• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Digitalisasi Sektor Pangan Penting Turunkan Biaya Produksi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:11
in Ekonomi
telur

Ilustrasi. Foto: Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai calon induk Holding BUMN Pangan mengungkapkan digitalisasi di sektor pangan sangat penting dalam menekan biaya produksi.

Komisaris Independen PT RNI Marsudi Wahyu Kisworo menyampaikan pangan itu syaratnya pangan itu harus murah, terjangkau, namun produksinya juga harus efisien.

BacaJuga:

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

“Maka dari itu cara kita untuk meningkatkan agar pangan menjadi terjangkau, satu-satunya cara adalah menekan biaya produksi atau cost dan menekan ongkos produksi adalah salah satu kehebatan dari digitalisasi, baik di sektor hulu misalnya ladang dan kebun, kemudian di bagian processing sampai ke distribusi, serta pengolahan hasil akhirnya,” ujar Marsudi dalam diskusi daring Inovasi untuk Pangan Tumbuh Indonesia Tangguh memperingati rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-57 RNI di Jakarta, Selasa (12/10), seperti dikutip dari Antara.

Penerapan teknologi digital, lanjutnya, mulai dari kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), machine learning, dan digitalisasi di semua sektor, maka akan menurunkan biaya dan kala biaya turun maka margin akan mengalami kenaikan.

Ia juga mengatakan berbicara soal rantai pasok maka aliran barang bergerak mulai dari vendor seperti perkebunan, pertanian, peternakan dan pelabuhan (kalau impor), transportasi dan pergudangan sampai dengan ke tangan konsumen.

Aliran barang dalam rantai pasok pangan bersifat satu arah, namun kalau melihat aliran informasinya maka sifatnya dua arah. Aliran informasi di rantai pasok pangan terjadi dari hulu sampai ke hilir dan begitu juga sebaliknya.

Dahulu sebelum era digitalisasi terjadi di sektor pangan, kata dia, ini terjadi masalah karena informasi dalam rantai pasok pangan hanya mengikuti aliran barang. Jadi hanya dari arah hulu menuju hilir.

“Sementara banyak sekali informasi yang diperlukan pada sektor hulu, misalnya berapa produksi garam yang harus dibuat, berapa stok daging yang harus diproduksi dan lokasinya ada di mana dan sebagainya. Ini merupakan informasi-informasi yang berada di bagian hilir namun tidak sampai ke hulu sehingga terjadilah masalah dalam distribusi pangan,” kata Marsudi.

Sebelumnya pemerintah fokus pada pengembangan pertanian digital hingga pengolahan komoditas pertanian untuk memiliki nilai tambah dalam program pembangunan jangka menengah hingga 2024.

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Anang Noegroho mengatakan, dua strategi besar pemerintah untuk sektor pertanian yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan serta meningkatkan nilai tambah, tenaga kerja, dan investasi di sektor riil dan industrialisasi.(mg3)

Tags: BUMN pangandigitalisasipanganPT Rajawali Nusantara IndonesiaRNI

Berita Terkait.

Mulyanto
Ekonomi

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:14
Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1435 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.