• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Penetapan UMP DKI, Pengamat Sebut Anies Ingin Dayung Di Antara 2 Pulau

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 23 Desember 2021 - 22:43
in Megapolitan
anies baswedan

Anies Baswedan (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Politik Adi Prayitno menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penetapan upah minimum provinsi (UMP) syarat muatan politik. Anies ingin persepsikan sebagai Gubernur yang berpihak kepada buruh secara umum.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa kalau ingin menarik UMP DKI Jakarta tidak sejak awal Anies menjadi gubernur? Malah dilakukan jelang jalan panjang menuju 2024,” ungkap Adi Prayitno secara daring, Kamis (23/12/2021).

BacaJuga:

OTT Imigrasi Jakbar: KPK Sita Uang Valas hingga Emas

Polisi Tangkap 2 Pembacok Pegawai Restoran di Tomang, Motif Diduga Cemburu

Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Baca Juga : Anggota DPRD DKI Kritik Revisi UMP yang Dilakukan Anies

Menurut dia, publik akan beranggapan kebijakan Anies kental dengan kepentingan di 2024. Apalagi, masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta hanya tinggal delapan bulan lagi.

“Kalau dihitung, masa jabatan Anies tinggal menghitung bulan. Jelas keluarnya kebijakan ini publik akan menilai Anies ingin tinggalkan citra yang baik,” terangnya.

“Anies ingin berpihak kepada buruh, dan ini tidak bisa dinafikan,” imbuhnya.

Ia menilai kenaikan UMP DKI Jakarta tanggung, apabila hanya 5,1 persen. Apalagi Penetapannya banyak melanggar undang-undang (UU). “Kenapa tanggung kenaikan hanya 5,1 persen, tidak sekalian 25 persen atau 100 persen agar elektabilitasnya naik pesat,” tegasnya.

“Kan jelas ada keberpihakannya kepada buruh. Dan elektabilitasnya melesat meninggalkan yang lain,” imbuhnya.

Namun demikian, ia menambahkan pentingnya pemerintah secara transparan membeberkan ambang batas upah minimum (UM). Apabila itu kemudian hanya dimasukkan dalam surat edaran (SE), maka kepala daerah tidak harus patuh untuk melaksanakannya.

“Ini yang kemudian yang dimanfaatkan Anies untuk mendayung di antara 2 pulau sekaligus. Melalui keberpihakan kepada buruh dan kepentingan jangka panjang di 2024,” katanya.(nas)

Tags: Anies Baswedanpengamat politikUMP

Berita Terkait.

Budi-P
Megapolitan

OTT Imigrasi Jakbar: KPK Sita Uang Valas hingga Emas

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:45
Reza
Megapolitan

Polisi Tangkap 2 Pembacok Pegawai Restoran di Tomang, Motif Diduga Cemburu

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19
Menjelajahi Keindahan Bali dalam Semangat Kebersamaan Pengguna V-Strom 250SX
Megapolitan

Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:47
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Megapolitan

Rano Karno Pastikan Dukcapil Percepat Penggantian Dokumen Warga Terdampak Kebakaran

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31
“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi
Megapolitan

Polda Metro Patuhi Putusan PN Jaksel Soal Praperadilan Andrie Yunus

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:31
Pasca-Kebakaran Kemayoran: 679 Orang Mengungsi, Anak dan Bumil Diutamakan
Megapolitan

Pasca-Kebakaran Kemayoran: 679 Orang Mengungsi, Anak dan Bumil Diutamakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:15

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3519 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1033 shares
    Share 413 Tweet 258
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.