• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China Tak Punya Hak Menentang Taiwan Masuk Pakta Perdagangan Pasifik

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 24 September 2021 - 16:23
in Internasional
Para anggota kelompok pro kemerdekaan Taiwan berpawai di antara kelompok pendukung China saat aksi unjuk rasa di Taipei, Taiwan, Sabtu (14/5/2016). Foto: Antara/REUTERS

Para anggota kelompok pro kemerdekaan Taiwan berpawai di antara kelompok pendukung China saat aksi unjuk rasa di Taipei, Taiwan, Sabtu (14/5/2016). Foto: Antara/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Taiwan menyatakan China tak punya hak menentang atau mengomentari upaya Taiwan untuk bergabung dengan pakta perdagangan pan-Pasifik. Bahkan mereka menilai China hanya “penjahat besar” yang selalu mengintimidasi negara itu.

Pernyataan itu dilontarkan setelah terjadi “perang kata-kata” antara Taipei dan Beijing terkait keputusan kedua pihak untuk mengajukan diri bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

BacaJuga:

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia, Indonesia Hadiri Pertemuan Tinggi Tahunan WCO di Belgia

Buka Akses Pasar Lebih Luas, Art Toys Indonesia Incar Pasar Korea Selatan

Taiwan — yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya — pada Rabu (22/9) mengatakan bahwa pihaknya telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan CPTPP, kurang dari seminggu setelah China mengajukan permohonan serupa. Kementerian Luar Negeri China langsung mengatakan pihaknya menentang Taiwan bergabung dalam “organisasi resmi”.

Sementara pada Kamis (23/9), Taiwan mengatakan China mengirim 24 pesawat militer ke zona pertahanan udara pulau tersebut. Tindakan itu dipandang oleh Taipei sebagai bagian dari upaya pelecehan yang dilakukan China.

Dalam sebuah pernyataan departemen luar negeri Taiwan mengatakan China “tidak punya hak untuk berbicara” tentang pengajuan Taiwan untuk bergabung CPTPP. Demikian dilaporkan Antara, Jumat (24/9/2021).

“Pemerintah China hanya ingin menggertak Taiwan di komunitas internasional, dan (China) merupakan penjahat utama dalam peningkatan permusuhan di Selat Taiwan. China juga bukan anggota CPTPP dan sistem perdagangannya secara luas dipertanyakan karena tak memenuhi standar tinggi blok trans-Pasifik,” kata deplu Taiwan.

China mengirim angkatan udaranya untuk mengancam Taiwan setelah negara itu mengeluarkan pengumuman soal pengajuan untuk bergabung dengan CPTPP. “Pola perilaku ini hanya bisa datang dari China,” kata deplu Taiwan.

Menurut Taiwan, China menentang Taiwan menggunakan perdagangan dan memaksakan “ruang internasionalnya” untuk menjalankan tindakan-tindakan yang mengarah pada kemerdekaan.

Dalam sebuah pernyataan yang juga dikeluarkan pada Kamis malam, Kantor China untuk Urusan Taiwan mengatakan masuknya China ke CPTPP akan menguntungkan pemulihan ekonomi global pascapandemi. “Kami berharap negara-negara menangani hal-hal terkait Taiwan dengan tepat dan tak memberikan kemudahan untuk kegiatan kemerdekaan Taiwan,” kata kantor China itu.

Perjanjian tersebut, yang dimulai dengan 12 anggota awal dan sebelumnya dikenal sebagai Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), dipandang sebagai alat penyeimbang ekonomi yang penting terhadap pengaruh China yang semakin besar.

Namun, TPP berada dalam ketidakpastian pada awal 2017 ketika Amerika Serikat yang saat itu dipimpin Presiden Donald Trump mengundurkan diri dari TPP. Kemitraan kemudian berganti nama menjadi CPTPP, menghubungkan Kanada, Australia, Brunei, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. (wib)

Tags: Chinapakta perdagangan pan-PasifikTaiwan

Berita Terkait.

Gempa-Kolombia
Internasional

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:18
WCO
Internasional

Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia, Indonesia Hadiri Pertemuan Tinggi Tahunan WCO di Belgia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:15
toys
Internasional

Buka Akses Pasar Lebih Luas, Art Toys Indonesia Incar Pasar Korea Selatan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:02
IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran
Internasional

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2206 shares
    Share 882 Tweet 552
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1997 shares
    Share 799 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.