• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Naik Moderat Ditopang Pelemahan Dolar dan Kekhawatiran Inflasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 2 Oktober 2021 - 09:25
in Ekonomi
Seorang karyawan menyortir emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria 'Oegussa' di Wina, Austria. Foto: Antara/Reuters/Leonhard Foeger/am

Seorang karyawan menyortir emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria 'Oegussa' di Wina, Austria. Foto: Antara/Reuters/Leonhard Foeger/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (1/10) waktu setempat atau Sabtu (2/10) pagi WIB, ditopang oleh dolar yang lebih lemah dan kekhawatiran mengenai kenaikan inflasi dan resiko kepada pertumbuhan, melawan spekulasi kenaikan suku bunga Fed lebih awal dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di bagian Comex New York Exchange, naik berimbang 1,4 dolar AS ataupun 0,08 persen, jadi ditutup pada 1.758,40 dolar AS per ounce. Untuk pekan ini, emas sukses menguat 0,4 persen, meskipun luang meningkat 1,98 persen pada Kamis (30/9) emas mencatat kerugian tajam 3,4 persen untuk September.

BacaJuga:

Dukung ESG, PLN EPI Terapkan Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang Tekstil

Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi BBM, Pasokan Nasional Dipastikan Aman

KDKMP Jadi Senjata Baru UMKM Lombok, Farida Tawarkan Akses Modal dan Pasar

Sehari sebelumnya, Kamis (30/9), emas berjangka melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS, setelah merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu (29/9), dan jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS pada Selasa (28/9).

Penurunan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih kecil mensupport emas, sedangkan para investor memposisikan balik investasi mereka untuk kuartal keempat, tutur Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Menolong daya tarik emas, saham Eropa dan Asia jatuh di tengah kekhawatiran mengenai inflasi dan mungkin perlambatan pertumbuhan.

“Siapa pun yang mencoba meyakinkan pelaku pasar bahwa inflasi tidak ada di sini, itu permainan bodoh,” ujar analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan melonjaknya harga-harga energi karena krisis di China dan Eropa kemungkinan akan memukul pertumbuhan dan pendapatan serta menyebabkan volatilitas Oktober, yang akan mendukung emas.

Prospek bahwa Fed AS mungkin tetap mengurangi dukungan ekonomi tahun ini menekan emas, beberapa analis mengatakan, karena pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

“Kami mungkin melihat emas menikmati beberapa aliran safe-haven karena prospek menjadi semakin tidak pasti,” ucap Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, seperti yang di kutip Antara

Menurut dia, akan menarik untuk melihat apakah emas dapat mempertahankan kenaikan ini jika penghindaran risiko berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. “Banyak rintangan tetap ada yang akan membuat pendakian menjadi sangat menantang. Yang pertama adalah 1.760 dolar AS, di mana emas mengalami resistensi kemarin, diikuti oleh 1.780 dolar AS.”

Sedangkan itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (1/10) harga-harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,4 persen pada Agustus dan 4, 3 persen tahun ke tahun, tertinggi sejak Januari 1991 membagikan dukungan kepada emas,

Emas pula menemukan dukungan kala indeks manajer pembelian( PMI) Manufaktur AS yang diluncurkan IHS Markit direvisi lebih tinggi jadi 60,7 pada September dari awal 60,5, sedang di bawah 61,1 pada Agustus.

Tetapi, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan (UM) terletak di angka 72,8 pada September, naik dari 70,3 pada Agustus, menghalangi pertumbuhan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 48,9 sen ataupun 2,22 persen, jadi ditutup pada 22,536 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,2 dolar AS ataupun 1,16 persen, jadi ditutup pada 973,6 dolar per ounce. (mg4)

Tags: harga emasInflasi

Berita Terkait.

Sampah-Terpadu
Ekonomi

Dukung ESG, PLN EPI Terapkan Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang Tekstil

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:05
Mobil-Tangki
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi BBM, Pasokan Nasional Dipastikan Aman

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:23
Farida-Farichah
Ekonomi

KDKMP Jadi Senjata Baru UMKM Lombok, Farida Tawarkan Akses Modal dan Pasar

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:40
pupuk
Ekonomi

DPR Dorong Percepatan Pengembangan Pupuk Organik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:02
bahlil
Ekonomi

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Bahlil Yakin RI Tak Goyah Hadapi Krisis Energi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:07
Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi
Ekonomi

Helvi Berharap Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:01

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1723 shares
    Share 689 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1690 shares
    Share 676 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1579 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
David-Alaba
Olahraga

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Editor Ali Rachman
Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51

INDOPOSCO.ID - Argentina menutup perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Menghadapi Yordania yang sudah dipastikan tersingkir,...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia

Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:18
Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:16
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.