• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Protes ke Pabrik Semen Merah Putih, Petani Bakar Tanaman Padi

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 25 Januari 2022 - 08:30
in Nusantara
Padi

Areal persawahan yang mengering karena sumber mata air rusak akibat aksi penambangan oleh PT CI produsen semen Merah Putih

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID– Sejumlah petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten yang memiliki lahan sawah di blok Tangkele, Desa Pamubulan, mencabut tanaman padi yang baru saja ditaman di sawahnya. Usai mencabut tanaman padi, para petani lalu membakar tanaman padi tersebut.

Menurut sejumlah petani, sejak berdirinya pabrik semen Merah Putih di wilayah mereka, sejumlah petak sawah milik petani terlihat mengering dan tanahnya retak-retak. Hal itu terjadi, akibat tidak adanya pasokan air untuk mengairi sawah mereka karena hilangnya pasokan air ke areal persawahan akibat adanya penambangan yang dilakukan oleh pabrik semen raksasa tersebut.

BacaJuga:

Penumpang Kehilangan Tas di Bus, Polisi Banyumas Bantu Menemukan

Bea Cukai Entikong Gagalkan Dugaan Penyelundupan Beo Nias di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sinergi Bea Cukai dan Polda Bangka Belitung dalam Temuan 21,4 Kg Sabu di Perairan Selat Nasik

Aksi bakar tanaman padi ini dilakukan petani, sebagai bentuk protes dan kekecewaan mereka kepada perusahaan PT Cemindo Gemilang yang diduga menjadi penyebab hilangnya pasokan air akibat mata air yang telah rusak.

Baca Juga :

“Sebelum ada tambang milik perusahaan, dalam setahun kami bisa dua kali panen. Sekarang, setelah gunung yang ada di atas dijadikan tambang oleh pabrik semen, pasokan air sudah tidak ada,” ujar Sardan, salah satu petani kepada indoposco, Selasa (25/1/2022).

Sardan menjelaskan, sebelum ada tambang batu milik perusahaan, selokan yang ada di sekitar sawah selalu teraliri air. Namun kini, selokan itu sudah tidak ada air sama sekali karena hutan yang ada di gunung sudah rusak. “Dulu mah meski musim kemarau di selokan masih ada air Pak. Sekarang, meski musim hujan, tidak ada air sama sekali di selokan. Kami harus gimana?,” keluhnya.

Keluhan Sardan pun dialami oleh petani lainnya yang memiliki sawah di wilayah tersebut. Endi, petani lainnya, akhirnya mencabut paksa tanaman padi yang belum lama ditanam kemudian membakarnya.

“Percuma Pak dilanjutkan ditanam juga, karena inimah pastinya gagal panen. Ini udah yang kesekian kalinya terjadi. Kami bingung mau protes kemana, ke perusahaan juga kayaknya percuma,” ujar Endi.

Kois, salah satu petani pemilik lahan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tambang milik pabrik semen mengaku tidak berani menggarap sawahnya, karena khawatir tertimpa longsoran batu yang berasal dari area tambang yang berada persis di atas lahannya. “Mau garap gimana Pak, yang ada saya takut ketimpa batu dari lokasi tambang. Kalau lagi meledakan tambang, batu pada jatuh ke lokasi sawah saya. Makanya ketimbang bahaya, mendingan saya nggak garap sawah itu,” kata Kois.

Kois pun berharap, adanya perhatian dan bantuan dari perusahaan pabrik semen Merah Putih, selaku pemilik tambang tersebut.

Ketua Asosiasi pemerintahan desa seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik mengecam adanya kesemena-menaan pihak perusahaan kepada para petani di Desa Bayah Timur. Menurut Rafik, harusnya pihak perusahaan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialami oleh para petani.

“Ini seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Diakui atau tidak, kerugian yang dialami oleh petani itu terjadi pasca adanya lokasi tambang milik perusahaan. Kejadian ini sudah bertahun-tahun dan berulang. Tapi nyatanya belum ada langkah kongkrit dari perusahaan kepada para petani,” ujar Rafik yang juga Kepala Desa Bayah Timur ini.

Rafik pun mendesak kepada PT. Cemindo Gemilang selaku pemilik semen Merah Putih, agar bertanggung jawab secara penuh dan mengganti kerugian yang dialami oleh para petani di Bayah Timur. “Bisa kita hitung angka kerugian yang dialami petani. Berapa kali mereka panen dalam setahun, berapa petak sawah yang gagal panen dan berapa tahun kerugian ini dialami oleh petani. Nanti akan muncul nilai kerugian. Nah, nilai itulah yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengganti kerugian,” tegas Rafik.

Rafik pun menegaskan, jangan sampai keberadaan perusahaan di wilayah Kecamatan Bayah malah merugikan sebagian warganya. Harusnya, keberadaan perusahaan bisa berdampak positif secara menyeluruh. “Jangan sampai pihak satu diuntungkan, tapi ada pihak lain dirugikan. Harga mati bagi saya, industri di Kecamatan Bayah harus menar-benar memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara General Manager (GM) PT Cemindo Gemilang Tanmin Tan yang dikonfirmasi INDOPOSCO terkait keluhan para petani padi di Desa Bayah Timur, mengaku kurang memahami persoalan lapangan di Bayah, dan mempersilakan wartawan untuk konfirmasi ke humasnya bernama Adul.

”Saya kurang memahami kondisi di lapangan, silakan ke pak Adul humas saya, dan dia sudah sangat femiliar dengan wartawan di Bayah,” kilahnya (yas)

Tags: lebakPabrik Semen merah putihpadipanenPetani

Berita Terkait.

Penumpang Kehilangan Tas di Bus, Polisi Banyumas Bantu Menemukan
Nusantara

Penumpang Kehilangan Tas di Bus, Polisi Banyumas Bantu Menemukan

Senin, 16 Maret 2026 - 19:35
Bea Cukai Entikong Gagalkan Dugaan Penyelundupan Beo Nias di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Nusantara

Bea Cukai Entikong Gagalkan Dugaan Penyelundupan Beo Nias di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Senin, 16 Maret 2026 - 16:00
Sinergi Bea Cukai dan Polda Bangka Belitung dalam Temuan 21,4 Kg Sabu di Perairan Selat Nasik
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Polda Bangka Belitung dalam Temuan 21,4 Kg Sabu di Perairan Selat Nasik

Senin, 16 Maret 2026 - 15:50
Yuniar
Nusantara

BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

Senin, 16 Maret 2026 - 11:06
Senjata
Nusantara

Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

Senin, 16 Maret 2026 - 10:25
BC-Kalbagtim
Nusantara

Perluasan Kawasan Berikat PT Phoenix Resources International untuk Kapasitas Produksi Makin Optimal

Senin, 16 Maret 2026 - 10:05

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Dua Pegawai Importir Terkait Kasus Suap Impor Barang KW

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • 8 Besar Piala FA: Chelsea Jumpa Tim Kejutan, City vs Liverpool Jadi Sorotan

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.