• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jelang Nataru Tidak Perlu Panik, Daerah Penyangga Cabai Siap Suplai

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 21 Desember 2021 - 17:42
in Nasional
cabai
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID-Beberapa daerah penyangga produksi cabai seperti Sumedang, Bandung dan Banyuwangi serta di lokasi Gerakan Tanam di Pacitan, Badung, dan Temanggung akan diinstruksikan untuk melakukan suplai cabai ke wilayah Jabodetabek untuk penambahan stok menjelang natal dan tahun baru sekaligus stabilisasi harga. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam pesan tertulis, Selasa (21/12).

Kementerian Pertanian menurut Prihasto menaruh perhatian besar atas fluktuasi dan upaya stabilisasi harga cabai. Harga aneka cabai meningkat di akhir tahun menurutnya merupakan hal yang kerap terjadi dalam satu tahun musim tanam.

BacaJuga:

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

“Beberapa penyebab meningkatnya harga aneka cabai antara lain curah hujan ekstrim yang terus terjadi sejak awal November mengakibatkan berkurangnya hasil petikan panen petani, dengan kata lain produksi tidak optimal sehingga terjadi penurunan supply,” ujarnya.

Baca Juga : Harga Pangan Naik, Wagub DKI Minta Warga Tenang

Penurunan suplai, kata Prihasto, berdampak pada kondisi surplus dan minus secara nasional. Indikator surplus di bawah 10.000 ton per bulan selalu sensitif atas pergerakan harga.

“Beberapa langkah konkrit yang terus dilakukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini antara lain terus menginformasikan Early Warning System (EWS) kepada daerah daerah sentra maupun non sehingga secara bersama sama melakukan langkah antisipasi. Selain itu bersama dengan Badan Ketahanan Pangan untuk terus memantau stok panenan dan di pengepul secara mingguan di lapangan. Jika diperlukan biasanya dilakukan operasi pasar,” papar Prihasto.

Selain itu, peningkatan konsumsi cabai menurut Prihasto juga disebabkan karena membaiknya penanganan Covid 19 di seluruh wilayah dan telah dimulainya sektor pariwisata dan tempat tempat hiburan masyarakat sudah mulai dilakukan relaksasi.

Sementara, terjadinya erupsi Semeru Kab. Lumajang sebagai salah satu sentra Cabai penyangga Jawa Timur dan wilayah Jawa lainnya turut mempengaruhi sehingga harga terkontraksi khususnya di pasar induk cabai Pasar Pare Kediri, karena ada sekitar 110 ha panenan aneka cabai yang terdampak.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha mengatakan bahwa psikologi pasar akhir tahun mendekati natal dan tahun baru juga secara simultan memberi tekanan pada pasar. Meskipun demikian, data dari daerah sentra menyebutkan pasokan cabai hingga akhir tahun terpantau aman.

“Data luas tanam yang bersumber dari Statistik Pertanian Hortikultura (SPH online BPS RI), prognosa produksi cabai besar pada bulan November 2021 sebesar 94.016 ton, kebutuhan 81.011 ton, terjadi surplus sebesar 13.005 ton. Sementara pada Desember 2021 sebesar 94.576 ton, kebutuhan 84.082 ton, terjadi surplus 10.494 ton,” terang Tommy.

Sementara untuk cabai rawit, prognosa November 2021 sebesar 99.629 ton, kebutuhan 77.740 ton, terjadi surplus sebesar 21.889 ton. Pada Desember 2021 diprediksi sebesar 88.001 ton, kebutuhan 80.764 ton, sehingga diperkirakan terjadi surplus 7.237 ton,” terangnya.

Program Jangka Panjang

Ditjen Hortikultura telah mengalokasikan pengembangan kawasan aneka cabai seluas 3.339 ha di tahun 2021 dalam bentuk kampung cabai secara bertahap dan saat ini tidak kurang dari 336 kampung dalam proses registrasi.

Selain itu, penyediaan biaya sewa gudang penyimpanan, bantuan subsidi transportasi angkut produk dan penyediaan cold storage 110 unit. Disamping itu juga turut menyediakan stok benih cabai yang didistribusikan ke kelompok-kelompok tani yang membutuhkan melalui Dinas pertanian daerah.

“Program dan kegiatan pemerintah hanya bersifat stimulan, belum mampu mencover kebutuhan luas tanam ideal untuk kondisi panenan akhir tahun,” papar Tommy.

Saat ini produsen (petani cabai) sedang menikmati harga jual yang bagus setelah hampir 8 bulan mengalami penurunan harga sejak bulan Maret 2021, bahkan sempat menembus Rp.3.000,-/kg di beberapa sentra Jawa. Kenaikan harga saat ini sudah berlangsung sekitar 3 minggu sejak akhir November dan per lahan menembus angka Rp.30.000,- sd Rp.35.000,- di tingkat petani dan Rp.60.000,-/kg di pasaran. (adv)

Tags: CabaiSumedang

Berita Terkait.

iklim
Nasional

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

Sabtu, 19 September 2026 - 23:23
ika
Nasional

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Sabtu, 19 September 2026 - 22:02
ukww
Nasional

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

Sabtu, 19 September 2026 - 21:11
ulama
Nasional

Judi Online dan Pinjol Dinilai Saling Menjerat, DSP PKS Dorong Gerakan Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08
menag
Nasional

Kunjungi 2 Pesantren di Kediri, Menag Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Bahasa Asing

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04
hensat
Nasional

Hensa Ingatkan Bahaya Menelan Informasi dari Potongan Video: Jangan Abaikan Konteks

Sabtu, 19 September 2026 - 14:55

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5531 shares
    Share 2212 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.