• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gawat, Versi IUCN, Komodo Dalam Kondisi Genting

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 September 2021 - 23:12
in Headline
indoposco

Seekor Komodo (Varanus komodoensis) berjalan di pinggir pantai Pulau Komodo, di Komplek Taman Nasional Komodo, NTT, Sabtu (1/5/2010). Foto : Antara/Widodo S. Jusuf/nz/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Populasi empat spesies tuna yang paling banyak ditangkap secara komersial menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun naiknya permukaan air laut membuat komodo kini digolongkan sebagai hewan genting dalam Daftar Merah spesies hewan berisiko punah.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional Konservasi Alam yang menyusun daftar tersebut juga tengah meningkatkan pemantauan spesies laut seperti karang dan siput laut dalam untuk melihat bagaimana mereka terdampak perubahan iklim dan ancaman lain seperti penambangan di laut dalam.

BacaJuga:

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, LPSK Beri Perlindungan Menyeluruh

Yaqut Ditahan, Nama-Nama Lain Mulai Terkuak dalam Skandal Kuota Haji

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

“Spesies laut cenderung ditelantarkan karena mereka berada di dalam air dan orang sungguh tak memperhatikan apa yang terjadi pada mereka,” kata Craig Hilton-Taylor, kepala unit Daftar Merah IUCN.

Namun ketika kuota tangkapan dan upaya membidik penangkapan ikan ilegal menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, prospek bagi tuna tampaknya meningkat.

Tuna sirip biru Atlantik, predator besar berdarah panas yang suka berpindah-pindah dan harganya mencapai ribuan dolar, melompat tiga kategori dari “genting” (endangered) menjadi “risiko rendah” (least concern) dalam daftar tersebut, meskipun populasinya di sejumlah wilayah masih sangat sedikit.

Tuna sirip biru selatan juga membaik dari “kritis” (critically endangered) menjadi “genting”, sementara tuna albakora dan tuna sirip kuning diklasifikasikan sebagai “risiko rendah”.

“Tuna adalah sebuah kabar baik – mereka menunjukkan apa yang bisa dilakukan,” kata Hilton-Taylor dilansir Reuters melalui Antara.

IUCN pada Sabtu merilis laporan tentang 138.374 spesies tanaman, hewan dan jamur, yang lebih dari seperempatnya kini terancam punah.

Komodo pindah ke kategori genting. Kadal terbesar di dunia itu terlindungi dengan baik di Pulau Komodo, Indonesia, namun kenaikan muka air laut akibat pemanasan global diduga akan mengurangi habitatnya, kata IUCN.

“Gagasan bahwa hewan prasejarah ini selangkah mendekati kepunahan akibat perubahan iklim mengerikan,” ujar Andrew Terry, direktur konservasi Masyarakat Zoologi London.

Dia menyerukan tindakan untuk melindungi alam dalam konferensi iklim di Glasgow pada November.

IUCN juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap hiu dan pari yang bernasib kurang baik ketimbang tuna. “Sekarang kita harus mengambil contoh itu (tuna) dan mencoba menerapkannya di industri hiu,” tandas Hilton-Tylor.

Dia mengatakan tren hiu dan pari “bergerak ke arah yang salah”.

Sekitar 37 persen spesies kedua hewan itu kini mendekati kepunahan. Bandingkan dengan amfibi (33 persen), mamalia (26 persen) dan unggas (12 persen). IUCN mengatakan tahun lalu bahwa sejenis hiu yang secara formal baru saja ditemukan mungkin sudah punah.

Laporan perkembangan terkini dirilis oleh IUCN dalam sebuah konferensi tentang konservasi di Marseilles, Prancis. (aro)

Tags: komodosatwatuna

Berita Terkait.

Achmadi
Headline

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, LPSK Beri Perlindungan Menyeluruh

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:06
Yaqut-Cholil-Qoumas
Headline

Yaqut Ditahan, Nama-Nama Lain Mulai Terkuak dalam Skandal Kuota Haji

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:05
Andrie-Yunus
Headline

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:33
kosmetik
Headline

BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik Kewanitaan dengan Klaim Menyesatkan dan Tak Sesuai Norma Susila, Ini Daftarnya

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:27
spbu
Headline

Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:50
one
Headline

Konflik Timur Tengah Memanas, F1 Resmi Batalkan GP Bahrain dan GP Arab Saudi

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2080 shares
    Share 832 Tweet 520
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    958 shares
    Share 383 Tweet 240
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.