• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Minyak Jatuh Di Bawah 80 Dolar

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 20 November 2021 - 13:43
in Headline
minyak

Ladang minyak Equinor di Johan Sverdrup, Laut Utara Norwegia.( ANTARA/ REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO. ID – Harga minyak jatuh sekitar 3 persen menjadi di bawah 80 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa mengancam akan melambatkan pemulihan ekonomi, sementara investor juga memikirkan potensi pelepasan cadangan minyak oleh ekonomi-ekonomi utama untuk mendinginkan harga.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok 2,35 dolar AS atau 2,9 persen, menjadi menetap di 78,89 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate(WTI) AS untuk pengiriman Desember merosot 2,91 dolar AS atau 3,6 persen, menjadi ditutup di 76,10 dolar AS per barel pada hari terakhir kontrak bulan depan.

BacaJuga:

OTT Rektor Unsoed: KPK Amankan Ratusan Juta Rupiah

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT di Purwokerto

PPPK Jadi PNS, DPR Ingatkan Nasib Guru Madrasah Jangan Terlupakan

Sementara itu Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari kehilangan sekitar 2,65 persen atau 3,4 persen, menjadi berakhir di 75,78 dolar AS per barel. Demikian dilaporkan Antara, Sabtu (20/11/2021).

Untuk minggu ini patokan harga minyak mentah AS turun 5,8 persen, sementara Brent turun 4,0 persen, berdasarkan kontrak bulan depan. Kedua kontrak referensi melemah untuk minggu keempat beruntun, untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

“Ketakutan akan hal yang tidak diketahui membebani sentimen pasar,” tutur Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. “Kekhawatirannya adalah bahwa kita akan mendapatkan semacam pelepasan(cadangan minyak) terkoordinasi selama Liburan Thanksgiving minggu depan, ketika volume biasanya rendah dan pergerakan dramatis telah terjadi.”

Austria menjadi negara pertama di Eropa barat yang meresmikan kembali penguncian penuh Virus Corona musim gugur ini, untuk menanggulangi gelombang baru infeksi Covid-19 di seluruh wilayah. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengingatkan mungkin juga harus pindah ke penguncian penuh.

Harga minyak Brent telah meningkat hampir 60 persen tahun ini karena ekonomi bangun kembali dari pandemi dan karena Organisasi Negara- negara Pengekspor Minyak(OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, hanya meningkatkan produksi secara berangsur- angsur.

“Pasar( minyak) secara fundamental masih dalam posisi yang baik tetapi penguncian sekarang menjadi resiko yang jelas… jika negara lain mengikuti jejak Austria,” Analis Pasar OANDA, Craig Erlam, mengatakan dalam sebuah catatan.

Pemerintah-pemerintah dari beberapa ekonomi terbesar dunia sedang memikirkan untuk membebaskan minyak dari cadangan minyak strategis(SPR) menyusul permintaan dari Amerika Serikat, yang pertama kali dikabarkan oleh Reuters, untuk tahap terkoordinasi mendinginkan harga.

Gedung Putih pada Jumat(19/11/2021) menekan kelompok produsen OPEC lagi untuk mempertahankan pasokan global yang mencukupi, beberapa hari setelah diskusi AS dengan beberapa ekonomi terbesar dunia mengenai potensi pelepasan minyak dari cadangan strategis untuk memadamkan harga energi yang tinggi.

Pemikiran tentang rilis SPR AS telah mendorong harga minyak turun sekitar 4 dolar AS per barel dalam beberapa pekan terakhir dan pasokan tambahan hingga 100 juta barel sudah diperkirakan, tutur analis minyak Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Akhirnya, dikatakan setiap pelepasan(cadangan minyak)” hanya akan memberikan perbaikan jangka pendek untuk defisit struktural.”

OPEC+ tetap berpedoman pada kebijakan kenaikan produksi minyak secara berangsur- angsur bahkan ketika harga meningkat, dengan mengatakan pihaknya berspekulasi pasokan akan melebihi permintaan pada bulan-bulan pertama tahun 2022. (mg4)

Tags: ASminyak

Berita Terkait.

unsoed
Headline

OTT Rektor Unsoed: KPK Amankan Ratusan Juta Rupiah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:16
hl
Headline

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT di Purwokerto

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:21
guru
Headline

PPPK Jadi PNS, DPR Ingatkan Nasib Guru Madrasah Jangan Terlupakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:09
nttt
Headline

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Melonjak hingga 92 Ribu Jiwa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:07
gempa
Headline

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32
bnpb
Headline

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:30

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.