• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Ajar Anak Putus Sekolah Demi Indonesia Cerah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 10 November 2021 - 10:47
in Daerah
anak putus sekolah

Bripka Humaedi saat mengajar anak putus sekolah

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekolah menjadi ujung tombak kemajuan sebuah negara. Karena lembaga itu mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan.

Pada umumnya, tenaga pengajar di sekolah adalah orang yang berprofesi guru. Namun berbeda di Kecamatan Tirtayasa, ada anggota Polisi yang mewakafkan dirinya menjadi pengajar.

BacaJuga:

14 Hari Jadi 12 Jam, Inovasi Panas Bumi Bantu Petani Kamojang Hasilkan Pupuk

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU

Prof Marniati Raih Apresiasi FCoEE di NEXT-D 2026, Kolaborasi Internasional UDI Menguat

Yang menarik, proses belajar mengajarnya itu bukan pada sekolah negeri atau swasta di bawah Yayasan. Tetapi, sekolah biasa yang sengaja dibangun oleh dirinya dan tokoh masyarakat dengan cara gotong royong.

Sosok Polisi itu bernama Bripka Humaedi. Pria yang kerap disapa Medi itu berkedudukan sebagai Babinkamtibmas di Polsek Tirtayasa, Polres Serang, Polda Banten.

Pria Kelahiran Serang 14 November 1986 itu merupakan lulusan Bintara. Mengawali karirnya sebagai abdi negara, Medi bertugas di Polres Lebak. Kemudian di Polsek Cileles, Penmas Polda Banten, Polres Serang, dan Polsek Tirtayasa.

Baca Juga : Dindikbud Banten Larang Kantin Buka di Sekolah, Ini Alasannya

Sejak akhir tahun 2015, tugasnya sebagai Babinkamtibmas selalu aktif berkomunikasi dengan masyarakat, untuk menjaga ketertiban dan keamanan desa.

Medi mengaku inspirasinya mengajar itu bagian dari panggilan hati karena lulusan strata satu (S1) di STIT Serang dan S2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Banten.

“Setelah punya background, apa yang harus saya lakukan untuk masyarakat. Ispirasi mengajar memang suka dengan pendidikan. Saya pernah di pesantren di Tasik, di Pandeglang,” katanya saat ditemui di sela-sela tugasnya di Polsek Tirtayasa, Rabu (10/11/2021).

Ditambah pada saat itu, ada tokoh masyarakat dari Tirtayasa yang melporkan kehilangan ke Polsek. Berdasarkan diskusi yang panjang, di daerah itu terdapat beberapa anak muda yang putus sekolah.

Baca Juga : DKI Harapkan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Bisa Dilaksanakan di Sekolah

Bahkan akibat tidak terdidiknya, hingga melakukan tindak pidana ringan. Kondisi itu membuat resah masyarakat. Di sisi lain, rasa miris terasa lantaran usia remaja harusnya dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

“Awalnya ada laporan kehilangan dari masyarakat. Terus tokoh masyarakatnya bilang, ada anak-anak yang sering naik motor ugal-ugalan, di suruh sekolah nggak mau,” ujarnya.

Setelah melakukan pengamatan di wilayah kerjanya, Medi menemukan anak remaja yang kerap nongkrong di jam-jam sekolah. Ternyata mereka hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) dan tidak meneruskan lantaran keadaan kurang mampu dan anak yatim piatu.

Kondisi itu membuat hatinya tergugah. Panggilan untuk mengajar langsung tumbuh dalam dirinya. Usai diskusi dengan tokoh masyarakat, akhirnya anak-anak remaja itu dikumpulkan diajar.

“Dari situ kita temukan banyak anak yang putus sekolah. Terus tokoh agama mengumpulkan,” tuturnya.

Pembukaan anak-anak putus sekolah awalnya menumpang di salah satu bangunan SD. Tidak berselang lama, mereka harus pindah.

Kemudian, akhirnya ada salah satu tokoh masyarakat yang memiliki Pondok Pesantren (Ponpes) mengizinkan untuk menumpang. Hingga akhirnya bergotong royong buat membuat dua ruang kelas khusus.

Sekolahnya itu kini diberi nama Salsabila. Ada dua jenjang sekolah yakni Madrasah Tsanawiah (MTS) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Tempat pertama di SD minjam tempat. Tapi pernah diusir, nggak boleh setelah berjalan. Akhirnya ditampung di Ponpes, kita di situ dapat kelas. Udah lama akhirnya membangun sekolahan dua kelas,” paparnya.

