• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Selama Pandemi Covid-19, 1.300 Anak Jadi Yatim di Banten

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 18 September 2021 - 10:31
in Nusantara
Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat ada 1.300 anak yang kehilangan orangtua selama pandemi Covid-19 menyerang wilayah Provinsi Banten.

Namun, tidak dijelaskan lebih rinci dari tanggal, tahun, dan faktor kehilangan orangtuanya dari data tersebut. Yang pasti sejauh ini, Komnas PA berupaya mencarikan keluarga baru untuk mengasuhnya.

BacaJuga:

Tanggul Jebol di Demak Rendam 4 Kecamatan: Ribuan Warga Mengungsi

Sidak DPR RI Bongkar Pelanggaran Lingkungan, Gudang PT Universal Glove di Medan Disegel

Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Dukung Ketahanan Energi

Sehingga nasib anak tidak terlantar. Terlebih, anak yang tidak dibawah pengasuhan sangat rentan menjadi tindak pidana perdagangan orang, perlakuan salah, eksploitasi perebutan status agama, akan dihadapkan penanaman paham radikalisme, intoleransi, dan sebagainya.

“Ada 1.300, data yg terkonfirmasi dimana banyak ada yang jadi yatim piatu,” kata Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Sabtu (18/9/2021).

Arist menerangkan, mencarikan keluarga baru untuk anak yang kehilangan orangtua tidak mudah. Pihaknya akan melakukan assesment agar keluarga baru layak untuk mengurus anak.

Hal itu dilakukan demi menjaga nasib anak agar mendapat perlindungan dan tidak menjadi korban kekerasan.

“Solusi bagi anak yatim piatu dicarikan orantua, pengasuh alternatif. Tetapi harus diseleksi mana keluarga yang layak,” terangnya.

Menurutnya, pola pendekatan terhadap anak harus dirubah. Jangan sampai anak dijadikan selalu sumber masalah, melainkan harus dianggap sebagai sumber solusi.

Untuk di Banten, kata dia, ada beberapa penanganan kasus anak masih lemah. Contohnya, masih ada kasus kejahatan seksual belum ditempatkan sebagai extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa.

“Tidak lagi menggunakan kitab undang-undang pidana yang lain, karena berlaku spesial. Karena ketika menghadapi anak-anak harus ditangani secara khusus, setara dengan korupsi, narkoba dan terorisme,” jelasnya. (son)

Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait

Tags: anak yatimKomnas PAProvinsi Banten

Berita Terkait.

Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong EBT
Nusantara

Tanggul Jebol di Demak Rendam 4 Kecamatan: Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 4 April 2026 - 03:36
Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong EBT
Nusantara

Sidak DPR RI Bongkar Pelanggaran Lingkungan, Gudang PT Universal Glove di Medan Disegel

Sabtu, 4 April 2026 - 01:38
Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong EBT
Nusantara

Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Dukung Ketahanan Energi

Sabtu, 4 April 2026 - 00:47
Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu, Komisi III Desak Sanksi untuk Kajari dan Staf Kejaksaan Karo
Nusantara

Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu, Komisi III Desak Sanksi untuk Kajari dan Staf Kejaksaan Karo

Jumat, 3 April 2026 - 22:16
Pascagempa M7,6, Kepala BNPB Pastikan Ibadah Paskah di Minahasa Berjalan Aman
Nusantara

Pascagempa M7,6, Kepala BNPB Pastikan Ibadah Paskah di Minahasa Berjalan Aman

Jumat, 3 April 2026 - 22:01
BMKG Catat 401 Gempa Susulan di Sulut-Malut, BNPB: Trennya Makin Mengecil
Nusantara

BMKG Catat 401 Gempa Susulan di Sulut-Malut, BNPB: Trennya Makin Mengecil

Jumat, 3 April 2026 - 18:37

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.