• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Keluarga Korban Tragedi 11 September Desak Penyelidikan Bukti FBI Yang “Hilang”

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 3 September 2021 - 13:31
in Internasional
Ilustrasi - Pesawat United Airlines penerbangan 175 yang dibajak terbang ke arah Menara Kembar WTC sisi selatan setelah sisi Utara terbakar, menyusul aksi serangan terorisme di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/9/2001). Foto: Antara/REUTERS/Sean Adair/Foto Arsip/wsj

Ilustrasi - Pesawat United Airlines penerbangan 175 yang dibajak terbang ke arah Menara Kembar WTC sisi selatan setelah sisi Utara terbakar, menyusul aksi serangan terorisme di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/9/2001). Foto: Antara/REUTERS/Sean Adair/Foto Arsip/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keluarga korban serangan teroris 11 September 2001 meminta badan pengawas pemerintah AS untuk menyelidiki kecurigaan bahwa FBI berbohong atau menghancurkan bukti yang mengaitkan Arab Saudi dengan para pembajak pesawat.

Permintaan dalam surat ke Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Michael Horowitz itu mengatakan “keadaan memungkinkan bahwa satu atau lebih pejabat FBI melakukan pelanggaran secara sengaja dengan maksud untuk menghancurkan atau mengeluarkan bukti demi menghindari pengungkapan.” Demikian dikutip Antara, Jumat (3/9/2021).

BacaJuga:

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

FBI (Biro Penyelidikan Federal) menolak mengomentari surat itu.

Permintaan itu menjadi yang terbaru dalam 20 tahun– sejak sekelompok teroris menabrakkan pesawat sipil di New York, Washington dan Pennsylvania– untuk mencari bukti, termasuk rekaman telepon dan video sebuah pesta di California yang dihadiri dua orang pembajak pesawat lebih dari setahun sebelum serangan dilakukan.

“Mengingat pentingnya bukti yang hilang dalam penyelidikan 9/11, juga kesalahan penanganan berulang oleh FBI terhadap bukti tersebut, penjelasan yang apa adanya tidak dapat dipercaya,” kata surat tersebut, yang ditandatangani oleh 3.500 orang keluarga korban, tim penyelamat yang datang pertama di lokasi kejadian, dan para penyintas.

Surat itu meminta Horowitz untuk menyelidiki pernyataan FBI yang menanggapi panggilan pengadilan dari keluarga korban bahwa badan tersebut “kehilangan atau tak lagi dapat menemukan bukti kunci tentang individu- individu yang memberikan bantuan substansial di AS kepada para pembajak 9/ 11.”

Arab Saudi telah mengatakan mereka tidak terlibat dalam serangan yang menggunakan pesawat yang dibajak tersebut.

Kedutaan besar Saudi di Washington belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

“Pemerintah kita berbohong tentang bukti yang mereka miliki atau sengaja menghancurkannya, dan saya tidak tahu mana yang lebih buruk,” kata Brett Eagleson, putra korban 11 September Bruce Eagleson, dalam sebuah wawancara.

Para keluarga korban telah lama mencari dokumen pemerintah AS, termasuk laporan agen rahasia dan badan intelijen, tentang apakah Arab Saudi membantu atau membiayai siapa pun dari 19 orang yang terkait dengan al-Qaida.

Kelompok teroris tersebut diberi perlindungan di Afghanistan oleh Taliban pada saat itu.

Lima belas dari 19 pembajak berasal dari Arab Saudi. Sebuah komisi pemerintah AS tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Saudi secara langsung membiayai al- Qaida. Tidak jelas apakah ada pejabat Saudi yang terlibat secara pribadi.

Hampir 3. 000 orang tewas, lebih dari 2. 600 di antaranya di gedung World Trade Center (WTC), 125 orang di Pentagon, dan 265 orang di empat pesawat yang ditabrakkan.

Keluarga dari sekitar 2.500 korban tewas dan lebih dari 20.000 orang yang terluka, pemilik bisnis dan perusahaan asuransi, telah menggugat miliaran dolar kepada Arab Saudi.

Bulan lalu, banyak keluarga meminta Presiden Joe Biden untuk tidak menggelar acara peringatan 20 tahun peristiwa itu kecuali dia mengungkap dokumen yang mereka nilai akan menunjukkan bahwa para pemimpin Arab Saudi mendukung serangan itu.

Tiga hari kemudian, Departemen Kehakiman mengatakan dalam dokumen sidang bahwa mereka telah memutuskan untuk meninjau ulang klaim yang mereka buat sebelumnya tentang kenapa mereka tidak bisa merilis beberapa informasi yang diminta pihak keluarga.

“Pemerintahan saya berkomitmen untuk memastikan transparansi maksimal berdasarkan undang-undang,” kata Biden pada 9 Agustus dalam sebuah pernyataan.

Dia menyambut baik komitmen Departemen Kehakiman untuk melakukan peninjauan ulang. (mg3/gin)

Tags: fbitragedi 11 September

Berita Terkait.

ABK
Internasional

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Jumat, 17 April 2026 - 18:01
Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI
Internasional

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Jumat, 17 April 2026 - 13:03
Nuklir
Internasional

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Kamis, 16 April 2026 - 12:01
Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Internasional

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 01:23
Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
Internasional

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Selasa, 14 April 2026 - 22:45

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.