• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Sinergi dan Inovasi Food Industry Jadi Fokus Rakerda APJI DKI JAKARTA 2021

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 14 Desember 2021 - 23:57
in Ekonomi
jasaboga

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ciptakan sinergi dan bisnis yang berkesinambungan di masa yang akan datang; Kolaborasi dan adaptif adalah kunci keberhasilan pengusaha F&B. Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis karena memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

“Sebagai sektor strategis dan kritikal, Kementrian Perindustrian berupaya untuk menjaga produktivitas industri makanan dan minuman selama pandemi Covid-19. Namun demikian, kami tetap memastikan di perusahaan tersebut untuk menerapkan protokol kesehatannya secara ketat dan disiplin” kata Plt. Direktur Jendral Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika.

BacaJuga:

ANTAM Tampil di IMRC 2026, Uji Ketangguhan Tim Penyelamat Tambang Indonesia

PTBA dan BKMT Muara Enim Pacu Ekonomi Kreatif lewat Kelas Kreasi Vol. 7

Aktivitas Pengiriman Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas dan Perlindungan Layanan

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur nasional meroket sepanjang semester I tahun 2021. Total nilai ekspor industry pengolahan nonmigas pada Januari-Juni 2021 mencapai US$ 19,58 miliar atau naik 21.68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan dari sisi investasi, industri makanan minuman mampu merealisasikan dananya sebesar Rp 36,6 triliun pada semester I – 2021 di tengah dampak tekanan pandemi Covid-19. Jumlah tersebut termasuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 14,7 Triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 21,9 triliun.

“Bisnis makanan dan minuman diperkirakan mencapai 1,68 juta unit usaha atau 38.27% dari total unit usaha makanan dan minuman secara keseluruhan. Di samping itu, industri ini dapat menyerap 3,89 juta tenaga kerja atau sebesar 38.27% dari total tenaga kerja bisnis makanan dan minuman sehingga menjadikannya padat karya,” ujar Plt Direktur Jendral Industri Kecil dan Menengah (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita.

Menurut hasil survey MarkPlus.Inc, optimasi omnichannel menjadi sangat penting bagi pelaku industri makanan dan minuman.Pelaku bisnis makanan dan minuman perlu memiliki saluran penjualan yang terintegrasi untuk memenuhi keperluan masyarakat pada masa mendatang.
Selain itu, kualitas dari saluran terintegrasi tersebut perlu terjaga agar pengalaman yang dirasakan konsumen melalui omnichannel tersebut dapat terkelola dengan baik.

“Dalam masa yang penuh dengan ketidakpastian, industri makanan dan minuman perlu melakukan kolaborasi dengan sesama pebisnis makanan dan minuman untuk menarik target pasar yang lebih besar lagi dan sebagai pebisnis diharapkan dapat berinovasi baik dari segi pengembangan produk, marketing channel ataupun branding sehingga menjadikan bisnis makanan dan minuman kita lebih sustainable dalam masa mendatang” kata Ketua APJI DKI Jakarta, Tahsya Megananda Yukki.

Dia menambahkan bahwa APJI hadir di tengah pebisnis makanan dan minuman bukan hanya untuk mengedukasi tapi juga menciptakan support system sehingga semua pebisnis makanan dan minuman dapat bebas berkreasi dan berkolaborasi di antara sesama anggota.

Acara Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) DPD APJI DKI Jakarta juga menyelenggarakan talkshow dengan berbagai narasumber. Yang pertama digelar dan dihadiri oleh Ditjen Ikma Kemenperin, Sri Yunianti, Yudha selaku Chief Commerical Officer Goorita, Prilly Latuconsina selaku Co Founder dari Piknik Yuk Nona Manis dan Marbio Suntanu selaku Co-founder & CCO YUMMY Corp. Talkshow ini akan membahas mengenai trend dari industri makanan yang difasilitasi oleh cloud kitchen yang dapat mengoptimalkan biaya sewa dan juga percepatan ekspansi ke berbagai daerah.

Baca Juga: Menperin: Kehadiran JTTS Tarik Investasi di Kawasan Industri Medan

Talkshow yang kedua digelar dan dihadiri oleh BPOM RI yang diwakili oleh Aninsyah, S.SI, Dr. Ir. Muslich dari LPPOM MUI dan Leonard Theosabrata yang merupakan Direktur SMESCO.
Talkshow ini akan membahas tentang pentingnya mendaftarkan produk ke BPOM, LPPOM MUI dan juga bergabung dalam komunitas UMKM SMESCO. Hal ini dikarenakan untuk produk Kuliner dapat dipasarkan secara massif dan ke berbagai daerah, pebisnis Kuliner wajib memperhatikan aturan-aturan mengenai keamanan pangan dan juga kehalalan dari sebuah produk.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas IPB, model bisnis yang dapat dikembangkan oleh para pebisnis makanan dan minuman adalah menekankan pada kinerja inovasi kapabilitas dan kemitraan untuk memperoleh dan memperbarui sumberdaya baru dari lingkungan eksternalnya, sehingga ketika entitas pendukung dan mitranya berkembang pakai pebisnis tersebut ikut berkembang.

