• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

DKI Ungkap Tiga Faktor Penyebab Angka Kematian Covid-19 Rendah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 3 September 2021 - 18:22
in Megapolitan
Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 menurunkan peti jenazah ke dalam pusara di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Foto: Antara/Muhmamd Adimaja

Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 menurunkan peti jenazah ke dalam pusara di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Foto: Antara/Muhmamd Adimaja

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan tiga faktor utama penyebab angka kematian akibat Covid-19 di Ibu Kota rendah yaitu 10 orang pada Kamis (2/9) atau turun dibandingkan awal Juli 2021 sebesar 400 orang per hari.

“Satu, karena ketersediaan layanan kesehatan di rumah sakit,” tutur Kepala Bidang Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Jumat (3/9).

BacaJuga:

Demi Kepastian Hukum Masyarakat Betawi, Pemuda Kaum Betawi Siapkan Uji Materi UU DKJ

Hari Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah Sepanjang Hari

Membaca Pesan Besar dari Sambutan Milad Perak Forum Betawi Rempug

Berdasarkan informasi Pemprov DKI Jakarta sampai Kamis (2/9) total jumlah meninggal dunia karena konfirmasi positif Covid-19 di Ibu Kota mencapai 13.312 orang atau mencapai 1,6 persen dari total di Indonesia 134.356 orang.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan di Jakarta, ada 140 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) saat ini menyusut menjadi 15 persen per Rabu (1/9) setelah sebelumnya pada periode Juni-Juli 2021 sempat di atas 90 persen.

Total dari 8.189 tempat tidur hanya terisi 1.211 tempat tidur atau 15 persen.

Tidak hanya BOR yang turun, keterisian tempat tidur ruang perawatan intensif (ICU) Rumah sakit di Jakarta pula turun menjadi 31 persen dengan keterisian mencapai 414 tempat tidur dari total 1.349 tempat tidur yang disiapkan.

“Kita beriringan dengan upaya pemutusan rantai tapi kapasitas untuk merawat pasien Covid, juga berusaha diseimbangkan antara jumlah pasien, proyeksi kasus dengan tempat tidur yang disiapkan. Kerja sama rumah sakit sangat baik di Jakarta sehingga orang lebih cepat tertangani,” imbuhnya, dikutip dari Antara.

Kedua, lanjut dia, kapasitas pemeriksaan Covid-19 di Jakarta juga relatif lebih baik serta pengambilan sampel tes usap dilakukan Puskesmas, meski pemeriksaan tetap di laboratorium.

Tercatat di Jakarta ada 290 Puskesmas kelurahan serta 44 Puskesmas kecamatan yang terlibat dalam pemeriksaan Covid-19.

Sementara itu, kemampuan pemeriksaan tes usap berbasis “polymerase chain reaction”( PCR) juga ditingkatkan yang sepekan terakhir mencapai lebih dari 80 ribu tes, atau delapan kali lipat dari sasaran organisasi kesehatan dunia (World Health Organization) sebesar 10.650 tes PCR dalam satu pekan.

Dengan begitu, mempercepat upaya penanganan warga yang terpapar Covid-19.

Kemudian, ketiga adalah gencarnya vaksinasi yang dilakukan pada masyarakat berusia 12 tahun ke atas.

Hingga, Rabu (2/9) jumlah warga di DKI yang sudah divaksin takaran pertama mencapai 9,77 juta atau 109,3 persen dari target 8,94 juta warga.

Sekitar 40 persen di antaranya adalah warga dengan KTP non DKI Jakarta sehingga Pemprov DKI Jakarta menambahkan target vaksinasi mencapai 11 juta orang.

Sedangkan jumlah warga di DKI yang sudah lengkap menerima 2 kali vaksinasi mencapai 5,89 juta atau mendekati 66 persen.

“Vaksinasi juga sangat mempengaruhi artinya orang yang telah divaksin lengkap, peluang (sakit) menjadi lebih berat itu kecil, peluang meninggal juga jadi lebih rendah,” imbuhnya.

Sedangkan itu, jumlah orang sembuh mencapai 832.130 orang dengan tingkat kesembuhan 97,7 persen di Jakarta. (mg2)

Tags: covid-19kematianPemprov DKI Jakarta

Berita Terkait.

PKB
Megapolitan

Demi Kepastian Hukum Masyarakat Betawi, Pemuda Kaum Betawi Siapkan Uji Materi UU DKJ

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:03
Cerah
Megapolitan

Hari Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah Sepanjang Hari

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:20
Usni-Hasanudin
Megapolitan

Membaca Pesan Besar dari Sambutan Milad Perak Forum Betawi Rempug

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:13
Apel
Megapolitan

Amankan Zikir Kebangsaan, Polda Metro Kerahkan 7.643 Personel Aparat Gabungan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:31
pram
Megapolitan

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:13
pullman
Megapolitan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:58

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2087 shares
    Share 835 Tweet 522
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2043 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1069 shares
    Share 428 Tweet 267
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3175 shares
    Share 1270 Tweet 794
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.