• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Penyelamatan Induk dan Anak Orang Utan Jadi Perhatian

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 9 Oktober 2021 - 20:17
in Nusantara
Tim BKSDA Kalimantan Tengah dan OFI mengevakuasi induk dan anak orangutan dalam penyelematan di Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (9/10/2021). Foto: Antara/HO-BKSDA Kalteng

Tim BKSDA Kalimantan Tengah dan OFI mengevakuasi induk dan anak orangutan dalam penyelematan di Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (9/10/2021). Foto: Antara/HO-BKSDA Kalteng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyelamatan induk betina dan anak orang utan di Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), menjadi perhatian warga setempat.

“Selama tiga bulan ini kami waswas saat bekerja. Warga di sini umumnya petani karet, khususnya para perempuan, takut kalau diserang orang utan tersebut,” ujar Amir Mahmud, warga Desa Bapanggang Raya, Sabtu.

BacaJuga:

Keerom Papua Diguncang Gempa Magnitudo 5,4

Update Erupsi Gunung Dukono: Pendaki Hilang Bertambah Jadi 3 Orang

Update Erupsi Gunung Dukono: 14 Pendaki Dievakuasi Selamat, 2 Orang Hilang

Penyelamatan 2 individu satwa langka dengan nama latin pongo pygmaeus itu dilakukan BKSDA bersama Orangutan Foundation International (OFI). Tim BKSDA yang ditugaskan berasal dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Satu hari sebelumnya, tim BKSDA Kalteng Pos Sampit sudah ke lokasi memantau keberadaan 2 orang utan tersebut. Hasil amatan tersebut setelah itu dikabarkan ke Pangkalan Bun alhasil setelah itu dikirim tim untuk melaksanakan penyelamatan.

Saat tim tiba, keberadaan ibu dan anak orang utan tersebut tidak jauh dari lokasi yang sama. Petugas sempat kesusahan menembakkan peluru bius sebab posisi kedua orang utan di pohon yang banyak dahan dan ranting.

Petugas menembakkan 3 kali obat bius ke induk orang utan. Sehabis menunggu sekitar 3 jam, baru orang utan tersebut pingsan dan jatuh alhasil dapat dievakuasi. Anak orang utan yang merangkul induknya pula dalam situasi baik.

Induk orang utan diperkirakan berumur sekitar 15 tahun dengan berat 48 kg, sebaliknya buah hatinya yang berjenis kelamin jantan diperkirakan berumur 2 tahun dengan berat 8 kg. Hasil pengecekan awal dokter, tidak ditemui sisa cedera di badan orang utan.

Pada Sabtu petang, induk dan anak orang utan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun. Dokter sudah mengutip sampel darah dan melaksanakan pengecekan luar selaku bahan evaluasi.

“Nanti dari hasil pemeriksaan menyeluruh itulah baru akan diketahui apakah kedua orang utan tersebut bisa langsung dilepasliarkan di hutan, atau perlu direhabilitasi terlebih dahulu hingga benar-benar siap untuk dilepasliarkan,” tutur Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah.

Bila keadaannya dikira sudah siap, hingga orangutan hendak dilepasliarkan di hutan lingkungan asli satwa dilindungi tersebut. Terdapat 2 lokasi yang umumnya dipakai untuk pelepasliaran ialah Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau.

Warga berterima kasih pada BKSDA yang sudah melaksanakan penyelamatan dan merelokasi orang utan tersebut. Penyelamatan ini ditaksir jadi alternatif terbaik bagi orang utan dan warga setempat. (mg4)

Tags: bksdaorang utanpenyelamatan

Berita Terkait.

gempa
Nusantara

Keerom Papua Diguncang Gempa Magnitudo 5,4

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:21
dukonoo
Nusantara

Update Erupsi Gunung Dukono: Pendaki Hilang Bertambah Jadi 3 Orang

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:11
dukono
Nusantara

Update Erupsi Gunung Dukono: 14 Pendaki Dievakuasi Selamat, 2 Orang Hilang

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:36
GWC
Nusantara

Bea Cukai Dukung Kelancaran Logistik GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:13
Pelatihan
Nusantara

PTBA Hadirkan Pelatihan Kurban Modern: Syariat Terjaga, Hewan Lebih Sejahtera

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:42
Asap-Putih
Nusantara

Gunung Dukono Meletus, 5 Pendaki Dilaporkan Terluka

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:22

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3699 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.