• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

IDAI: Obesitas Jadi Masalah Anak yang Terlupakan selama PJJ

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 6 Januari 2022 - 23:45
in Gaya Hidup
Dokumen - Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang

Dokumen - Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumsel, Senin (13/7/2020). ANTARA /Feny Selly

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan obesitas menjadi permasalahan pada anak yang terlupakan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19 berlangsung.

“Dalam praktik, saya sudah ketemu dalam waktu seminggu sudah ada tiga anak yang konsultasi jantung karena obesitas,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso dalam siaran langsung bertajuk “PTM 100% Apa Dampaknya?” yang diikuti secara daring di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (6/1/2022).

BacaJuga:

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Piprim menuturkan, obesitas menyebabkan berat badan terus bertambah sehingga anak dapat merasa lebih cepat lelah. Akibatnya, menambah masalah baru pada anak meski masalah pandemi Covid-19 belum usai.

Dalam contoh kasus yang dia jabarkan, terdapat anak kelas satu SMA yang memiliki berat hingga 120 kilogram.

Selain mudah lelah, obesitas juga berpotensi memberikan celah anak terkena komorbid yang menimbulkan bahaya bagi anak. Sehingga orang tua betul-betul harus memperhatikan setiap asupan gizi yang dikonsumsi anak pada saat belajar di depan layar yang memiliki ruang terbatas untuk anak bisa bergerak.

Menurutnya, meskipun anak terlihat lelah pada saat belajar di depan komputer atau laptop, lebih baik orang tua tidak secara terus menerus memberikan seorang anak sebuah makanan. Terlebih lagi, perlu menghindari konsumsi makanan yang memiliki rasa manis dan juga makanan siap saji.

“Asupan makanan kasih sayang itu tidak mesti diwujudkan dalam memberikan junk food pada anak atau dengan minuman manis. Sudah pasti bikin anak menggelembung berat badannya. Ketika obesitas, dia menjadi terkena komorbid utama pada Covid-19 ini. Jadi kita menjerumuskan anak kita sendiri mohon diperhatikan,” tegas Piprim.

Ketua Satgas Covid-19 IDAI Yogi Prawira mengatakan saat ini semua orang lebih memilih untuk sibuk membicarakan mengenai keganasan dan penyakit kronik dari Covid-19.

Padahal, masalah obesitas merupakan salah satu komorbid yang terlupakan selama pandemi Covid-19.

“Merawat anak dengan obesitas itu sakit dengan apapun deg-degan kita, termasuk demam dengue. Karena dalam kondisi normal pun, badannya sudah meradang, terus begitu ada insult langsung. Apalagi misalnya anak tidak suka olahraga,” kata Yogi.

Guna menyikapi obesitas pada anak, Yogi menyarankan kepada semua orang tua ataupun pihak sekolah untuk melakukan monitoring pada setiap kegiatan anak.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan kerja sama dari setiap pihak untuk menentukan berapa lama aktivitas anak pada saat melakukan kegiatan fisik maupun tidur.

“Sehingga bisa menjadi patokan guru dan orang tua mengenai masing-masing aktivitas tadi. Karena sekarang, sebagian besar yang dikerjakan sedentary, hanya duduk di depan laptop, tidak melakukan apa-apa, ada makanan semua sudah tersedia,” ujar dia.(mg2)

 

Tags: covid-19ikatan dokter anak indonesiaobesitaspembelajaran jarak jauh

Berita Terkait.

taufik
Gaya Hidup

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Selasa, 22 September 2026 - 13:03
mercure
Gaya Hidup

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

Selasa, 22 September 2026 - 06:06
FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05

OLAHRAGA

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan
Olahraga

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 23 September 2026 - 09:46

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pemasok pemain untuk Timnas Indonesia. Lima pemain Macan Kemayoran, yakni...

SelengkapnyaDetails
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.