• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Stafsus Presiden: Moderasi Beragama Harus Jadi Gerakan Bersama

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 30 November 2021 - 00:00
in Nasional
AAGN Ari Dwipayana

Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (29/11/2021)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana mengatakan moderasi beragama tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus dibangun secara kolektif sehingga menjadi sebuah gerakan bersama.

Hal itu disampaikan Ari Dwipayana dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Menuju Pencapaian Terakhir Wiweka-Widya, Jnana-Wicaksana” di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (29/11/2021).

BacaJuga:

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

“Kita harus memperbanyak orang- orang yang mau berpikir di tengah, bukan di dua titik ekstrem,” ujar Ari Dwipayana sebagaimana siaran pers yang diterima, di Jakarta, Senin.

Lebih jauh, Ari Dwipayana yang juga Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, menegaskan bahwa jalan tengah bukan berarti menghilangkan identitas atau menurunkan keyakinan atas agama masing-masing. Jalan tengah adalah sikap terbuka atas perbedaan dan keragaman.

Tapi, Ari mengingatkan memperbesar arus tengah bukan sekadar merayakan perbedaan, tapi berikhtiar untuk terus- menerus berdialog untuk mencari titik- titik persamaan, menemukan common words dan common platform, sehingga bisa mengatasi masalah- masalah bersama.

Ari menawarkan beberapa agenda bersama untuk memperkuat arus tengah, Pertama, perlunya memperkuat rujukan- rujukan teologis yang mempertegas posisi agama sebagai ajaran moderat, melalui kajian- kajian intra- agama maupun lintas agama.

Kedua, kajian-kajian dan rujukan teologi moderat juga harus disuarakan secara lantang melalui kampanye dan gerakan moderasi beragama.

“Hal ini sangat penting, mengingat suara kelompok intoleran justru lebih keras dan lantang. Gerakan moderasi harus disuarakan secara lantang dan intensif dalam berbagai ruang publik, baik di dunia nyata maupun dunia maya,” kata Ari.

Ari mengimbau, segenap aktivis dari semua agama bahu- membahu, saling dukung menyuarakan penolakan pada aksi intoleransi, agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Ari juga mengingatkan agar dialog antar-agama dilanjutkan menjadi dialog karya, dimana berbagai kelompok lintas agama menggalang aksi bersama untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan, seperti kemiskinan, keterbelakangan dan juga masalah perubahan iklim yang mengancam dunia.

Orasi Ilmiah diselenggarakan pada Sidang Senat Terbuka IAHN Gde Pudja Mataram yang dirangkai dengan wisuda program sarjana ke-18 dan wisuda program pascasarjana ke-6.

Orasi ilmiah dihadiri oleh Raktor IAHN Gde Pudja Mataram Dr. Wayan Wirata, para Wakil Rektor, Ketua PHDI Provinsi NTB, perwakilan organisasi, lembaga dan yayasan bernafaskan Hindu di NTB.

Turut hadir Manggala Dharma Upapati PHDI NTB Ida Pedanda Gede Kerta Arsa dan wakilnya Ida Pedanda Gede Jelantik Dwija Putra.(mg3)

Tags: ari dwipayanaStaf Khusus Presiden

Berita Terkait.

Irma-Suryani
Nasional

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Kamis, 16 April 2026 - 05:39
Hinca
Nasional

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 22:42
Abdul-Kharis-Almasyhari
Nasional

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

Rabu, 15 April 2026 - 22:22
menaker
Nasional

Hadapi Isu Global Kemnaker Tolak Kerja Paksa, Ini Respons DPR RI

Rabu, 15 April 2026 - 18:28
sekda
Nasional

Perkuat Transformasi Digital di Daerah, ASKOMPSI: Sekda Dapat Pembelajaran Keamanan Siber

Rabu, 15 April 2026 - 18:08
atr
Nasional

Perkuat Sinergi Digital, ATR/BPN Dorong Persepsi Seragam Soal Sertifikat Elektronik

Rabu, 15 April 2026 - 16:58

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2515 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.