• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Awas Dilarang Bawa Mantan di Ekowisata Mimika. Kenapa?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 3 Oktober 2021 - 02:15
in Daerah
Tulisan pada papan petunjuk informasi di kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Pomako, Mimika, pada Sabtu (2/10/2021). Foto : Antara/Abdu Faisal

Tulisan pada papan petunjuk informasi di kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Pomako, Mimika, pada Sabtu (2/10/2021). Foto : Antara/Abdu Faisal

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wisatawan yang berkunjung ke Ekowisata Mangrove Pomako, Mimika, harus hati-hati jika mengajak “mantan”, karena memang ada peringatan berbunyi “Dilarang bawa Mantan” di tempat wisata alam ini.

Mantan tentu tidak harus selalu dihindari, tapi “mantan” dalam papan petunjuk di Ekowisata memang terlalu bahaya untuk dibawa karena yang dimaksud adalah barang bekas alias sampah.

BacaJuga:

Jayabaya Serukan Masyarakat Banten Kawal Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Sisir Empat Kecamatan, Bea Cukai dan Pemkab Malang Amankan 12.364 Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Jayapura Amankan 643 Ribu Batang Rokok Ilegal hingga Akhir September 2026

Tulisan “Dilarang bawa Mantan” adalah salah satu kalimat nan kreatif yang terpajang di papan petunjuk di sekitar tempat wisata salah satu kabupaten penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tersebut.

Kalimat-kalimat kreatif itu mungkin adalah salah satu cara agar Wisatawan tertarik memperhatikan informasi yang tertera pada papan-papan petunjuk yang terpajang di sekitar area wisata.

Lazimnya, papan-papan petunjuk menginformasikan arah tujuan, jarak tempuh, posisi sarana vital, berbagai regulasi pada objek wisata, dan sebagainya.

Namun, sepanjang jalur Ekowisata Hutan Mangrove Pomako di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Kabupaten Mimika, Papua, akan ditemui berbagai papan petunjuk yang unik.

Keunikan papan petunjuk yang terbuat dari kayu bertuliskan huruf warna-warni ini berisi kalimat yang kekinian dan agak satire.

Seperti menyindir status lajang alias jomlo, ajakan untuk selamatkan lingkungan hidup atau disingkat ‘selingkuh’, hingga larangan membawa mantan tadi. Ada pula papan petunjuk bertuliskan nama jalan, tapi namanya “jalan aja dulu kalau cocok kita nikah.”

Kalimat bernada menggelitik yang ditulis di papan petunjuk sepanjang jalur Ekowisata Hutan Mangrove Pomako itu ternyata memang berhasil menyita perhatian pengunjung.

Menurut Risal, salah seorang wisatawan yang ditemui di lokasi pada Sabtu (2/10/2021), papan petunjuk itu bisa menjadi hiburan tersendiri bagi wisatawan apalagi bagi yang suka berswafoto di tempat wisata.

“Mungkin memang sengaja kalimatnya dibuat begitu, supaya orang senang foto-foto di sana,” kata Risal.

Selain dengan papan petunjuk yang nyentrik, upaya lain untuk memanjakan para pengunjung yang suka berswafoto ria adalah dengan belasan payung warna-warni yang menggantung, hingga pajangan berbentuk hati yang biasanya menjadi favorit pengunjung untuk dijadikan latar belakang swafoto.

Suku Kamoro

Ekowisata Hutan Mangrove Pomako berlokasi di distrik Mimika Timur, wilayah adat Suku Kamoro, suku yang mendiami kawasan pesisir Kabupaten Mimika. Tepatnya di sisi kanan akses masuk Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.

Berbicara tentang Mimika, memang tak bisa lepas dari Suku Kamoro, suku yang memiliki hak ulayat yang terbentang dari Potowaiburu hingga Nakai. Pada masa silam, orang Kamoro lebih dikenal dengan sebutan Mimika We.

Lokasi ekowisata mangrove itu berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 50 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Perjalanan dari Timika ke lokasi ekowisata yang dikelola Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika itu relatif nyaman, karena jalan yang sudah diaspal.

Sepanjang jalan hanya hutan mangrove setinggi 10-15 meter di kanan dan kiri yang terlihat sejauh mata memandang. Hutan mangrove di Mimika memang begitu luas. Jenisnya juga beragam, ada sekitar 40 jenis mangrove. Dan khusus di kawasan ekowisata itu ada 27 jenis mangrove.

Ketika masuk ke dalam, pengunjung akan mulai mendengar suara kicauan burung sahut-menyahut. Memang di dalam kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Pomako terdapat aneka satwa yang dilindungi.

