• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wapres minta NTT Terapkan Program Kontekstual Atasi Kemiskinan Ekstrem

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:44
in Nasional
wapres

Wakil Presiden Maruf Amin memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kupang, Minggu (17/10/2021). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Presiden Ma’ ruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimplementasikan program-program penyelesaian kemiskinan ekstrem secara kontekstual atau sesuai dengan permasalahan kemiskinan yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Saya ingin bahwa dalam menerapkan program itu, programnya yang lebih kontekstual, yang sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang dihadapi di NTT,” kata Wapres Ma’ ruf Amin dalam keterangan dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wapres (BPMI Setwapres) seperti dikutip Antara, Senin (18/10/2021).

BacaJuga:

Menteri PANRB Soroti Transformasi Digital yang Berkeadilan dan Berbasis Realitas Warga

Belajar dari Kasus Jemaah Hilang, Pemerintah Minta Petugas Haji Lebih Peka

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI

Instruksi tersebut disampaikan langsung Wapres Ma’ruf Amin saat memimpin rapat koordinasi terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu(17/10).

Wapres mengatakan penerapan program penyelesaian kemiskinan ekstrem, seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, harus tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dengan kategori miskin ekstrem di NTT.

“Saya sering mengibaratkan kalau kita menggaruk, maka kita cari yang gatal itu dimana; itu yang kita garuk. Jangan sampai menggaruk justru di tempat yang tidak gatal; menggaruknya dimana, yang gatal ada dimana,” jelas Wapres.

NTT termasuk satu dari tujuh provinsi, dengan total 35 kabupaten di antaranya, yang angka kemiskinan ekstremnya akan diselesaikan Pemerintah hingga mencapai nol persen di akhir 2021.

Lima kabupaten di NTT yang masuk agenda prioritas penyelesaian kemiskinan ekstrem itu ialah Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Manggarai Timur.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam rapat itu mengatakan NTT merupakan provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Namun dari lima kabupaten tersebut, Viktor mengatakan Manggarai Timur seharusnya tidak termasuk kabupaten dengan masyarakat miskin ekstrem terbanyak.

“Manggarai Timur itu daerahnya subur luar biasa, memang problem utamanya adalah infrastruktur. Sehingga saya belum punya data konkret mengapa Manggarai Timur masuk dalam kabupaten miskin. Tapi kalau dari kasat mata saya di NTT, kabupaten ini termasuk kabupaten yang seharusnya tidak boleh miskin,” kata Viktor.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov NTT akan terus mendorong pemerintah kabupaten prioritas tersebut untuk menjalankan program penyelesaian kemiskinan ekstrem dengan tepat.

“Sekarang kami sedang mendorong terus lewat program- program, baik provinsi maupun kabupaten,” ujarnya. (mg1)

Tags: nttprogram penyelesaian kemiskinan ekstremWapres

Berita Terkait.

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Magnet Investasi Migas Dunia, Ini Kuncinya
Nasional

Menteri PANRB Soroti Transformasi Digital yang Berkeadilan dan Berbasis Realitas Warga

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:46
Belajar dari Kasus Jemaah Hilang, Pemerintah Minta Petugas Haji Lebih Peka
Nasional

Belajar dari Kasus Jemaah Hilang, Pemerintah Minta Petugas Haji Lebih Peka

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:06
BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI
Nasional

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:36
Menteng-Kleb
Nasional

Menteng Kleb Soroti Kemunduran Demokrasi di Tengah Peringatan Reformasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:13
Tentara-Israel
Nasional

Kesaksian Horor Jurnalis RI yang Sempat Disandera Tentara Israel

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:35
PTGC
Nasional

PGTC 2026 Hadirkan Energy AdSport Challenge, Mahasiswa Adu Kreativitas hingga Sportivitas

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:15

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.