Wisata tersebut.

“Secara personal pelaku usaha perlu mandiri membangun ekosistem dan terus meningkatkan kredibilitas, supaya layak investasi dan mendapatkan pendanaan dari pihak ketiga,” tukas Fadjar.

Fadjar menerangkan bahwa pengembangan desa wisata ini berada di bawah payung program Sustainable Tourism atau pariwisata berkelanjutan. Hal itu menjadi kunci utama agar kegiatan pariwisata tidak hanya dinikmati ekslusif oleh kalangan pemodal saja.

“Pariwisata berkelanjutan harus bisa memajukan masyarakat sekitar, memperhatikan kelestarian alam, serta pelestarian kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. (son)

Tags: baliDesa WisataKemenKopUKMkemenparekrafKoperasiLPDB-KUMKM

Berita Terkait.

bc
Ekonomi

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:37
Kinerja Andal Rig PDSI#11.2 Dorong Tambahan Produksi Minyak di Papua Barat Daya
Ekonomi

PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Rumah Tangga lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:05
Viralitas Media Sosial sebagai Jembatan Pemasaran Hasil Pertanian
Ekonomi

Viralitas Media Sosial sebagai Jembatan Pemasaran Hasil Pertanian

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:31
Strategi Bisnis Berkelanjutan ANTAM Diakui, Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Sekaligus
Ekonomi

Strategi Bisnis Berkelanjutan ANTAM Diakui, Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Sekaligus

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:05
Industri Halal Sumbang 27 Persen PDB, BPJPH dan ESQ Bersinergi Perkuat Fondasi SDM
Ekonomi

Industri Halal Sumbang 27 Persen PDB, BPJPH dan ESQ Bersinergi Perkuat Fondasi SDM

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05
Konservasi Mangrove Berbuah Manis, Warga Pasar Rawa Nikmati Peluang Usaha dan Ekowisata
Ekonomi

Konservasi Mangrove Berbuah Manis, Warga Pasar Rawa Nikmati Peluang Usaha dan Ekowisata

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7135 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.