• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Kembali Tergelincir

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 2 Februari 2022 - 10:28
in Ekonomi
Dolar

Ilustrasi: Dolar Amerika Serikat (ANTARA/Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar tergelincir untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah mencapai tertinggi 19 bulan pada akhir pekan lalu, karena data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan setelah pernyataan hati-hati pejabat Federal Reserve (Fed) tentang kenaikan suku bunga tahun ini, mengangkat selera risiko.

Saat dolar melemah, mata uang sensitif risiko seperti dolar Australia, euro, dan pound Inggris menguat.

BacaJuga:

BCA Expo Jabodetabek 2026 Tarik 39.500 Pengunjung, Promo KPR-KKB Berlanjut Online

SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1, Bidik Potensi Migas Baru di WK Pekawai

UMKM Bidik Pasar Global, Pemerintah Perkuat Standar dan Fasilitasi Ekspor

Setelah jatuh hampir 5,0 persen pada Januari, ekuitas dunia mulai Februari sedikit lebih kuat dan pasar mata uang juga telah berubah arah.

Paduan suara pejabat Fed mengatakan pada Senin (31/1/2022) bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada Maret, tetapi berbicara dengan hati-hati tentang apa yang mungkin terjadi dan mengindikasikan keinginan untuk menjaga alternatif tetap terbuka mengingat prospek inflasi yang tidak pasti.

Baca Juga : Dolar Merosot Terpicu Ekspektasi Kenaikan Cepat Suku Bunga AS

Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker sama-sama berhati-hati pada Selasa (1/2/2022) ketika dia mendorong kembali kenaikan suku bunga setengah poin persentase pada Maret, mengatakan dia harus diyakinkan bahwa itu diperlukan.

Louis Navellier, kepala investasi di Navellier and Associates mengatakan pernyataan terbaru menghidupkan kembali “keyakinan bahwa Fed put masih hidup,” mengacu pada kecenderungan The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter, atau mendorong kembali batas waktu untuk menaikkan suku bunga, dalam menanggapi pasar saham yang jatuh.

Selain itu ketika The Fed berusaha untuk mengerem perkiraan kenaikan suku bunga yang lebih cepat, bank sentral di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga acuan mereka atau menandai rencana pengetatan mereka sendiri.

“Mengingat bahwa perbedaan imbal hasil telah bergeser lebih jauh ke AS pada periode itu, kegagalan greenback untuk membuat kemajuan lebih lanjut agak membingungkan,” tulis Ekonom Pasar Senior Capital Economics, Jonas Goltermann, seperti dikutip Antara, Rabu (2/2/2022).

“Tetapi faktor kuncinya mungkin adalah bahwa perubahan terbaru dalam sikap The Fed telah disesuaikan secara luas oleh bank-bank sentral ekonomi maju lainnya,”

Bank sentral di Norwegia, Selandia Baru, dan Inggris telah memperketat kebijakan suku bunga mereka dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut akan datang.

Suku bunga berjangka AS pada Selasa (1/2/2022) telah sedikit menarik kembali kenaikan suku bunga yang lebih cepat, dengan memperkirakan sekitar kurang dari lima kenaikan tahun ini, dimulai pada Maret. Kenaikan suku bunga 50 basis poin menunjukkan kemungkinan sekitar 16 persen, turun dari setinggi 32 persen akhir pekan lalu, menurut data Refinitiv.

Pada perdagangan sore, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,3 persen menjadi 96,423, setelah mencapai level tertinggi 19 bulan minggu lalu.

Data manufaktur AS pada Selasa (1/2/2022) datang di bawah ekspektasi dan menambah kerugian dolar.

Ukuran aktivitas manufaktur AS turun ke level terendah 14 bulan pada Januari, ke angka 57,6 dari 58,8 pada Desember di tengah wabah infeksi Covid. Pengeluaran konstruksi AS juga kurang dari perkiraan, turun 0,2 persen.

Euro menguat 0,1 persen menjadi 1,1244 dolar.

Beberapa pelaku pasar percaya euro mungkin lebih menarik daripada yang diperkirakan sebelumnya dalam hal lintasan kenaikan suku bunga dan perbedaan antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Fed bisa menyempit.

ECB meskipun mempertahankan sikap kebijakan moneter ultra-longgar, telah mendorong kembali ekspektasi untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Namun, data inflasi Jerman pada Senin (31/1/2022) jauh di atas ekspektasi, dengan harga konsumen naik 5,1 persen tahun ke tahun di Januari, mendukung pandangan potensi pergeseran hawkish dari ECB.

Dolar juga turun 0,6 persen terhadap yen.

Dolar Australia turun semalam setelah bank sentral Australia (RBA) mendorong kembali terhadap ekspektasi untuk kenaikan suku bunga jangka pendek. Tapi Aussie terakhir naik 0,6 persen pada 0,7114 dolar AS.(mg3)

Tags: Amerika Serikatdollarekonomi

Berita Terkait.

bca
Ekonomi

BCA Expo Jabodetabek 2026 Tarik 39.500 Pengunjung, Promo KPR-KKB Berlanjut Online

Selasa, 29 September 2026 - 08:17
saka
Ekonomi

SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1, Bidik Potensi Migas Baru di WK Pekawai

Selasa, 29 September 2026 - 07:55
maman
Ekonomi

UMKM Bidik Pasar Global, Pemerintah Perkuat Standar dan Fasilitasi Ekspor

Selasa, 29 September 2026 - 07:07
fuso
Ekonomi

Mitsubishi Fuso Terus Dampingi Konsumen, Canter Euro4 Dapat Pemeriksaan Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 05:05
phr
Ekonomi

PHR Perkuat Fasilitas Produksi, Dukung Ketahanan Energi dari Zona Rokan

Selasa, 29 September 2026 - 02:20
btn
Ekonomi

BTN Buka KPR hingga 40 Tahun, Dorong Akses Hunian Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

paes
Olahraga

Maarten Paes Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Garuda dan Gemuruh SUGBK Usai Tahan Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 29 September 2026 - 10:40

INDOPOSCO.ID – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bagaimana Timnas Indonesia bertahan dengan segala tenaga untuk mengamankan satu...

SelengkapnyaDetails
haye

John Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Jadi Anugerah Sekaligus Kutukan

Selasa, 29 September 2026 - 10:30
diks

Indonesia Imbang Lawan Malaysia, Kevin Diks Minta Suporter Hargai Perjuangan Skuad Garuda

Selasa, 29 September 2026 - 09:20
puan

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Senin, 28 September 2026 - 22:12
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3906 shares
    Share 1562 Tweet 977
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1115 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.