• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kemenkeu Nilai Proyeksi Ekonomi RI Kuat di Tengah Moderasi Global

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 26 Januari 2022 - 18:30
in Ekonomi
Kemenkeu

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam Taklimat Media - Tanya BKF yang bertajuk "Dinamika Ekonomi Terkini dan Strategi Kebijakan Fiskal" di Jakarta, Rabu (12/01/2022). Foto: Antara/Agatha Olivia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menilai proyeksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 dan 2023 oleh Dana Moneter Internasional (IMF) tetap kuat di tengah moderasi pertumbuhan ekonomi global.

IMF memprediksikan ekonomi RI tumbuh 5,6 persen dan enam persen pada 2022 dan 2023, dari 3,3 persen di 2021, lebih baik dari moderasi ekonomi global ke 4,4 persen dan 3,8 persen di 2022 serta 2023, dari 5,9 persen pada 2021.

BacaJuga:

Efek Domino Timur Tengah: Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Melonjak

Kolaborasi Pertamina Drilling–PDC dengan Pemkot Prabumulih Perluas Peluang Kerja Lokal

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Terbesar Sepanjang Sejarah Ketahanan Pangan,

“Kuatnya perekonomian Indonesia yang sudah terlihat pada tahun 2022 dan berlanjut ke tahun 2023 adalah bukti bahwa penanganan pandemi berbuah signifikan pada relatif cepatnya pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Febrio dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/1).

Dengan demikian, ia menilai kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif pada 2021 dan diperkuat dengan penciptaan tenaga kerja selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022 menjadi faktor penting, sehingga momentum pemulihan perlu dijaga dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai ke depan antara lain potensi kemunculan varian baru Covid-19, isu disrupsi suplai dan volatilitas harga energi yang memberi ketidakpastian pada tingkat inflasi, serta risiko pada stabilitas keuangan di negara- negara emerging market.

Baca Juga : Wamenkeu Minta Masyarakat Tak Berfikir Negatif soal Utang

“Selain itu, normalisasi kebijakan moneter negara maju dengan menaikkan suku bunga, tensi geopolitik yang masih tinggi, dan isu perubahan iklim juga menjadi risiko-risiko yang perlu diwaspadai ke depan,” katanya Rabu (26/1/2022), dikutip dari Antara.

Menurut dia, IMF memberikan beberapa rekomendasi penguatan kerangka kebijakan komprehensif, yaitu memperkuat kebijakan sektor kesehatan termasuk pemerataan vaksin, perubahan kebijakan moneter yang harus didukung dengan komunikasi efektif, memperkuat posisi dan kesinambungan fiskal, memperkuat kerja sama internasional, serta melanjutkan reformasi struktural dan kebijakan perubahan iklim.

Adapun beberapa penyebab turunnya prediksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi global adalah kemunculan varian Omicron, kenaikan harga energi dan disrupsi suplai yang mendorong lonjakan inflasi, serta adanya kebijakan pengetatan regulasi pada sektor perumahan di Tiongkok.

Moderasi terjadi secara luas pada ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, serta Eropa, di mana pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam diperkirakan turun dari 5,6 persen di 2021 menuju ke empat persen pada 2022, dan 2,6 persen di 2023.

Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan Tiongkok adalah 8,1 persen, 4,8 persen, dan 5,2 persen, sedangkan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen, dan 2,5 persen.

Febrio menjelaskan arah normalisasi kebijakan moneter serta berlanjutnya disrupsi pasokan diperkirakan menjadi kontributor utama melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, sementara perlambatan yang terjadi pada perekonomian Tiongkok diperkirakan merupakan dampak adanya disrupsi pada sektor perumahan serta kebijakan zero Covid-19 yang mempengaruhi mobilitas.

Di Eropa, perkembangan Covid-19 dan gangguan pasokan juga berpotensi mempengaruhi perekonomian ke depan di wilayah tersebut.

Sedangkan, IMF memproyeksikan pertumbuhan negara-negara emerging market utama beragam di 2021 hingga 2023, salah satunya yakni India yang diperkirakan tumbuh tinggi masing-masing sembilan persen pada tahun 2021 dan 2022, namun menurun menjadi 7,1 persen di 2023.

Prospek perekonomian India diperkirakan membaik seiring pertumbuhan kredit yang diperkirakan akan berpengaruh positif pada tingkat investasi dan konsumsi.

Di Kawasan ASEAN-5, ekonomi diperkirakan meningkat pada 2021-2023, contohnya Malaysia sebesar 3,5 persen, 5,7 persen, dan 5,7 persen, Thailand sebesar 1,3 persen, 4,1 persen, dan 4,7 persen, serta Filipina 4,6 persen, 6,3 persen, dan 4,9 persen.(mg1)

Tags: Badan Kebijakan Fiskalekonomi RIKemenkeu

Berita Terkait.

Palm-Oil
Ekonomi

Efek Domino Timur Tengah: Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Melonjak

Jumat, 24 April 2026 - 01:05
Pertemuan
Ekonomi

Kolaborasi Pertamina Drilling–PDC dengan Pemkot Prabumulih Perluas Peluang Kerja Lokal

Jumat, 24 April 2026 - 00:29
Beras
Ekonomi

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Terbesar Sepanjang Sejarah Ketahanan Pangan,

Kamis, 23 April 2026 - 22:52
AHY
Ekonomi

Kolaborasi Global di DXI 2026, AHY Dorong Wisata Bahari Jadi Mesin Ekonomi Baru

Kamis, 23 April 2026 - 20:20
RUPST
Ekonomi

BTN Perkuat Modal, Targetkan Pertumbuhan Kredit 10 Persen di 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:39
wig
Ekonomi

Rambut Palsu dari Yogyakarta Tembus Pasar Amerika Serikat, Devisa Rp2,2 Miliar

Kamis, 23 April 2026 - 18:38

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1322 shares
    Share 529 Tweet 331
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.