Untuk itu, di beberapa tempat juga ada papan petunjuk yang bertuliskan ‘Dilarang Berburu Satwa/ Burung di Area Ini’. Akses bagi wisatawan di sana hanya berupa jembatan atau titian bakau yang menggunakan material kayu besi dan saat ini terbangun hampir kurang lebih satu kilometer.

Meskipun harus melewati titian, berjalan menyusuri mangrove ini terasa segar dan nyaman karena kita bisa menghirup udara bersih yang bagus untuk pernapasan.

Kenyamanan Pengunjung

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, Ekowisata Mangrove ini juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet dan gazebo.

Toilet yang disediakan memiliki aliran air yang lancar. Ada pula gazebo yang cukup luas dengan tiga sampai empat tempat duduk memanjang serta tentu saja tempat sampah turut disediakan.

Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang disediakan itu, diharapkan pengunjung betul-betul menjaga keasrian lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Memasuki kawasan ini juga diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.

Tarif Masuk

Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan tarif untuk sekali masuk ke Ekowisata Mangrove Pomako sebesar Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk orang dewasa. Tarif masuk itu resmi dan akan masuk ke dana kas pengelolaan daerah setempat.

Dikutip dari infopublik.id, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Mimika Daniel Orun mengatakan ekowisata mangrove menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan pariwisata Mimika.

Sebab, kata dia, hadirnya destinasi wisata ini mampu mendorong perekonomian daerah karena bisa memberikan pemasukan bagi daerah dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tidak sebatas tempat rekreasi, ekowisata mangrove diharapkan juga sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keberagaman hayati juga manfaat mangrove bagi lingkungan.

Mangrove merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kelestarisn lingkungan, terutama untuk kawasan pesisir. Hutan mangrove tersebut berfungsi menahan terjangan angin dan ombak dari laut.

Kawasan konservasi Mangrove Pomako dirintis sejak 2017, tetapi pembangunan tahap pertama baru dilakukan pada tahun 2018, diawali dengan pembangunan titian sepanjang 150 meter yang rencananya ditargetkan mencapai tiga kilometer dan menjadi titian bakau terpanjang di dunia.

Ekowisata mangrove itu didesain berbentuk karaka atau kepiting bakau jika tampak dari udara. Dari perencanaan, setidaknya ada 20 fasilitas yang akan dibangun. Mulai dari pintu gerbang, papan nama kawasan, area parkir, kantor pengelola dan ruang display, pos jaga, ruang tunggu dan tiket.

Ada juga souvenir shop, klinik kesehatan, dermaga perahu wisata, titian/tracking, gazebo, bangku istrahat dan pergola, restoran umum, restoran semi publik, cottage/home stay, ruang bermain anak, ruang serbaguna, toilet umum, area mancing dan instalasi air bersih seperti dilansir Antara.

Kawasan konservasi Mangrove Pomako menawarkan wisata edukatif dan kesegaran alam yang bersih. Tentu, untuk menjaga kawasan ini tetap bersih, para pengunjung “Dilarang Bawa Mantan”. (aro)

Tags: Papuaponwisata

Berita Terkait.

mulyadi
Daerah

Jayabaya Serukan Masyarakat Banten Kawal Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:43
bc3
Daerah

Sisir Empat Kecamatan, Bea Cukai dan Pemkab Malang Amankan 12.364 Batang Rokok Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 12:22
bc2
Daerah

Bea Cukai Jayapura Amankan 643 Ribu Batang Rokok Ilegal hingga Akhir September 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:21
bc
Daerah

Bea Cukai Malang Putus Peredaran 200 Ribu Batang Rokok Ilegal Senilai Rp298 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 10:49
serang
Daerah

DPMPTSP Kota Serang Tawarkan IPRO Industri Pengolahan Tepung Ikan, Investor Mulai Menyatakan Minat

Rabu, 4 November 2026 - 08:10
fbpi
Daerah

Hilirisasi Paten Masih di Bawah 5 Persen, Indonesia Gelar Forum Bisnis Paten Pertama

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

OLAHRAGA

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027
Olahraga

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Editor Dilianto
Rabu, 4 November 2026 - 17:31

INDOPOSCO.ID - Panggung perebutan medali SEA Games 2027 dipastikan berubah. Sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia justru...

SelengkapnyaDetails
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23
noc

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Selasa, 3 November 2026 - 21:21
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3138 shares
    Share 1255 Tweet 785
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2273 shares
    Share 909 Tweet 568
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1872 shares
    Share 749 Tweet 468
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.