Pembuatan sekolah hasil gotong royong itu, tak semulus sekolah pada umumnya. Karena anak-anak harus belajar di lantai lantaran tidak memiliki kursi.

Demi memberikan fasilitas yang nyaman, Medi membobol sebagian tabungannya untuk membelikan kursi dan meja bekas di Pasar Kalodran. Mobil Patroli Polsek Tirtayasa dibajak untuk mengangkut kursi dan meja.

“Jadi sekolah seadanya di lantai. Saya motivasi agar semangat belajar. Kursi dan meja juga kita beliin kursi bekas. Saya apaki mobil Patroli beli ke Kalodran,” ungkapnya.

Ia menerangkan, mata pelajaran yang diajarkan kepada muridnya disesuaikan dengan kurikulum sekolah pada umumnya. Untuk mendapatkan legalitas, sekolah yang dibuatnya diindukan kepada sekolah negeri.

Dengan waktu berjalan, ketulusannya itu menular kepada orang lain. Ada 15 orang yang berprofesi guru rela mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah yang dibangunnya. Mereka rela meluangkan waktu di sekolah lain demi berbagi ilmunya kepada anak yang putus sekolah.

“Ngajar apa saja, tapi untuk pembelajaran anak sesuai kurikulum. Untuk kelas satu ini, untuk kelas dua ini. Bahkan kita nampung SMK juga. Kita tetap ngajar, tapi kita salurkan ke sekolah induk, nama-nama dimasukan biar ada legalitas. Suatu saat UN (Ujian Nasional) bisa ikut ujian,” terangnya.

Usai melihat anak didiknya lulus Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA), hanya ada kebanggaan di hatinya. Bukan kepada dirinya, melainkan ilmunya bermanfaat untuk orang lain.

Dari data yang ada, 35 anak didik yang diajarnya ada yang meneruskan ke perguruan tinggi satu orang. Sisanya kerja menjadi buruh dan wiraswasta untuk menghidupi keluarganya.

Perjuangannya selama ini terbayarkan dengan mengantarkan anak didiknya menuju tantangan hidup yang baru.

“Seneng liat yang kita didik bisa tamat sekolah. Yang kuliah satu orang, yang lainnya kerja,” ucapnya.

Hanya satu pesan yang disampaikan kepada anak didiknya, agar tidak pernah merasa cukup untuk belajar. Sebab Indonesia menjadi negara kuat, dimulai dari anak muda yang cerdas, inovatif, kreatif, dan pekerja keras.

“Kalau kita hanya memikirkan satu tahun ke depan, tanamlah bibit. Kalau 10 tahun ke depan, tanam pohon. Kalau ingin melihat negara satu abad ke depan, didiklah manusianya,” tutupnya. (son)

Tags: anak putus sekolahIndonesia CerahPolriPolsek Tirtayasa

Berita Terkait.

petani
Daerah

14 Hari Jadi 12 Jam, Inovasi Panas Bumi Bantu Petani Kamojang Hasilkan Pupuk

Sabtu, 26 September 2026 - 00:30
sitti
Daerah

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU

Jumat, 25 September 2026 - 19:38
udi
Daerah

Prof Marniati Raih Apresiasi FCoEE di NEXT-D 2026, Kolaborasi Internasional UDI Menguat

Jumat, 25 September 2026 - 19:09
nhm
Daerah

NHM Peduli Libatkan Dokter Spesialis Anak untuk Perkuat Penanganan Stunting

Jumat, 25 September 2026 - 18:08
bc
Daerah

Bea Cukai Nanga Badau Gelar Patroli Berantas Narkoba, Sasar Titik Rawan Perbatasan

Jumat, 25 September 2026 - 15:15
rokok
Daerah

Intai Jalur Ekspedisi, Bea Cukai Malang Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

Jumat, 25 September 2026 - 14:14

OLAHRAGA

laga
Olahraga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Editor Folber Siallagan
Jumat, 25 September 2026 - 17:36

INDOPOSCO.ID - Ribuan personel aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora...

SelengkapnyaDetails
Demi Kemanusiaan, DPR Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jelang Indonesia vs Singapura, John Herdman Bicara Soal Risiko Permainan Kaku

Jumat, 25 September 2026 - 11:54
28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games

28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games

Jumat, 25 September 2026 - 10:09
java

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Kamis, 24 September 2026 - 11:21
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.