• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Melemah di Perdagangan Asia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 4 Oktober 2021 - 09:25
in Ekonomi
indoposco

Dokumentasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Selasa (3/11/2009). (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar melemah dari tertinggi pekan lalu di perdagangan Asia pada Senin (4/10) pagi, karena hasil uji coba yang menggembirakan untuk pil Covid-19 mendukung selera risiko, tetapi investor tetap berhati- hati menjelang pertemuan bank sentral di Australia dan Selandia Baru serta data tenaga kerja AS minggu ini.

Euro merayap kembali di atas 1,16 dolar, menguat 0,1 persen pada 1,1606 dolar, pulih dari level terendah 14- bulan minggu lalu di 1,1563 dolar. Yen juga telah melambung dari level terendah 19- bulan dan juga naik 0,1 persen di perdagangan Asia pada 110, 92 per dolar.

BacaJuga:

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

Pertamina Kembali Puncaki Fortune Indonesia 100, Pendapatan Tembus Rp1.189 Triliun

⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi

Sterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru semuanya lebih tinggi di awal perdagangan, memperpanjang kenaikan akhir pekan lalu.

“Apakah itu mengikuti atau tidak, saya tidak tahu,” kata analis Westpac Imre Speizer saat di telepon dari Christchurch.

“Saya akan mengatakan bahwa masih ada lebih banyak penurunan dan itu akan menopang dolar AS, serta Aussie dan kiwi akan jatuh sedikit lebih jauh,” katanya, dengan sentimen yang menentukan.

Dalam seminggu ke depan, bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia, bertemu pada Selasa (5/10/2021) dan diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tetap stabil. Di seberang Tasman, kenaikan 25 basis poin dari bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand, pada Rabu (6/10/2021) juga telah diperhitungkan.

Dan pada Jumat (8/10/2021), data tenaga kerja AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar kerja, dengan perkiraan 460. 000 pekerjaan telah ditambahkan pada September- cukup untuk menjaga Federal Reserve di jalur untuk mulai melakukan tapering sebelum akhir tahun.

Sterling naik 0,25 persen menjadi 1, 3568 dolar, sesi ketiga berturut- turut di zona hijau setelah penurunan tajam pekan lalu ketika para pedagang mengabaikan retorika bank sentral hawkish untuk fokus pada prospek suram serta risiko tingkat suku bunga dan inflasi yang lebih besar.

“Investor menilai Inggris dari seluruh rangkaian faktor fundamental dan pergerakan sterling menunjukkan bahwa banyak yang tidak menyukai apa yang mereka lihat,” kata ahli strategi Rabobank Jane Foley, saat mata uang menghapus kenaikan awal 2021.

“Inggris tidak lagi memiliki keunggulan di bidang vaksin… dan, sementara PM( Boris) Johnson suka melihat Brexit sebagai selesai, banyak bisnis dan komentator baru mulai mengevaluasi dampaknya.”

Dolar Australia naik 0,1 persen menjadi 0,7273 dolar dan kiwi sedikit menguat di 0, 6952 dolar.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan suku bunga akan bertahan di Australia hingga setidaknya 2024, karena RBA bersikeras akan demikian.

Pasar swap menunjukkan kemungkinan 97 persen kenaikan suku bunga di Selandia Baru pada Rabu( 6/ 10/ 2021) dan peluang 96 persen untuk kenaikan suku bunga lainnya pada November.

Para pedagang juga berpikir bahwa akan dibutuhkan banyak hal untuk menggagalkan Fed dari jalur tapering- nya, tetapi stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah di sepanjang kurva menunjukkan beberapa ada risiko pada waktunya.

“Pertanyaannya adalah apakah ada angka yang dapat mengubah pandangan The Fed tentang pengurangan pembelian obligasi pada November, dan apa arti angka yang sangat lemah atau panas di tengah latar belakang meningkatnya ketakutan stagflasi,” kata kepala penelitian Pepperstone, Chris Weston dikutip Antara, Senin (4/10/2021).

“Jika obligasi pemerintah AS menemukan pembeli lebih lanjut minggu ini hingga data penggajian non- pertanian AS pada Jumat (8/10/2021), dolar mungkin mulai dijual minggu ini.” (mg1)

Tags: dolarnilai tukar dolarPerdagangan Asia

Berita Terkait.

Kapolri Bangga Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Konferensi Polwan Dunia
Ekonomi

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

Minggu, 20 September 2026 - 15:35
pertamina
Ekonomi

Pertamina Kembali Puncaki Fortune Indonesia 100, Pendapatan Tembus Rp1.189 Triliun

Minggu, 20 September 2026 - 13:13
⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi
Ekonomi

⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi

Sabtu, 19 September 2026 - 14:05
NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

Berkat Laporan BNI, Oknum Colection Agen Nakal Satu per Satu Diringkus di Jember

Jumat, 18 September 2026 - 13:35
NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo

Jumat, 18 September 2026 - 13:25
Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
Ekonomi

KUR BNI Jember Angkat Usaha Sapu Ijuk ‘Ken Dedes’ di Semboro Naik Kelas

Jumat, 18 September 2026 - 12:07

OLAHRAGA

Hadiri Tabligh Akbar Ikadi di Al-A’zhom, Wagub Dimyati Tekankan Amar Makruf Nahi Mungkar
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5534 shares
    Share 2214 Tweet 1384
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1244 shares
    Share 498 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.