• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada Kesehatan Mental Penyintas Covid-19

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 4 Oktober 2021 - 13:18
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi masalah kesehatan mental (ANTARA/Shutterstock/Olivier de Moal)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kesehatan tak hanya meliputi masalah fisik, mental juga harus dijaga sebab hal ini dapat mempengaruhi produktivitas seseorang. Masalah kesehatan mental pun banyak ditemukan selama pandemi Covid-19.

Pembatasan sosial serta protokol kesehatan yang ketat, membuat sebagian orang menjadi tidak nyaman dan tertekan. Akibatnya, masalah kesehatan mental pun bermunculan mulai dari kecemasan, mudah marah, merasa tidak bahagia dan lainnya.

BacaJuga:

Publik Kecewa, Kolaborasi Besar NewJeans Tiba-Tiba Dibatalkan

Dihantui Serangan Panik, Seo In Young Akui Masa Kelam Penuh Tekanan

Kakak Jisoo Blackpink Disorot dalam Isu Pelecehan Seksual terhadap Streamer Wanita

Mengutip siaran resmi Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) pada Senin, psikolog Inez Kristanti, M. Psi memaparkan tentang status kesehatan mental di Indonesia selama pandemi Covid-19.

Sebuah studi dari Iskandarsyah, A. (2020, 29 April) dengan 3.686 responden dari 33 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa 72 persen partisipan dilaporkan mengalami kecemasan dan 23 persen partisipan dilaporkan merasa tidak bahagia.

Inez menjelaskan bahwa gejala kecemasan antara lain kekhawatiran bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, khawatir yang berlebihan, mudah marah dan kesal, serta sulit merasa rileks.

“Sementara itu, gejala depresi yang dilaporkan antara lain masalah tidur, kurangnya kepercayaan diri, kelelahan, dan kehilangan minat,” kata Inez.

Bukan hanya pembatasan sosial yang menyebabkan masalah kesehatan mental. Para penyintas Covid-19 pun merasakan gangguan mental ini, khususnya mereka yang mengalami long COVID.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD dari GDTI mengatakan Covid-19 adalah penyakit yang memiliki efek jangka panjang. Terdapat literatur yang menyebutkan bahwa setahun setelah terpapar Covid-19, hampir 50 persennya masih merasakan setidaknya satu gejala.

Gejala yang dialami penyintas Covid-19 setelah 12 bulan atau lebih bervariasi mulai dari sesak napas, cemas, depresi, lelah, dan capai. Misalnya, olahraga dengan intensitas rendah yang dilakukan hanya sebentar membuat merasa lelah.

Sedangkan 70 persen dari mereka yang 6 bulan telah sembuh dari Covid-19 disebut masih merasakan beberapa gejala.

“Long Covid-19 adalah apabila setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa. Gejala ini dapat berupa sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan,” ujar dr. Jeffri.

Lebih lanjut dr. Jeffri menjelaskan virus corona juga dapat menyebabkan aspek kognitif yang terdiri dari penalaran serta analisis mengalami penurunan. Hal ini akan sangat berdampak pada produktivitas seseorang.

“Kognitif yang terganggu akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, yang ujung- ujungnya berpengaruh pada outcome atau produk domestik bruto( PDB) suatu negara. Performa negara ini terhadap negara-negara lain akan makin tertinggal,” kata dr. Jeffri.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet pada April 2021, menemukan bahwa sepertiga pasien Covid-19 telah didiagnosis dengan gejala neurologis atau psikologis, termasuk kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan psikosis, dalam 6 bulan setelah mereka tertular Covid-19. (mg1)

Tags: covid-19Kesehatan MentalPenyintas Covid-19

Berita Terkait.

NewJeans
Gaya Hidup

Publik Kecewa, Kolaborasi Besar NewJeans Tiba-Tiba Dibatalkan

Senin, 20 April 2026 - 17:07
Seo-In-Young
Gaya Hidup

Dihantui Serangan Panik, Seo In Young Akui Masa Kelam Penuh Tekanan

Senin, 20 April 2026 - 12:20
Jisoo
Gaya Hidup

Kakak Jisoo Blackpink Disorot dalam Isu Pelecehan Seksual terhadap Streamer Wanita

Senin, 20 April 2026 - 00:30
Park-Kyung-Hye
Gaya Hidup

Hunian Mini dan Apa Adanya, Park Kyung Hye Tuai Sorotan Publik

Minggu, 19 April 2026 - 19:19
Siloam
Gaya Hidup

Terobosan Riset Kesehatan: Siloam-ICON Perkuat Posisi Indonesia di Peta Uji Klinis Global

Minggu, 19 April 2026 - 16:13
Lim-Ji-Yeon
Gaya Hidup

“My Royal Nemesis” Tampilkan Lim Ji Yeon dalam Perjalanan Hidup Kedua

Minggu, 19 April 2026 - 11:08

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1145 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.