• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

DPR Nilai PLN Lambat Bangun Pembangkit EBT

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:05
in Headline
indoposco

Ilustrasi - Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Foto: Antara/Susmiyatun Hayati

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah meminta PT PLN (Persero) segera menjalankan dan mempercepat pengerjaan pembangkit energi baru terbarukan atau EBT yang tertuang dalam RUPTL 2021-2030.

Gus Falah menilai, BUMN Listrik tersebut lambat dalam memenuhi target pembangunan pembangkit listrik EBT. “EBT ini sudah harus dijalankan, sudah harus dipercepat pengerjaannya. Kenapa? Karena RUPTL sudah ada, jadi tidak ada alasan untuk menunda EBT yang ada di dalam RUTPL,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

BacaJuga:

Kementerian HAM Tegaskan Penanganan Kasus Andrie Yunus Transparan

INDOPOSCO Tebar Kepedulian, Belasan Anak Yatim Terima Santunan

Volume Kendaraan Tembus 8.000, “One Way” Diberlakukan di Tol Trans Jawa

Gus Falah menyarankan rekonstruksi sistem procurement untuk dapat menjalankan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan.

Dia menyarankan supaya PLN tidak lagi memakai kerangka yang sama dengan Independent Power Producer (IPP) atau perusahaan listrik swasta fosil karena kerangka itu berbelit dalam hal izin dan prosedur, sehingga tidak sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.

Akhir September lalu, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 yang dominan menempatkan porsi pembangkit listrik energi baru terbarukan.

Peta jalan itu disebut lebih hijau karena porsi penambahan pembangkit energi baru terbarukan mencapai 51,6 persen lebih besar dibandingkan dengan penambahan pembangkit fosil yang hanya sebesar 48,4 persen.

Dari target penambahan pembangkit sebesar 40,6 gigawatt, kapasitas pembangkit energi baru terbarukan mencapai 20,9 gigawatt dan kapasitas pembangkit energi fosil hanya sebesar 19,6 gigawatt.

Gus Falah menuturkan bahwa RUPTL baru itu terdapat pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan base load yang mewajibkan PLN terbuka untuk teknologi baru di sektor energi hijau.

“Transmisi dan teknologi jaringan cerdas (smart grid) harus menjadi bagian integral pembangunan EBT,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) ini.

Gus Falah juga mengingatkan program yang harus menjadi prioritas utama dari RUPTL itu adalah program dediselisasi.

Menurutnya program penggantian pembangkit diesel di seluruh Indonesia harus melibatkan lebih banyak swasta nasional, bukan swasta asing.

Kendala dari sisi modal untuk belanja PLN dan pemerintah harus terbuka dengan pola bisnis yang memungkinkan dana pihak swasta masuk untuk investasi di transmisi energi baru terbarukan.

“Supaya pembangunan EBT ini juga mendorong munculnya perusahaan swasta nasional yang tangguh dan maju di Indonesia dan regional,” ucap politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut. (bro)

Tags: DPR RIEnergi Baru TerbarukanPembangkit EBTPLN

Berita Terkait.

Munafrizal-Manan
Headline

Kementerian HAM Tegaskan Penanganan Kasus Andrie Yunus Transparan

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:31
INDOPOSCO Tebar Kepedulian, Belasan Anak Yatim Terima Santunan
Headline

INDOPOSCO Tebar Kepedulian, Belasan Anak Yatim Terima Santunan

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:16
Dudy
Headline

Volume Kendaraan Tembus 8.000, “One Way” Diberlakukan di Tol Trans Jawa

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08
Kakorlantas: Kepadatan di Tol MBZ Hanya Sementara, Ini Penyebabnya
Headline

Kakorlantas: Kepadatan di Tol MBZ Hanya Sementara, Ini Penyebabnya

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:07
Aktivis
Headline

Kasus Andrie Yunus: 4 TNI Jadi Tersangka dan Resmi Ditahan

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:06
CCTV
Headline

4 Anggota TNI Ditahan, Puspom Janji Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:05

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.