Alternatif lain yang sangat dibutuhkan oleh pebisnis makanan dan minuman adalah peran pihak ketiga melalui pegembangan platform yang berfungsi untuk memberdayakan pebisnis dan menciptakan inovasi dengan meningkatkan konektifitas antara stakeholders dalam ekosistem bisnis makanan dan minuman.

Berdasarkan Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Bersama Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI), sebelum pandemi Covid-19, pola konsumsi masyarakat Indonesia adalah farm to table. Namun dengan adanya daya beli masyarakat yang menurun, pebisnis makanan dan minuman perlu melakukan adaptasi supaya ketahanan pangan dan sustainability lebih terasa. Adaptasi tersebut bisa dengan cara digitalisasi agar produsen, supplier, marketer lebih efisien dalam beroperasi karena masyarakat Indonesia sangat berhati-hati membelanjakan uang dan berhemat di tengah kondisi yang tidak menentu.

Covid-19 ternyata mengakibatkan pola konsumsi masyarakat berubah karena kebanyakan dari mereka lebih senang memasak dan makan di rumah sehingga muncul e-commerce yang menjadi andalan artinya pola konsumsi mengalami perubahan dari retail dan gerai offline ke online. Faktor utama yang mendorong keputusan belanja konsumen yaitu ketersediaan produk, fungsi produk dan delivery (kecepatan dan kenyamanan).

Saat ini juga masyarakat bertanya mengenai bagaimana makanan diproduksi, disimpan dan juga ada perubahan pola konsumsi masyarakat antara lain keinginan untuk:

1.Minimal human touch points

Transisi ke home cooking karena konsumen juga ingin membatasi keterpaparan mereka terhadap keramaian. Kondisi ini meningkatkan penjualan bahan pokok memasak, perlengkapan makan, dan makanan pendamping.

2. Healthy eating
Nilai konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran dalam pengelolaan kondisi didokumentasikan dengan baik.

3. Food safety
Kekhawatiran seputar keamanan pangan juga menjadi alasan transisi ke home cooking.

4. Fokus pada makanan lokal
Kesadaran yang meningkat tentang keamanan pangan dan keinginan untuk makanan yang lebih bergizi akan meningkatkan permintaan untuk makanan lokal.

Beberapa inovasi yang diharapkan adalah untuk para pebisnis dapat melakukan:
1. Safety seal dan contactless delivery ketika melakukan pengantaran
2. Menampilkan suhu tubuh dari personnel kitchen
3. Memastikan memakai perlengkapan lengkap seperti hand gloves dan masker ketika menyajikan makanan.

Hal ini perlu didokumentasikan di social media sehingga para calon customer kita juga paham kita telah melakukan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Strategi yang dapat dilakukan pebisnis makan siap (ready to eat) misalnya:

1. Menjual produk melalui channel online dan membuat packaging semenarik mungkin
2. Menghadirkan layanan restaurant favorites at home dimana chef hadir dan memberikan kesan makan di restaurant walaupun harus dilakukan di rumah customer sendiri.
3. Takeaway food dan home meal delivery services misal frozen food dan ready to cook. (ibs)

Tags: Food IndustryInovasiRakerda APJI DKI JAKARTA 2021Sinergi

Berita Terkait.

antam
Ekonomi

ANTAM Tampil di IMRC 2026, Uji Ketangguhan Tim Penyelamat Tambang Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 23:03
ptba
Ekonomi

PTBA dan BKMT Muara Enim Pacu Ekonomi Kreatif lewat Kelas Kreasi Vol. 7

Rabu, 22 April 2026 - 22:32
jnt
Ekonomi

Aktivitas Pengiriman Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas dan Perlindungan Layanan

Rabu, 22 April 2026 - 22:02
swissbelhotel
Ekonomi

Swiss-Belhotel International Luncurkan Aplikasi Mobile, Menginap Lebih Mudah dengan Banyak Benefit

Rabu, 22 April 2026 - 20:40
umkm
Ekonomi

Kolaborasi RI-Swiss Buka Jalan, Produk UMKM Gula Kelapa Ekspor ke Ghana

Rabu, 22 April 2026 - 20:12
menkop
Ekonomi

Menkop dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Membahas Pengembangan Koperasi Sektor Produksi

Rabu, 22 April 2026 - 19:55

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    771 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.