• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Enam Negara Ikuti Simposium Internasional SEAVEG 2021

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 19 November 2021 - 21:13
in Nasional
seaveg

SEAVEG merupakan forum diseminasi hasil para akademisi, pengambil kebijakan, industri dan pelaku usaha pertanian termasuk petani milenial di bidang hortikultura. Foto: BPPSDMP Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 200 peserta dari enam negara berpartisipasi pada Symposium Southeast Asia Vegetebles (SEAVEG) 2021 di Yogyakarta selama enam hari, 18 -20 November 2021 melalui tatap muka dan daring.

SEAVEG merupakan forum diseminasi hasil para akademisi, pengambil kebijakan, industri dan pelaku usaha pertanian termasuk petani milenial di bidang hortikultura. Peserta SEAVEG berasal dari enam negara: Indonesia, Belgia, India, Jerman, Portugal dan Taiwan.

BacaJuga:

Pusat Studi Kebangsaan Sayangkan Pernyataan Amien Rais, Ini Responsnya

Komisi III: UU KUHAP dan KUHP Berikan Ruang Demokrasi Buruh Perjuangkan Hak

Polisi Dalami Aktor Intelektual di Balik Kelompok Tertangkap saat May Day

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, 2020 hingga 2021 merupakan tahun yang tidak dapat dilupakan, khususnya dampak pandemi Covid-19 pada sektor pertanian. Pandemi memaksa Indonesia meningkatkan kerjasama dengan mitra intemasional.

“Diawali dengan panggilan darurat bagi komunitas global, karena pandemi Covid-19 yang telah terjadi. Kondisi yang sangat mengkhawatirkan dalam ketahanan pangan,” kata Mentan Syahrul pada simposium internasional yang diinisiasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Baca Juga: Kapolri Apresiasi Kinerja Kementan Penuhi Pangan Nasional

Hal ini penting, katanya, karena Indonesia harus mengembangkan langkah-langkah antisipasi dampak pandemi jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya, kolaborasi dengan pihak swasta, LSM, perguruan tinggi, media massa, lembaga penelitian, politeknik dan lembaga terkait lainnya seperti saat ini melalui SEAVEG 2021 dalam pengembangan hortikultura.

Menurutnya, Kementan terus berupaya melakukan terobosan melalui strategi dan program antisipatif dan adaptif. Strategi Lima Cara Bertindak (Five Ways of Action) dikenal sebagai 5 CB yang mencakup Peningkatan Kapasitas Produksi, Diversifikasi Pangan Lokal, bagian dari kontribusi Indonesia terhadap Dekade PBB bagi Pertanian Keluarga (family  farming) 2019-2028.

5 CB berikutnya, Penguatan Cadangan dan Sistem Logistik Pangan, Pengembangan Pertanian Modern, seperti Smart Farming, Food Estate dan Gerakan Tiga Kali Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) .

“Melalui 5 CB, kami mendorong upaya percepatan transformasi sistem pangan dan pertanian, dengan tidak lagi menitikberatkan pada aspek peningkatan produksi, namun penguatan sistem pangan dan pertanian yang holistik dan terintegrasi,” jelasnya.

Upaya ini terbukti berdampak signifikan, pada 2020, pertanian menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh positif hingga sebesar 1,75 persen (c-to-c) ketimbang 2019 dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kami juga berhasil menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi prevalensi kerawanan pangan atau FIES dan inflasi bahan pangan.  Hal ini dengan jelas menunjukkan ketangguhan sektor pertanian dibandingkan sektor lainnya,” ujarnya.

Mentan Syahrul menambahkan, dalam upaya mencapai pertanian berkelanjutan, sinergi yang dilakukan oleh Kementan adalah fokus pada tiga bagian penting pembangunan pertanian, yakni pengembangan kapasitas SDM, penerapan teknologi digital pertanian, dan penerapan inovasi.

“Saat ini, Kementan mengembangkan Agriculture War Room atau AWR, sebuah pusat kendali untuk memantau dan berkomunikasi dengan petani di lapangan dan lembaga terkait di seluruh pelosok Indonesia,” kata Mentan.

“Penggunaan teknologi informasi dan Internet of Things (IOT) akan membantu para pengambil kebijakan untuk membantu merespons permasalahan di lapangan lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu pondasi penting pembangunan Indonesia adalah pengembangan SDM pertanian untuk menghasilkan tenaga profesional, mandiri, dan berdaya saing.

“Untuk itu, Kementan telah mencanangkan beberapa program untuk mengembangkan petani milenial di antaranya melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan,” katanya.

Melalui program ini, lanjut Dedi, Kementan memperkenalkan pertanian modern kepada petani milenial guna meningkatkan produksi pertanian dan mampu mengelola pertanian dengan baik.

“Kami berharap melalui program ini petani milenial mampu meningkatkan produksi, distribusi dan pemasaran hasil pertanian.  Dalam program tersebut, kita senantiasa bekerja sama dengan semua pihak terkait,” ujarnya.

Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah menyampaikan terima kasih kepada pelaksana sehingga bisa menyambut seluruh tamu dari mancanegara.

“Dalam kesempatan ini kita bisa menyampaikan ide mengenai keberhasilan sektor pertanian Indonesia dalam melewati masa sulit,” katanya. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

amien
Nasional

Pusat Studi Kebangsaan Sayangkan Pernyataan Amien Rais, Ini Responsnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39
habib
Nasional

Komisi III: UU KUHAP dan KUHP Berikan Ruang Demokrasi Buruh Perjuangkan Hak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:19
aktor
Nasional

Polisi Dalami Aktor Intelektual di Balik Kelompok Tertangkap saat May Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:08
Irene-Umar
Nasional

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:04
Sudjatmiko
Nasional

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43
Brian
Nasional

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3393 shares
    Share 1357 Tweet 848
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1586 shares
    Share 634 Tweet 397
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1255 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.