• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Panen Kacang Tanah di Sargen, Mentan SYL Gerakkan Hilirisasi hingga Ekspor

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 10 Januari 2022 - 17:34
in Ekonomi
Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) didampingi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan panen kacang tanah di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Senin (10/1/2022).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen sekaligus hilirisasi kacang tanah di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Senin (10/1/2022).

Kegiatan ini merupakan upaya menggairahkan produksi kacang tanah sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi strategis dalam meningkatkan langsung perekonomian masyarakat pedesaan dan juga perenomian nasional denganmenembus pasar ekspor.

BacaJuga:

Pengelola Fiskal Perlu Kuasai AI hingga Baca Tren Global, Ini Alasannya

Sabut Kelapa Minahasa Selatan Tembus Pasar China, Limbah Jadi Devisa

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

“Saya hadir di sini agar Sragen menjadi lebih maju. Bayangkan 2 tahun kita dihajar Covid 19 dan sektor pertanian yang hanya mampu bertahan karena PDB sektor pertanian 2020 tumbuh 16,24 persen di tengah sektor lain turun dan ekspor pertanian pada 2021 meningkat lebih dari 47 persen. Oleh karena itu, saya mau Sragen menjadi kawasan percontohan budidaya kacang tanah hingga hilirisasinya. Kalau Bupati punya semangat tinggi, kita ekspor kacang,” kata Mentan SYL pada acara ini bersama Bupati Stagen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian.

Ia menegaskan Kementan bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah Sragren tak hanya berupaya meningkatkan produksi kacang tanah, namun juga berupaya memastikan jaminan harganya. Salah satunya dengan menggandeng off takker untuk mempertemukan pasar dengan petani sehingga sama-sama mendapat keuntungan.

Baca Juga : Perkembangan Vaksin Covid-19 Produksi Dalam Negeri

“Ini adalah yang diharapkan Bapak Presiden, yakni melakukan reguler maksimum. Jadi kegiatan regulernya Bupati kita booster dan mengkorporasikan petani, dimana dari hulu ke hilirnya kita asistensi sampai dengan tingkat off taker atau marketnya disiapkan dengan baik,” terangnya.

SYL menambahkan pengembangan budidaya kacang tanah pun harus diwujudkan dengan konsep integrasi farming sehingga tidak hanya memproduksi kacang tanah namun juga mendorong peningkatan produksi komoditas lainnya. Hal ini pun merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada secara optimal.

“Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya tanam kacang tapi juga bisa disisipkan tanaman kedelai dan jagung serta lainnya akan panen bergantian dalam satu hamparan sehingga stagnasi aktivitas perekonomian masyarakat bisa kita perkecil,” bebernya.

“Upaya mendorong pengembangan kacang tanah ini pun kita intervensi dengan artifiel inteligence, mekanisasi pertanian, penumbuhan petani milenial, dan juga yang terpenting penyiapan Bapak Presiden melalui dana KUR (kredit usaha rakyat,- red) pun harus kita dorong bersama perbankan untuk memudahkan petani mendapatkan modal usaha,” pinta SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan mendukung upaya diversifikasi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dan menjadikan kacang tanah sebagai komoditas andalan ekspor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi makro.

Hal ini optimistis dapat diwujudkan mengingat produksi kacang tanah di Indonesia tahun 2020 naik 0,74% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 437 ribu ton dan komoditas kacang tanah sendiri menyumbang Rp152,5 miliar dari total ekspor pertanian Rp 352,09 triliun.

“Hari ini kita panen, berikutnya luas tanam kita upayakan meningkat dari tahun kemarin, jadi panennya bisa lebih banyak lagi. Ke depan kita dorong ekspor tidak lagi dalam bentuk komoditi, namun dalam bentuk produk jadi. Ini pentingnya arahan Mentan SYL untuk lakukan hilirisasi produk-produk pangan,” ungkap Suwandi.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan Sragen merupakan lumbung padi nasional. Pemerintah daerah Sragen pun tengah mendorong pengembangan komoditas lainnya, salah satunya kawasan kacang tanah dengan luas di tahun 2021 sebesar 3.232 ha dan pengembangan di tahun 2022 menjadi 4.390 ha.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Menteri Pertanian yang telah banyak menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Sragen. Bantuan meliputi benih padi, kedelai, jagung, porang dan bantuan benih kacang tanah dengan pupuk non subsidi,” ucapnya.

Pada kegiatan ini, Mentan SYL pun menyerahkan bantuan pertanian di antaranya alat mesin pertanian, benih padi, jagung, kedelai, porang dan kacang tanah. Mentan SYL pun menyaksikan penandatanganan MoU Petani dengan PTPN IX dan MoU BUMDes dengan Offtaker kacang tanah.(wib/pr)

Tags: hilirisasikacang tanahKementanMentan Syahrul Yasin Limpo

Berita Terkait.

Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Pendanaan dan Modernisasi Partai
Ekonomi

Pengelola Fiskal Perlu Kuasai AI hingga Baca Tren Global, Ini Alasannya

Rabu, 29 April 2026 - 02:27
Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Pendanaan dan Modernisasi Partai
Ekonomi

Sabut Kelapa Minahasa Selatan Tembus Pasar China, Limbah Jadi Devisa

Rabu, 29 April 2026 - 01:23
Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau
Ekonomi

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Rabu, 29 April 2026 - 00:11
Lapangan Mako Ditargetkan 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Turun dengan Jack Up Rig
Ekonomi

Lapangan Mako Ditargetkan 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Turun dengan Jack Up Rig

Selasa, 28 April 2026 - 23:15
RUPST bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Susi Pudjiastuti Masuk Jajaran Komisaris
Ekonomi

RUPST bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Susi Pudjiastuti Masuk Jajaran Komisaris

Selasa, 28 April 2026 - 21:55
Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
Ekonomi

Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR

Selasa, 28 April 2026 - 21:45

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.